Rabu, 15 Mei 2019

Pink Dot 11 : Standing Against Discrimination



Another time for Pink Dot this year. Videonya ini keren banget:) Obrolan aja antara teman tentang temannya yang lain yg merupakan anggota komunitas LGBTQ mengenai diskriminasi

Senin, 13 Mei 2019

Happy Mothers Day




Does Size Matter?



Penting nggak ukuran itu? Ga bisa bilang ukuran itu ga penting sih. Tetapi ukuran itu juga bukan yang paling penting. Ukuran itu bukan satu satunya yg penting. Tetapi itu menjadi salah satu penentu juga. Terlalu kecil atau terlalu besar juga jadi masalah.

Sayangnya ukuran itu salah satu yang bisa dirubah rubah. Jadi apapun ukurannya kita terima aja. Punya yang seukuran teh botol itu menyenangkan, tetapi bukan berarti punya sebesar sosis so good tidak bisa bersenang-senang. Banyak kok cara mencari kesenangan, selain ukuran ada banyak banget kok faktor lain.

Ibaratnya kalau pas makan, porsi makan utamanya nggak gede gede amat, berarti appetizer dan dessert musti dibanyakin. Dan kalau porsi makan utama nggak gede, siapa bilang kita nggak boleh cuma makan dessert atau appetizer doank sampai kenyang?

Minggu, 12 Mei 2019

Mother day Special Movie from Blued



Dalam rangka Mother's day tanggal 12 Mei, Blue merilis sebuah film mengenai seorang single mother dan anaknya yang gay. Ceritanya sih sederhana dengan eksekusi agak sloppy sana sini. Tetapi dihargai niatnya mengangkat mengenai seorang Ibu dalam belajar menerima orientasi seksual anaknya, Than yang pacaran dengan bad boy di sekolahnya Palm setelah Palm mencoba memperkosanya (!). Salah banget sih bagian itu. Agak agak stockholm syndrome

Banyak scene aneh yg bikin bingung sih. Tetapi yah intinya bravo untuk ibu yang bisa seperti ibu dari si Than di film ini.

My fav shot : detik detik pertama film yang memperlihatkan morninr glorynya si Than dan..... hmmm hmmmm. Apalagi yah? guling guling setengah telanjang di lapangan tenis? atau pemerkosaan di kamar tidur?

Yah sudahlah yah. Di tonton aja

Selasa, 07 Mei 2019

Mr Gay World 2019 : Janjep Carlos



John Jeffrey "Janjep" Carlos dari Philippine dinobatkan menjadi Mr Gay World 2019 di Cape Town, Afrika selatan. Pria berusia 41 tahun ini adalah pemenang kedua dari Philippine untuk ajang Mr Gay World ini. Di luar berbagai kontroversi Janjep yang berprofesi sebagai realtor dan influencer ini, kemenangannya menjadi kebanggaan sendirilah yah karena sosok gay dari negara Asia Tenggara ini akan menjadi sosok perwakilan kita di berbagai kegiatan di seluruh dunia untuk menciptakan dunia yang lebih baik untuk para pria gay

Btw dulu ga terlalu suka dengan Janjep karena di instagramnya dia paling hobi memakai filter berlebihan seperti selfie modenya handphone oppo. Belum lagi beberapa kisahnya pada saat dia main ke Jakarta. Trus dia juga termasuk salah satu "insta-seleb" yang sangat royal dalam memperlihatkan kelebihan fisiknya di akun IGnya dia. Yah ga perlu di protes lah y
ah, enjoy aja buat cuci mata



Janjep dan cowoknya Chard Ariel merayakan kemenangannya











Minggu, 05 Mei 2019

Sexual Stereotypes : Bottom shaming



Ini menarik sih pembicaraannya soal "Bottom Shaming".

Emang sering banget terjadi, menjadi bottom itu seolah olah menjadi sesuatu yg lebih "hina" dibanding menjadi top buat sebagian orang. Padahal Bottom itu punya kuasa dan hak untuk mendapatkan kenikmatan sama seperti top manapun juga.

Ada orang orang tertentu yang merasa menjadi top itu artinya menjadi maskulin, sehingga siapapun yg menjadi bottom mereka dalah orang yg berhak mereka kuasai karena orang tersebut mereka penetrasi.

Mereka yang berpikiran seperti itu sebenarnya memiliki pemikiran mirip dengan para cowok straight yang merasa cewek adalah kelas yang lebih rendah. Maskulinitas mereka membuat mereka merasa lebih berhak untuk berkuasa di atas ornag yang mereka penetrasi.

Padahal tanpa bottom, top juga ga akan ada gunanya. Ga peduli apakah yang bottom itu adalah cowok ceking ngondek, ataupun bapak bapak berperut gede, ataupun cowok dengan perut seperti roti sobek, mereka semua adalah orang orang yang memiliki hak sama seperti siapapun untuk memberikan pilihannya dalam situasi seksual yang mereka sukai dan nyaman dengan posisi sebagai pihak yang dipenetrasi.

Jangan malu ngaku bottom kalau km memang bottom. Dan jangan memandang rendah seseorang hanya karena dia bottom. Karena dia bottom bukan berarti dia nggak bisa pelintir km kalau km sudah kurang aja sih yah . Semuanya tetep laki yang sedang mencari kenyamanan bersama.

Have fun and no prejudice aja yah

Sabtu, 04 Mei 2019

LGBT Sandwich


Sandwichnya si Mark & Spencer yg bernama LGBT ini kreatif sih yah. Jadi singkatan Lettuce, Guacamole, Bacon and Tomato. Cuma rasanya kurang LGBT kayaknya yah. Musti ada coklat sprinkle warna warni mungkin. Terus terang ada yg bikin Sandwich LGBT, kebayangnya itu sandwich yg manis yah dengan coklat dan caramel dan selai mungkin.



Kamis, 02 Mei 2019

Story about Pablo and Joey : LDR between two bottoms



Long Distance Love alias Cinta Jarak Jauh emang ga gampang. Ini ada contoh cerita dua orang yg musti pacaran jarak jauh.

Dan kalau ngikutin cerita mereka, juga ada satu juga yg menarik, yaitu bahwa mereka berdua sama sama bottom, dan ga masalah. As long as everybody happy, everything else can be managed

Minggu, 28 April 2019

KFC Chickendales



KFC kembali menggunakan pria pria bertubuh seksi menjual ayam gorengnya. Kombinasi yang agak aneh yah. Tetapi as long as it sell yah pasti dicoba sih yah. terutama ceritanya itu untuk mother's day Apa sih yg nggak bisa dijual dengan pria bertubuh setengah telanjang hari gini yah untuk para ibu-ibu?

Senin, 22 April 2019

Converse X Pride


Converse kembali mengeluarkan koleksi baru untuk mempersiapkan diri untuk Pride month. Bahkan di tahun ini mereka selain menggunakan bendera rainbow, mereka juga menggunakan bendera Transgender. Sayangnya ada banyak kritik yg muncul karena sekalipun Converse secara teratur mengeluarkan koleksi Pride ini, mereka tidak pernah menyisihkan sebagian dari penjualan koleksi Pride mereka untuk organisasi apapun yang melakukan kegiatan yg mendukung komunitas LGBT





Minggu, 21 April 2019

Gay Buddhist Monk + Make-up Artist




Jadi biksu dan MUA sepertinya dua hal yg bertolak belakang banget yah. Tapi Kodo Nishimura dari Jepang ini berhasil menjalani dua duanya karena dua-duanya adalah panggilan jiwanya. Untuk ngebalance juga sih kayaknya.

Rabu, 17 April 2019

Queer Sign Language with Nyle DiMarco



Belajar dikit bahasa isyarat penting, sekalipun ga tau sih sama nggak yah bahasa isyarat di US dengan yg di Indonesia

Sabtu, 13 April 2019

How Taiwan Become the most LGBT Friendly country in Asia



Per tanggal 24 May, pernikahan sesama jenis akan menjadi legal di Taiwan. Dan untuk merayakan momen bersejarah ini, mereka berencana mengadakan resepsi pernikahan besar besaran hingga 120 meja dengan undangan 1000 orang . Ga jelas sih akan ada berapa pasangan yang akan melakukan pernikahan pada hari tersebut. Banyak sih pastinya nih nanti pasti

Semakin dekat yah ke Indonesia nih:)



Selasa, 09 April 2019

Mulai dari cerita si bagus sampai ke pemilu



South China Morning Post adalah salah outlet media yang terbukti sering memberikan pandangan baru terhadap isu isu di dunia ini. Jadi ketika melihat video ini sebagai salah satu video yang disuggest oleh Youtube, langsung penasaran bagaimana mereka memandang kondisi LGBT di Indonesia

Sosok yang diangkat dalam video ini, Bagus yang merupakan cerminan sebagian dari kita yang harus mengaku sepupuan dengan pacarnya sendiri, tidak mengetahui status HIVnya, dibully oleh saudara sendiri karena perbedaanya. Yang sedih ketika dia bercerita ketika mengetahui bahwa dia HIV+, dia putus dengan cowoknya dan mencoba bunuh diri. Tetapi memang Tuhan masih cinta dengan dia, dan dia kembali mendapatkan kehidupannya ketika dia mulai mencari perawatan dan cowoknya meminta untuk kembali ke dalam hidupnya

Selain itu juga diangkat mengenai persekusi terhadap komunitas LGBT yg menjadi semakin kenceng, terutama karena banyaknya pihak yang mengbungkam keberadaan komunitas LGBT untuk mengekspresikan diri mereka bahkan hanya dalam batas sewajarnya untuk meningkatkan kesadaran mengenai kesehatan seksual

Videonya pendek sih. Tetapi seneng sih diangkat dengan positif mengenai kehidupan personal sosok LGBT di Indonesia yang mungkin tidak mudah, tetapi masih bisa terus bertahan dengan desakan dari berbagai pihak

Akhir akhir ini menjelang masa elektoral, isu-isu LGBT ini menjadi salah satu isu yang kembali menghangat. Kedua paslon memilih untuk tidak membicarakan isu ini. Salah satu partai yang mencoba memulai dukungan mereka terhadap komunitas LGBT, langsung menjadi bulan bulanan masa. Sampai akhirnya ada dukungan dari sebuah komunitas untuk salah satu pasangan paslon yang membuat bingung semua orang karena apakah mereka benar begitu berani memberikan dukungan kepada paslon yg memiliki pendukung persekutor garis keras LGBT, ataukah mereka hanya bagian dari black campaign untuk menjatuhkan paslon lain. Tidak ada yang mau menelusuri lebih lanjut karena isu LGBT adalah isu yang terlalu sensitif saat ini

Ditambah lagi dengan akhir akhir ini masyarakat Indonesia dengan sikap "maaf sekedar mengingatkan" sampai keberanian mencaci maki anak artis (yg selalu ditutup dengan nangis2 minta maap ketika diadukan ke polisi). Masyarakat Indonesia yang sebelumnya terlalu lama dibungkam, setelah diberi senjata sosial media untuk menyuarakan pendapat mereka, menjadi semakin vokal menyuarakan pendapat mereka tanpa peduli dengan orang lain. Setiap orang yang dinilai berbeda dan tidka sejalan dengan mereka, langsung dianggap salah yang harus diingatkan, diperingatkan, sampai harus dikembali ke jalan sebenarnya menurut mereka. Lucunya mereka ini bukan siapa siapa yang punya hak, kompetensi maupun kredibilitas untuk mengatakan orang salah atau benar, apalagi sampai "meluruskan" orang ke jalan yang "benar".

LGBT sebagai komunitas yang paling berbeda, komunitas yang di seluruh dunia sedang bergejolak untuk menyuarakan kesetaraan hak mereka, komunitas yang telah dibungkam jauh lebih lama dan lebih kencang oleh siapapun juga, harus menjadi komunitas buruan paling kentara ketika mencoba bersuara.

Masyarakat yg sok tau, vokal dan haus "meluruskan" hidup orang, ditambah pemerintah yang belum berani melirik, ditambah pergerakan mendunia yang memperlihatkan kita bahwa hidup sebagai LGBT itu bisa berbeda. Semua itu membuat kehidupan kita sebagai LGBT di Indonesia menjadi tidak gampang sih.

Mungkin memang di beberapa tahun ini semuanya semakin sulit untuk kita. Tetapi kita jangan lupa bahwa pergerakan di seluruh dunia itu, sekalipun tidak sampai secara langsung, terasa juga oleh kita. Harapan itu bergerak semakin mendekat. 5 tahun yang lalu, kita nggak pernah melihat pasangan gay yang memiliki dua anak secara terang-terangan menjadi selebgram di Indonesia. 5 tahun yang lalu, kita nggak punya sosok sosok yang berani come out dan menyuarakan opini kita. 5 tahun lalu kita nggak punya komunitas saling mendukung yang dari komunitas online hingga menjadi komunitas offline.

Progressnya mungkin tidak cepat dan tidak terasa seperti hembusan angin segar. Lebih terasa seperti angin dari kipas kecil yang baterainya udah sekarat. Tetapi bukan berarti kita harus kehilangan semangat. Kita nggak pernah tahu, apa yang akan terjadi satu tahun dari sekarang. Kita ga pernah tahu apa yang akan terjadi 5 tahun dari sekarang

Dan dengan semua kesulitan ini juga bukan berarti kita harus memilih untuk menjadi golput karena merasa tidak ada pemerintahan yang mendukung kita.  Hidup kita sebagai manusia itu lebih kok dari jati diri kita sebagai anggota komunitas LGBT. Dan semua itu berpengaruh langsung atas siapapun paslon yang terpilih. Mungkin benar dari kedua paslon, kita tidak akan pernah bisa melakukan gay marriage dalam waktu dekat, atau bahkan memiliki gay pride, atau dibuka kembali gay sauna yang digrebek itu. Tetapi ada paslon yang bisa membuat kita memiliki kehidupan ekonomi lebih baik untuk 5 tahun ke depan, ada paslon yang bisa membuat kita semakin bangga dengan negara kita 5 tahun ke depan, ada paslon yang tidak akan pernah menghalangi kemajuan bangsa kita dengan korupsi 5 tahun ke depan. Apabila janji itu bisa mereka penuhi, kita, keluarga kita, teman teman kita, bangsa kita tentu akan bisa menjadi lebih baik 5 tahun ke depan.

Jadi tetap gunakan hak pilih kita. Kalau ada yg sudah keburu pesimis dan tidak mau memilih, itu hak kamu. Tetapi pastikan saja surat suara kamu tidak dimanfaatkan oleh orang lain secara tidak benar. Siapapun paslonnya, pasti akan ada banyak pe er yg harus mereka kerjakan. Sekarang terserah pilihan kita saja lebih percaya paslon mana yang bisa membuat kehidupan kita lebih baik sebagai seorang manusia yang tinggal dan percaya dengan Indonesia

Btw sebagian besar undang undang yang bikin heboh dulu itu adalah hasil kerasa mereka yang duduk di kursi sebagai wakil rakyat. Jangan salah pilih juga mereka yang akan duduk di sana karena sering banget kita ngasal milih, yang ada mereka pada saat diskusi mengenai undang undang yang berpotensi membuat kita semakin sulit, mereka kabur atau malah tidur. Tugas mereka juga soalnya untuk memastikan semua rancangan undang undang itu berpihak pada kemanusiaan dan negara. Bukan golongan tertentu. Jadi telaah lebih baik lagi untuk memilih calon yg duduk di sana. Sekalipun tidak akan ada yg berani terang terangan mendukung LGBT, paling tidak pilih yang memiliki visi jelas untuk kemanusiaan dan hak asasi manusia. Pilih yang tidak berasal dari pihak yang paling vokap melakukan persekusi terhadap kaum marjinal.

Panjang dan ngelindur yah jadinya. Anyhow, have a good day and jangan lupa memilih yah!


Jumat, 05 April 2019

Rainbow Runway in Wellington


Ada banyak cara untuk menunjukkan dukungan terhadap komunitas LGBT. Bendera Rainbow adalah salah satu simbol yang paling mudah diimplementasikan ke berbagai wadah untuk memperlihatkan dukungan tersebut.

Dan kali ini, airport di Wellington mencat pelangi di runway nya sehingga terlihat seperti pelangi raksasa ketika kita terbang mendekati airportnya. Dibutuhkan 3 hari untuk mengecat keseluruhan runwaynya, dan diharapkan cat tersebut akan bertahan selama sebulan


Pengecatan ini dipersiapkan untuk menyambut Gay Pride di New Zealand. Memang sih agak telat ini beritanya karena Pride di sana sudah terjadi bulan kemarin. Tetapi tetap luar biasa rasanya melihat dedikasi mereka untuk memperlihatkan dukungan terhadap komunitas LGBT.