Minggu, 02 Juli 2017

Cerita lucu ttg boikot kopi


Kadang negara kita ini penuh cerita lucu. Akhir akhir ini contohnya permintaan boikot oleh seorang mbak mbak yang lumayan punya posisi karena menurut dia Starbuck itu mendukung LGBT. Dia mengajak boikot karena pernyataan mantan CEO Starbucks beberapa tahun lalu yang menyatakan dukungannya terhadap LGBT. Si Mbak menyuruh kita ikutan boikot Starbucks Indonesia karena khawatir nanti keuntungan dari penjualan kopi Starbucks di Indonesia akan digunakan untuk mendanai usaha penlegalan LGBT baik secara langsung maupun tidak langsung

Kalau dengar ceritanya sih emang pengen ketawa bener yah. Ga heran kualitas bos bos kita di gedung wakil rakyat itu sering diragukan karena sering banget nyeletuk beginian. Itu ibarat udah ujan dari kemarin, baru sekarang ribut cari payung. Pertanyaan itu sudah beberapa tahun umurnya, dan bahkan Howard Mark Schultz yang pernyataannya di pakai terus itu udah ga menjadi CEO.

Dan kalau beneran takut hasil keuntungan di Indonesia akan digunakan untuk usaha pelegalan LGBT, silahkan boikot juga Apple, Google dan Windows yang pertama. Karena baik Apple, Google maupun Microsoft adalah pendukung LGBT kelas berat. Jadi handphonenya baik yg IOS maupun yg android silahkan di matiin dan kubur di dalam tanah aja. Trus laptopnya yg OS Windows atau Apple juga silahkan di buang ke laut. Oh yah mau pakai Facebook buat stalking mantan? Lupain niat karena Facebook juga pendukung berat LGBT. Berarti Facebook, Instagram dan Whatsapp yah karena semua itu milik Facebook. Oh ya Twitter juga. Youtube juga. Jangan pakai sepatu Adidas, Converse atau Nike juga, mereka dukung LGBT juga. Jangan makan di Mcd maupun Burger King karena mereka juga dukung. Coca cola, Pampers, Disney, kartu kredit mu yg ada Visa ataupun Mastercard, Mattel, semua product Kraft, semua barang buatan Unilever, P&G, Johnson&johnson. Biskuit oreo, coklat M&M atau snickers.

Susah kan hidup lo kalau beneran ga munafik dan beneran mau boikot semua yg dukung LGBT. Semuanya punya keuntungan yang bisa dipakai untuk dukung LGBT loh. Uang hasil kerja keras si Mbak yang dipakai untuk beli Shampoo Sunsilk atau gesek pake kartu kredit Visa beli kain buat lebaran atau sekedar posting foto selfie di Instagram. Semuanya mengalir loh mbak buat legalin LGBT. Ga takut?

Kecuali nih.... kecuali....

kalau niat boikotnya ada unsur politiknya. Misalnya untuk jatuhin Starbuck biar ada saingan Starbuck yang mau di naikin market sharenya. Ga tau sih kalau niatnya sampai situ mbak. Are you that smart? or are you that dumb? Or are you simply a hypocrite?

6 komentar:

  1. Setuju gan setuju! :D

    bwt itu yang bener "Johnson & Johnson" bukan "Jhonson&jhonson" wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya. Silap:D Dah diganti kok. Thks yah

      Hapus
  2. Jgn lupa min tanggapan selebtwit di temlen tentang lgbt yg bikin pengen bilang hadeeeeh

    BalasHapus
  3. Saya mencoba melihat dari sisi lain. Issue ini dihembuskan pada saat starbuck indonesia (mapb) melantai dibursa kwmungkinan lain ada yang sengaja menghembuskan issue ini untuk mendapatkan stock dengan harga murah

    BalasHapus
  4. Pengen copas, terus di share ��

    BalasHapus
  5. Starbucks tetep aja ada dimana-mana dan tetep rame. Golden rulesnya: Never stand between a man and his/her cup of coffee.

    BalasHapus