Selasa, 02 Januari 2018

Movie : Call Me By Your Name


Nggak tau kenapa butuh agak lama untuk nge review salah satu film terbaik di tahun 2017 ini. Film dengan judul "Call Me By Your Name" ini sebenarnya ceritanya nggak terlalu ribet sih. Tetapi penyampaiannya dan alurnya membuat kita yang menonton ikut merasakan gejolak perasaan yang meledak ledak antara pemain utamanya.


Elio, salah satu karakter utama di film ini adalah remaja 17 tahun dengan tampang tampan dan jago bermain piano. Dia tinggal bersama orang tuanya di sebuah kota kecil di Italy dan setiap musim panas, mereka menerima mahasiswa untuk tinggal bersama dengan mereka dan membantu ayahnya. Dan kali ini ayahnya mengundang seorang mahasiswa Amerika bernama Oliver untuk membantunya.  Semula Elio agak ga suka dengan Oliver yang menurutnya terlalu "kota". Tetapi perlahan lahan hubungan dia dengan Oliver menjadi dekat sampai akhirnya mereka saling mengakui ketertarikan satu sama lainnya. Dan di saat seru-serunya hubungan mereka berdua, Oliver harus kembali ke Amerika. Sayangnya itu berakhir mereka harus mengakhiri hubungan mereka


Sekali lagi, ceritanya sederhana sih. Very straight forward. Tetapi kekuatan utama dari film ini mungkin bukan di ceritanya, tetapi di detail detail bagaimana hubungan antara Elio dan Oliver terbentuk, bagaimana Elio dan Oliver saling tidak sabar mengurung perasaan mereka masing-masing ketika mereka sama sama belum yakin, bagaimana bahagianya mereka ketika perasaan mereka ke satu sama lain telah saling terbalas dan dengan perasaan cinta yang begitu meluap-luap mereka berusaha untuk saling menyatakannya ke satu sama lain. Momen ketika jari kaki mereka bertaut karena mereka ingin bersama dengan satu sama lain, tetapi sama sama belum sepenuhnya yakin dengan perasaan yang lain. Atau ketika mereka berciuman untuk pertama kalinya yang memperlihatkan meluapnya perasaan lega dan bahagia mereka yang akhirnya terungkap.



Akting kedua aktornya, Timothee Chamalet dan Armie hammer, benar benar juara sih. Timothee pemeran Elionya benar benar memperlihatkan kualitas akting yang tidak main main. Adegan terakhir dari film ini benar benar menjadi pembuktian totalitas aktingnya. Armie Hammer sendiri yg terlihat sangat Amerika memang juga sangat mendalami perannya.


Sayangnya cuma Armie yg keliatan seperti sudah berumur mid 30s ketika ceritanya dia berumur 20an, dengan Timothee yang terlihat seperti berumur 15 tahun ketika di ceritanya dia sudah berumur 17 tahun membuat orang agak agak teralihkan fokusnya seolah olah ini adalah cerita tentang cinta seorang pria dewasa dengan remaja di bawah umur. Para aktornya sendiri sudah berumur 20 tahun da n 31 tahun. Armie Hammer itu ganteng sih, cuma di adegan pertama dia datang sama bokapnya Elio aja udah langsung nuduh yg datang itu umur 40-an.


Other than that. This movie is flawless. Perasaan yang sama persis seperti waktu habis nonton "Weekend". Puas, senang, dan jadi mikir sambil bersukur telah menjadi pria gay yang bisa merasakan keterikatan dengan jalan cerita dari film ini. One of the top movie for me in 2017. One of the top gay love story movie ever.

4 komentar:

  1. Udah sebulan nonton nih film, sampe sekarang masih nyesek min....

    BalasHapus
  2. Kasih link min nonton film nya dimana

    BalasHapus
  3. paling suka pas Oliver cerita ke Elio kalo hampir tiap malam dia terbangun nungguin di balkon itu dan Elio kagak nyadar. asli pengen ngeplak Elio. :)))

    BalasHapus
  4. Iyah min, endingnya bikin nyesek

    BalasHapus