Minggu, 05 Mei 2019

Sexual Stereotypes : Bottom shaming



Ini menarik sih pembicaraannya soal "Bottom Shaming".

Emang sering banget terjadi, menjadi bottom itu seolah olah menjadi sesuatu yg lebih "hina" dibanding menjadi top buat sebagian orang. Padahal Bottom itu punya kuasa dan hak untuk mendapatkan kenikmatan sama seperti top manapun juga.

Ada orang orang tertentu yang merasa menjadi top itu artinya menjadi maskulin, sehingga siapapun yg menjadi bottom mereka dalah orang yg berhak mereka kuasai karena orang tersebut mereka penetrasi.

Mereka yang berpikiran seperti itu sebenarnya memiliki pemikiran mirip dengan para cowok straight yang merasa cewek adalah kelas yang lebih rendah. Maskulinitas mereka membuat mereka merasa lebih berhak untuk berkuasa di atas ornag yang mereka penetrasi.

Padahal tanpa bottom, top juga ga akan ada gunanya. Ga peduli apakah yang bottom itu adalah cowok ceking ngondek, ataupun bapak bapak berperut gede, ataupun cowok dengan perut seperti roti sobek, mereka semua adalah orang orang yang memiliki hak sama seperti siapapun untuk memberikan pilihannya dalam situasi seksual yang mereka sukai dan nyaman dengan posisi sebagai pihak yang dipenetrasi.

Jangan malu ngaku bottom kalau km memang bottom. Dan jangan memandang rendah seseorang hanya karena dia bottom. Karena dia bottom bukan berarti dia nggak bisa pelintir km kalau km sudah kurang aja sih yah . Semuanya tetep laki yang sedang mencari kenyamanan bersama.

Have fun and no prejudice aja yah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar