Selasa, 25 Juli 2017

Movie : Boy for Sale


Sebuah film dokumenter berjudul Boy for Sale membuat heboh karena menampilkan sebuah sisi yang sebelumnya mungkin tidak pernah terlalu diperhatikan dari kehidupan pria di Jepang. Dokumenter ini bercerita tentang urisen atau pekerja seksual pria di Shinjuku Ni Chomme yang merupakan pusat kegiatan gay di Tokyo.

Anak anak muda berusia sekitar 19-30 tahun ini banyak yang mengaku straight atau bi, bahkan punya cewek di luar pekerjaan mereka melayani hasrat seksual para pria. Ada yang terang-terangan tanpa takut identitasnya diketahui oleh orang bercerita dengan leluasanya. Ada yang harus menggunakan topeng karena ingin melindungi identitasnya.


Para Urisen ini bisa ditemui di bar bar di sekitaran Shinjuku Ni Chomme dalam bentuk buku menu yang menampilkan foto, ukuran tubuh, hingga hal hal yang dapat mereka lakukan dengan bayaran bayarannya. Sedihnya banyak dari mereka mengaku adalah anak yatim, atau anak dari korban bencana alam yang kehilangan segalanya hingga anak jalanan.

Dan ternyata juga kesadaran mereka akan HIV rendah banget dibanding dengan resiko kerjaan mereka sehari hari.


Ga sabar banget sih menunggu film ini diputer mungkin di festival film di Indo. Cuma kayaknya ga akan pernah tau kapan juga




Dan ini ada beberapa adegan yang dihapus dari film dokumenternya



Tidak ada komentar:

Posting Komentar