Minggu, 04 Maret 2018

How A Straight Man Wrote "Call me By Your Name"



Mungkin banyak dari kita yang tidak tahu bahwa film gay favorit tahun lalu "Call Me By Your Name" itu diangkat dari sebuah novel yang ditulis oleh seorang profesor teori literatur yang straight.

Sebagian besar yang mendengar itu langsung menuduh sang penulis adalah gay yang in the closet atau pernah merasakan hubungan dengan pria. Bagaimana mungkin seseorang straight merasakan intensenya tarik ulur perasaan antara Elio dan Oliver.

Tetapi kalau kita simak wawancara di atas sebenarnya proses penulisan itu sebenarnya wajar wajar saja. Apalagi mengingat bukankah kita yang selalu menjerit jerit bahwa perasaan cinta itu sama saja tanpa peduli jenis kelaminnya. Dan sang penulis cuma ingin agar tokoh ceritanya merasakan cinta yang lebih "ketahan" tanpa buru buru berlanjut ke hubungan seksual. Dan dia merasa hubungan antara dua pria akan lebih cocok untuk mengalami hal hal seperti itu.

3 komentar:

  1. Udah bahas God's Own Country blm? Lbh bagus mnrtq. Dibikin klepek sm Ghoerghe

    BalasHapus
  2. Iyess, saya lebih suka God's Own Country sih daripada CMBYN

    BalasHapus
  3. Film GOC ngajarin cara bercinta. Mencintai tanpa hasrat napsu belaka lol

    BalasHapus