Sabtu, 12 Mei 2018

Cerita tentang aku dan Howard


Howard adalah cowok kelahiran jakarta yang sepertinya tidak pernah berada di jakarta. Kehidupannya apabila dilihat dari account instagramnya seperti mimpi. Tubuh indahnya sering hanya berbalut celana dalam merek terkenal bersama dengan teman temannya yang juga tidak kalah indahnya. Setiap fotonya seolah olah diatur sedemikian rupa komposisinya sehingga terlihat seperti foto editorial majalah. Aku sudah follow dia sejak 2 tahun lalu. Dan aku benci dia

He is everything that I am not. Masak sih ada orang sesempurna dia di dunia ini. Setelah jalan jalan bersama teman temannya ke koh samui, tiba tiba udah foto lagi di pesawat untuk liburan ke turki. Dan kenapa selalu punya teman teman cakep berbeda-beda di setiap negara. Pasti nama aslinya bukan Howard. Husin atau Wardi kali. Diganti jadi howard demi instagram

Dia tidak mungkin nyata. Duit darimana dia. Ga pernah keliatan dia kerjanya apa. Yang ada kok kayak hambur hambur duit saja. Sebal aja melihat tas supreme LVnya yang ga tahu berapa harganya. Kayaknya palsu. Pasti dia jual diri

Dia selalu posting insta story di gym ketika dia sedang angkat beban. Otot tangannya indah terpahat dengan perut ramping. Tetapi six packnya mulai menghilang. Pasti karena kebanyakan pesta pesta. Atau ngobat sambil ML dengan cowok cowok cakep yang ditemuinya di setiap negara. Kebanyakan pesta pesta sih

Tapi aku yakin kok Howard bukan sosok palsu yang dibuat oleh orang orang yang nggak punya hidup, yang mencari follower dengan menggunakan foto palsu cowok cakep nggak tau dari mana. Dia sering muncul di instastory sesama artis gay lain. Dan dia termasuk sering update detail mengenai kehidupannya setiap hari. Sekalipun yang difoto itu itu terus. Nggak jauh jauh dari pose ala model setengah telanjang dengan latar mewah. Dia jarang foto close up. Karena kulit mukanya sebenarnya ga terlalu mulus dan selalu keliatan kalau agak sedikit berlebihan editnya

Aku cuma satu dari 35k followernya. Dia mungkin ga hafal ID ku. Tetapi hampir semua fotonya selalu aku like. Aku selalu berusaha menarik perhatiannya. Komen komen pujian selalu aku banjiri di semua foto ataupun instastorynya. Ketika dia sedang sedih dan curhat atau sakit pun selalu aku tinggalkan pesan untuknya. Kadang otak jorokku membuat aku meninggalkan komen jorok yang sebenarnya tidak pantas kukatakan terus terang padanya apabila bertemu langsung. Tapi tenang, komen jorok kutinggalkan dengan menggunakan akun lain yang menggunakan foto palsu. Kalau sampai suatu hari ketemu, dia tidak akan tahu bahwa aku yang selalu komentarin jendolannyna menggunakan id NicholasTan dengan foto cowok vietnam yang tak kukenal. 

Kalau lagi kesal melihat yang posting terlalu banyak atau drama berlebihan, sering aku selepet dan ingatkan lewan akun si cowok vietnam. Dia musti sadar bahwa sok cakepnya itu ngeselin kadang kadang. Kadang sengaja aku tinggalkan komen yang agak pedes biar dibaca dan mudah mudahan dibales oleh dia. Soalnya kalau cuma biasa biasa, pasti ga akan diingat oleh dia. 

Tenang, aku ga jatuh cinta pada dia kok. Dia cuma orang tidak dikenal yang kehidupannya menarik untuk aku ikuti. Dan aku merasa dia harusnya beruntung ada orang seperti aku yang mau ngurusin dia. Dia bisa dapat endorse kan karena ada follower kayak aku. Lagian dia yang posting foto foto itu sendiri, berarti dia yang mengundang dan siap untuk dikomentarin macam macam oleh orang. Salah siapa kadang suka posting seksi berlebihan. Siapa suruh cakep dan hidupnya kayaknya enak banget. Berani taruhan, dia juga pasti bukan orang suci. Pasti dia dipiara oleh gadun mana gitu, gadun yg ga pernah mau difoto karena takut direbut orang lain. Kalau ga ada gadun, mana mungkin dia jalan jalan terus. Jadi ga papa kok ingetin orang orang seperti dia untuk ingat dan kembali ke jalan yang benar 

Aku benci dia. Di saat aku mikirin cicilan handphone dan uang kos, dia malah foto foto keren setiap hari.  

Ah, dia ada posting foto baru lagi. Tepos amat sih pantatnya. Bntr, aku ganti akun dulu. Mau aku komentarin dulu

"Bottie kok tepos sih pantatnya"

Submit.

Lega.

....

Malam ini makan apa yah. Ngutang ke warung depan masih dikasih ga yah sama Mbak Susi?


.....


6 komentar:

  1. wtf hahahaa netijen jaman now ~ but it's true...

    BalasHapus
  2. Wah kalo orang begituan di IG sih banyak. Enak diliatin ama one night stand tapi males buat dipacarin.

    BalasHapus
  3. Hahaha. Intinya hidup ini sawang sinawang, Min.
    Siapa tahu kehidupan aslinya ndak semewag foto2nya di IG. Mesti bnayak pengorbanan yg dilakukan demi mwndapatkan itu semua. Biasanya yg ngucing2 sosialita itu gga pernah nampagi foto bareng sama keluarganya di IG. Entah dia malu ngakui kl keluarganya biasa aja atau bahkan org gak punya, entah dia malu ngliatin keluarganya krn profesi dia yg ga terpuji spt itu. Intinya, sawang sinawang, Min

    BalasHapus
  4. Hihihi.. kok komentarnya malah tertuju ke Howard sih. Ku malah konsen ke tokoh "aku" yang punya sifat iri dengki dan sok suci. Peduli setan dengan pekerjaan Howard. That's his life. If you are jealous of his life, NGELONTE!!

    BalasHapus
  5. Ge sih ga peduli.
    Gw lebih memilih fokus untuk cari seseorang yang gw cinta dan mau mencintai gw. Kalau iri mah ga ada habisnya.
    Mendingan ngebangun kebahagiaan sendiri. Waktu punya pacar, kami traveling ke Singapore dan ga ada satu postingpun yg photo berdua. We are enjoy our moment tanpa infoin ke orang lain.

    BalasHapus