Selasa, 11 September 2018

Homoseksual sudah bukan lagi menjadi tindakan kriminal di india


Sebagai salah satu negara bekas jajahan Inggris, banyak undang-undang yang berlaku di India adalah hasil peninggalan pemerintahan Inggris. Salah satu undang-undang yang sering menjadi bahan kontroversi adalah section 377 yang mengatur hukuman untuk hubungan seksual yang tidak natural dengan hukuman hingga penjara seumur hidup. Hukum berusia 150 tahun ini akhirnya dibatalkan oleh Mahkamah Agung India setelah mereka sempat mengukuhkan hukum ini di tahun 2013

Jelas ini adalah sebuah milestone penting untuk komunitas LGBT di India yang telah memperjuangkan pembatalan hukum itu selama ini. Sekalipun hukum tersebut belum pernah digunakan untuk menghukum siapapun, tetapi tentu saja itu akan selalu menjadi momok untuk komunitas LGBT di India karena mereka harus hidup dalam kekhawatiran bahwa suatu hari mereka bisa saja dilaporkan seseorang ke polisi hanya karena ketahuan gay, dan polisi punya dasar hukum untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada mereka.


Tetapi sekarang dengan dibatalkannya undang-undang itu, jelas mereka tidak perlu khawatir lagi mengenai kemungkinan mereka ditangkap oleh polisi hanya karena menjadi gay.

Banyak yg salah mengerti mengira bahwa yang terjadi adalah diresmikannya hubungan gay di India, atau malah diresmikannya pernikahan sesama jenis di India. Tetapi India sebagai salah satu negara paling kaku dalam urusan pernikahan, jelas mereka belum sampai sejauh itu. Yang terjadi adalah dihilangkannya hukum yang mengkriminalisasikan hubungan homoseksual yang sebelumnya menyebabkan hubungan homoseksual itu bisa dianggap sebagai tindakan kriminal. Yah masih jauh sih sampai diresmikannya pernikahan sesama jenis. Tetapi untuk mencapai ke sana, ini adalah salah satu langkah pertama penting yg perlu dilakukan. Antara dianggap resmi dan bukan lagi dianggap sebagai kriminal sih agak beda yah artinya


Nah sekarang setelah India membatalkan hukum tersebut, ada beberapa negara persemakmuran bekas jajahan Inggris yang masih memiliki hukum kriminalisasi hubungan seksual itu seperti Singapura ataupun Malaysia. Di singapur sekalipun hukum tersebut tidak dijalankan, tetapi keberadaannya masih menjadi kerikil yang sangat mengganggu untuk komunitas LGBT di sana. Sementara di negara seperti malaysia, hukum tersebut memiliki hukuman penjara untuk yang melanggar. Bahkan di brunei, hukumannya adalah hukuman mati.

Perjalanan untuk merubah kehidupan menjadi lebih baik untuk komunitas LGBT memang tidak gampang dan tidak cepat. Tetapi kita harus bersukur bahwa perjuangan tersebut sekalipun tidak bergerak secepat yang kita inginkan, sudah mulai terlihat hasilnya sedikit demi sedikit di satu per satu negara yang semoga semakin lama menjadi semakin signifikan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar