Senin, 31 Juli 2017

Diaper Ad from Luv



I like how they dont make a big deal using gay couple in this ad. Sebenarnya yg mau diangkat itu adalah tentang perlakuan yang berbeda untuk anak pertama dan anak kedua. Tetapi dengan menggunakan pasangan gay, mereka menjadi mendapat perhatian lebih karena menyampaikan pesan yang sama dengan menggunakan alat yang "sedikit" berbeda.

It's a cute ad by the way

Minggu, 30 Juli 2017

Words from Frank Ocean


"Why be racist, sexist, homophobic, or transphobic when you could just be quiet" - Frank Ocean

Jumat, 28 Juli 2017

Secret Pride in Iran


Apabila kamu ketahuan sebagai seorang gay di iran, hukumannya adalah penjara atau hukuman mati. Tetapi itu tidak menyurutkan sekelompok pria gay di Iran untuk merayakan "secret pride" sejak tahun 2010. Melalui berita di Queerty, kita mendapatkan berita mengenai mereka yang secara diam diam membawa simbol bendera rainbow dan memfotonya secara diam diam di berbagai lokasi di kota. Sayangnya demi keselamatan mereka, harus menyembunyikan muka mereka di setiap foto. Tetapi itu tidak menyurutkan semangat mereka yang semakin berkobar setiap tahunnya. Sekalipun banyak kecaman, tetapi selama ini mereka masih bisa melakukannya dengan aman dan selamat. Lewat aksi ini mereka ingin memperlihatkan bahwa di negara seperti Iranpun, komunitas gay itu ada dan bersemangat di ambang keselamatan nyawa mereka sendiri

Semoga setiap tahunnya mereka masih tetap bisa melakukan secret pride, dan semoga suatu hari kehidupan mereka sebagai pria gay di Iran bisa membaik yah. Salut banget melihat mereka







Kamis, 27 Juli 2017

The story of Harvey Milk and the Rainbow Flag


Sebuah buku cerita anak yang menceritakan tentang salah satu tokoh penting dalam perjuangan hak LGBT di Amerika, Harvey Milk. Harvey adalah seorang pejabat publik yang openly gay pertama yang terpilih di Amerika, yang akhirnya harus berakhir naas karena dibunuh setahun setelah pemilihan tersebut.

Buku ini mengangkat khusus kisah Harvey Milk dengan simbol perjuangan komunitas LGBT yaitu bendera pride pelangi yang dibikin oleh temannya Gilber Baker


Kisah yang mungkin sedikit agak berat untuk anak anak dituangkan dalam bentuk buku dengan ilustrasi cantik agar generasi muda bisa mengerti bagaimana berkat perjuangan masa lalu, kini komunitas LGBT di amerika bisa mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik di banding dulu.

Dan sepertinya ini tidak hanya untuk anak anak sih. Untuk kita yang mungkin agak males baca kalau bukunya terlalu berat, dan mungkin males nonton film tentang Harvey Milk yg dimainkan oleh Sean Pean, buku ini sepertinya adalah pilihan yang cukup menyenangkan dengan ilustrasi-ilustrasi cantiknya itu


Sayangnya bukunya sendiri baru akan beredar tahun depan di musim semi yah. Kalau ada yang nanti nemu,mau donkkkk

Rabu, 26 Juli 2017

Coming Out to his 5 years old Brother



Kalau anak anak kecil seperti in yang menentukan masa depan kita, yakin deh kita semua akan hidup di masa depan yang indah. Tetapi kalau yg menentukan adalah anak kecil yg dicuci otak dan akhirnya dipaksa ikut arak arakan sambil teriak teriak "bunuh si A, bunuh si A....", then we'll be screwed

Semoga akan lebih banyak anak seperti ini yah dibanding anak anak yang dicuci otak untuk hal yang nggak  nggak

Selasa, 25 Juli 2017

Movie : Boy for Sale


Sebuah film dokumenter berjudul Boy for Sale membuat heboh karena menampilkan sebuah sisi yang sebelumnya mungkin tidak pernah terlalu diperhatikan dari kehidupan pria di Jepang. Dokumenter ini bercerita tentang urisen atau pekerja seksual pria di Shinjuku Ni Chomme yang merupakan pusat kegiatan gay di Tokyo.

Anak anak muda berusia sekitar 19-30 tahun ini banyak yang mengaku straight atau bi, bahkan punya cewek di luar pekerjaan mereka melayani hasrat seksual para pria. Ada yang terang-terangan tanpa takut identitasnya diketahui oleh orang bercerita dengan leluasanya. Ada yang harus menggunakan topeng karena ingin melindungi identitasnya.


Para Urisen ini bisa ditemui di bar bar di sekitaran Shinjuku Ni Chomme dalam bentuk buku menu yang menampilkan foto, ukuran tubuh, hingga hal hal yang dapat mereka lakukan dengan bayaran bayarannya. Sedihnya banyak dari mereka mengaku adalah anak yatim, atau anak dari korban bencana alam yang kehilangan segalanya hingga anak jalanan.

Dan ternyata juga kesadaran mereka akan HIV rendah banget dibanding dengan resiko kerjaan mereka sehari hari.


Ga sabar banget sih menunggu film ini diputer mungkin di festival film di Indo. Cuma kayaknya ga akan pernah tau kapan juga




Dan ini ada beberapa adegan yang dihapus dari film dokumenternya



Sabtu, 22 Juli 2017

Guess Stranger's Sexual Orientation



Ayo main tebak tebakan. Sekalipun agak ga asik karena kita langsung dikasih tahu jawabannya, sehingga ga bisa ikut tebak tebakan.

Jumat, 21 Juli 2017

Gaydorado


Buat yg handphonenya Android, coba deh klik sini untuk download game Gaydorado yang lagi heboh skrg. Ini ceritanya adalah semacam game RPG Mobile War dan Dress Up Game untuk pria gay. Seru seruan aja sih. Nanti km bisa ketemu dengan pemain lain dari belahan dunia lain, merit dan membentuk keluarga di game ini. Trus buat yg hobby belanja, ada banyak banget wardrobe yg bisa dicoba coba.

Sampai ketemu di dalam gamenya yahhh









Kamis, 20 Juli 2017

(short) Movie : Daddy Hunt - the serial



Web series Daddy Hunt yang dijadikan film pendek ternyata menerima "Best LGBTQ Movie" di sebuah Film Festival. Btw pemainnya mirip banget sama Chris Pratt yah.

Selasa, 18 Juli 2017

Every size is beautiful



Ada 5 type :

1. Slender alias ceking

2. Toned alias berisi/ kenceng

3. Fit alias apa yah. Berisi dengan pas kali yah

4, Muscle alias berotot

5. Chubby alias gempal



Tentu sebenarnya banyak yang in between dan ada yg extra kurus atau extra gede. Tp ini pembagian kasar menurut sebuah website jepang. Ga ada maksud body shaming atau apa sih. Cuma pengen menunjukkan pengkategorian yang ada untuk tubuh pria biar kita bisa kebayang aja favorit kita yang mana.

Kalau aku sih sukanya yg gempal gempal hehehe



Senin, 17 Juli 2017

Internship in GS Hotel



GS Hotel adalah sebuah hotel khusus gay di Taiwan. Dan sepasang comedian (???), FJ234  sedang mencoba menjadi anak magang di hotel itu dengan keunikannya:D

Minggu, 16 Juli 2017

The Real Conversation of Grindr



Video ini menampilkan orang orang biasa yang disuruh membacakan pesan pesan yang dikirim ke org org dengan HIV di grindr. Berbagai macam kata kata kasar yang terlontar begitu kejam hingga membuat banyak dari orang orang yang membaca ini merasa tercekat.

Kenapa musti sampai segitunya yah sikap kita terhadap sesama pria gay dengan HIV di Grindr. Yah mungkin ada yang mengganggap mereka ke Grindr sebagai penyebar virus. Tetapi yah ibaratnya mereka udah dislosed status mereka. It's your choice mau atau tidak berkenalan atau hook up dengan mereka. Dan kalau merasa khawatir dengan resikonya yah ga usah di jabanin. Kalau mau jabanin yah have sex sex. Atau mungkin buat temanan? Ga perlu kan kata kata kasar gini

Sabtu, 15 Juli 2017

Gay Wedding by Muslim gay in UK


Sebuah pernikahan antar 2 pria di Inggris baru baru ini memiliki cerita yang sangat menarik. Yang menikah ini adalah Jahed Chodruny, pria 24 tahun keturunan Bangladesh dari dari keluarga beragama Islam dan seorang cowok bule berusia 19 tahun yg bernama Sean Rogan. Dan pernikahan mereka termasuk salah pernikahan sesama jenis pertama di Inggris yang melibatkan pasangan beragama Islam.

Menariknya pernikahan ini adalah karena Jahed yang sebelumnya selalu merasa terasingkan dalam lingkungan keluarga muslimnya, sering merasa tertekan karena dia menjadi korban penganiayaan baik dari temannya, saudaranya hingga dilarang masuk ke mesjidnya karena dia seorang gay. Dia bahkan berpikir untuk umroh agar dapat mengganti orientasi seksual dan bahkan sampai berniat untuk bunuh diri karena frustasi.


Ketika suatu hari ketika dia duduk terisak sedih di kursi sebuah taman akibat semua perlakuan yang diterimanya, seorang pria bule menghampirinya dan bertanya kenapa dia bersedih. Pria bule yang bernama Sean Rogan yang menjadi simpati padanya ini akhirnya menjadi kekasih Jahed dan tinggal bersama dengan Jahed selama 2 tahun sebelum mereka memutuskan untuk menikah

Mereka menikah dengan sama sama menggenakan pakaian adat Bangladesh. Bahkan menurut Jahed, Sean sudah berniat untuk masuk Islam demi dirinya. Jahed mengatakan bahwa tujuan dia melakukan ini adalah untuk menunjukkan kepada keluarganya yang tidak mendukungnya dan juga orang lain bahwa kamu bisa menjadi gay dan muslim


Tentu saja banyak respon penuh kebencian bahkan ancaman pembunuhan akibat berita ini, terutama untuk jahed karena ini disebut sebagai Gay Muslim Wedding. Mereka merasa ini bukan Muslim wedding at all. Dan tentunya yang merasa Jahed tidak pantas lagi menyebut dirinya muslim karena dia menikah dengan pria yang tidak ada hukumnya dalam agama Islam.

Salah satu yang bikin heboh sih sebenarnya karena ini banyak disebut sebagai "Gay Muslim Wedding" . Padahal kebetulan aja yang merit salah satunya adalah Muslim dan pernikahannya dilakukan di kantor catatan sipil dengan menggunakan pakaian daerahnya. Jadi mungkin judul Gay Muslim Wedding agak berlebihan sih

Nevertheless, ini tetep adalah cerita yang menarik mengenai pria yang depresi karena penolakan dari linkungannya yang akhirnya berani melawan dan berjalan melawan arus dengan kekasihnya yang membantu dia bangkit dari depresi tersebut

Jumat, 14 Juli 2017

Unnecessary Online Shaming by Gay Community


Di komunitas Gay itu, nyinyir sepertinya adalah makanan sehari hari. Apalagi di dunia sosial media atau online dimana kita tidak perlu bertemu hadap-hadapan dengan orang yang di komenin. Komentar sesampah apapun ga ada malu malunya untuk diposting.  Jadilah sering banget kita liat komenan di instagram atau bales balesan di twitter yg ga mutu banget

Berikut adalah beberapa topik yang suka di"sampah"in oleh gay community

1. Body shaming issue
Tekanan untuk bertubuh sempurna langsing dengan six pack semakin memanas dengan hadirnya sosial media. Seberapa sering kamu melihat komen orang ga jelas di akun selebgram yg udah jelas berbadan bagus yang hanya karena six packnya ga seperti papan cucian dengan komen "gendutan yah bro? atau dengan gampang melempar kata "gendut" ke siapapun yg perutnya ada sedikit jendolannya

Seolah olah semua orang di sosial media itu berhutang pada orang orang seperti itu untuk terlihat sempurna menurut standar mereka. Mereka itu membagi pria di sosial media itu menjadi dua. Satu yg cukup menarik untuk mereka puji dan puja dan satu lagi rakyat biasa yang tidak pantas mereka puji dan puja. Kemudian mereka punya tugas mulia untuk menjaga agar kaum puji puja tersebut selalu tampil sempurna untuknya agar tetap pantas di mata sosial media. Jadilah mereka merasa wajib menjadi polisi kesempurnaan fisik untuk mereka. Tugas mulia bener yah

2. Bot shaming issue

Bot dan top itu adalah sekedar posisi yang lebih diminati ketika orang berhubungan anal sesama pria. Sama sekali ga ada hubungan dengan sikap, kekuasaan, maupun harga diri. Memang ada stigma seolah olah top adalah yg lebih laki dna berkuasa, sementara bot adalah yg lebih nrimo dan lebih feminin. Tapi itu stigma yang sama kunonya dengan stigma bahwa wanita itu posisinya lebih rendah dibanding pria.

Seberapa sering kita melihat komen di foto cowok yg dikomenin seperti "eh dia itu kan bot", "yah ampun masak cakep begini jadi bot", atau "ah, dia liat kenti juga ngangkang. Keliatan aja kayak top". Seolah olah menjadi bot adalah hal yang hina dan memalukan

Menjadi bottom yang dipenetrasi tidak membuat kamu less-a-man dibanding top yg melakukan penetrasi.  Apalagi ketika banyak yg mengasosiasikan top sebagai sosok gagah berotot dengan penis 20 cm, sementara bottom adalah sosok ngondek yg kecewekan. Jadilah semakin jelas mereka ingin terlihat seperti siapa dan malu terlihat seperti siapa. Padahal top atau bottom bisa terlihat seperti apapun juga kok. Top or bot, we're still gay God damn it.

3. Slut shaming

Every guy love sex. Ada yg suka melakukan seks setiap hari. Ada yang suka coli sehari 3 kali sambil nonton bokep. Ada yg suka have sex dengan orang tak dikenal di sauna ataupun dari Grindr. Ada yang hanya mau melakukannya dengan orang yg jadi pasangannya. Intinya we all love sex.

Tetapi kenapa banyak yg suka banget ngejudge orang ketika punya banyak sex partner atau terlibat dalam 3some atau terlibat dalam orgy atau punya fetish aneh atau cuma sekedar pernah ml dengan orang yang menurut kamu di bawah standar. Selama semua yg terlibat suka sama suka, tidak ada anak bawah umur yang terlibat, no one get hurt dan yg paling penting safe sex, yah itu urusan orang masing masing sih.

Ga perlu kan komen komen ga jelas seperti "Dia itu tukang nyari kenti di sauna" atau "Dia nafsunya gede banget, habis ML ama gue jadi nagih dan minta terus". Totally unnecessary

4. Size shaming

"Ih kentinya kelinci", "Ih ga berasa segitu" atau  "Wahahaha gedean punya gua." Seberapa sering kalian membaca komen itu di instagram ketika ada gambar foto dengan jendolan, atau foto jorok di twitter. Padahal kalau kita liat sebenarnya jendolan jendolan atau penis penis di foto jorok itu ga kecil. Yah mereka ga segede batok kelapa yg di masukin ke dalam celana atau penis pemain bokep. Tapi yang jelas itu ga kecil sama sekali untuk ukuran orang asia

Dan kalau kita liat ukuran rata-rata penis orang asia yang sering dijadiin bulan bulanan oleh sesama asia sendiri, sebenarnya ukuran standarnya juga ga berlebihan amat. Yah ada sih yang memang punya lebih besar dari rata-rata dan sebagian di bawah rata rata. Tetapi kalau sekali lagi kita ngomong rata-rata yah segitu gitu aja.  Lagipula kalau dia lebih kecil dari punya kamu trus apa? Kehidupan seks kamu lebih baik dari dia? Yah kalau diliat dari potongan muka yang biasa komen sih ga heran mereka cuma ngebanggain penisnya aja karena mukanya ga ada yg pantas dibahas biasanya

5, Femme shaming

What's wrong with being ngondek? It's part of gay man's identity. Ada yang kadarnya lebih tinggi, ada yang lebih rendah, ada yang sangat rendah. But it was part of us. Sesuatu yg mungkin tanpa sadar ketika kita dengan sinis komenin orang lain "ngondek banget", justru memperlihatkan tanpa sadar bahasa tubuh kita yang tidak kalah kadar ngondeknya.

Semua pria gay itu punya kadar ngondek dan punya kemampuan yang berbeda dalam mengontrolnya untuk kepentingan situasi yang berbeda. Ada yg bisa lepas ketika bersama teman teman sesama gay, tetapi bisa terlihat lebih berkurang ketika dalam situasi resmi di kantor. Ada yang merasa nyaman untuk tampil selepas-lepasnya di sosial media. Yah biarin aja. Ga perlu kamu ketawain dan katain macem-macem.

Dan sebagai bagian dari masyrakat yang kerap dinilai berdasarkan sebuah keadaan yang tidak bisa kita ubah, harus kita paling mengerti ketika ada pria gay yg memang ngondek tanpa dibuat-buat apa adanya. Dia ga butuh kamu kasihani, ga butuh kamu judge. Cukup butuh kamu ngertiin dan ga usah dibahas lagi karena itu adalah bagian dari identitas dirinya.

6. In the closet shaming

Bravo buat yg sudah come out the closet. Berani jujur pada dirimu sendiri dan orang orang di sekitar kamu. Salut. Tetapi tidak semua orang punya keberanian, kemampuan, maupun dukungan  yang sama dengan kamu untuk come out. Setiap orang juga punya alasan yang berbeda untuk come out atau ga. Keputusan untuk come out itu adalah salah satu keputusan paling personal yang harus ditentukan oleh setiap gay.

Jadi untuk yang sudah cukup beruntung karena siap come out, agak ga perlu rasanya sok heran dengan mereka yang belum come out. Ga perlu sok heran kenapa ada orang yang mau hidup dalam kebohongan dan tidak mau embrace all the truth. Semua org punya pertimbangan sendiri dan ga butuh kekepoan kamu untuk sok bijaksana dalam menghadapi hidup. Apalagi yang sampai merasa perlu menyerang akun sosial media temannya yang dikhususkan buat kehidupan straightnya dengan maksud "membantu" dia menemukan jati dirinya. Go Fuck off. They dont need you

Kamis, 13 Juli 2017

Uber Pool Bday



Suka deh liat video Uber yang merayakan 1 tahun Uber Pool di singapore dengan menampilkan salah satu cerita tentang cowok gay tanpa harus terasa berlebihan, nempel, dipaksa maupun lebay.

Good Job Uber:)

Rabu, 12 Juli 2017

Young, Gay and Illegal



Dua oria gay terpaut 65 tahun saling berbagi mengenai cerita mereka tentang menjadi gay. Bagaimana sebuah perubahan terjadi selama 65 tahun. Dan quote penutupnya juga bagus banget

'Be true to yourself. Stand up for being gay and try to make people understand that the most important thing is that you can love somebody and it doesn’t matter who they are. Love is love.

Selasa, 11 Juli 2017

Minggu, 09 Juli 2017

The King : TLC Asia



Inilah kisah tentang Joey King yang pernah jadi mentor dan juri di Asia Next Top Model dengan suaminya yang dulu bernama Ian King, dan skrg menjadi transgender dengan nama Angeline King. Mereka tetap menikah dan menjadi pasangan resmi dalam pernikahan yang sah. Kisah mereka sangat inspiratif untuk kita yang mau belajar tentang luasnya spekturm identitas gender seseorang.

Sabtu, 08 Juli 2017

Pink Dot 2017



Sekalipun tahun ini banyak "tantangan" baru dari pemerintah Singapur, tetp acara Pink Dot tahun ini tetap ramai dan menginspirasi kita semua untuk tetap memperjuangkan hak kita dengan cara "kreatif" dan damai

Jumat, 07 Juli 2017

Spiderman : A Gay XXX Parody



Adegan adegan yang ga akan dilakukan oleh Tom Holland di film Spiderman nya. Tp harus diakui Tom Holland jauh lebih imut dibanding spiderman di versi bokep ini sih:D

Kamis, 06 Juli 2017

Harapan untuk kita semua oleh waktu


Ada seorang pria yang inget dengan sebuah teka teki yang pernah ditanyakan oleh ayahnya ketika dia berumur 7 tahun di tahun 1993. 

Ayahnya bercerita bahwa ada seorang pria yang terlibat dalam sebuah kecelakaan parah di jalan bersama anak nya. Karena parahnya tabrakan tersebut, sang ayah meninggal di tempat. Sementara sang anaknya dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk diselamatkan. Tiba di rumah sakit, sang anak ternyata harus dioperasi segera menurut petugas di ruang UGD yang menanganinya. Pada saat mereka membawa anak tersebut ke ruang operasi, ahli bedah yang seharusnya mengoperasi anak tersebut berkata "Aku tidak boleh mengoperasi anak ini. Dia ini anakku". Nah menurut kamu bagaimana itu mungkin terjadi?

Pada saat itu, sang pria ini ingat dia tanpa berpikir panjang langsung menjawab "karena dokter itu adalah ibunya".  Ayahnya yang menanyakan teka teki tersebut agak terkejut karena pada waktu pertama kali dia mendengar teka teki itu 25 tahun yang lalu, dia kesulitan menjawab teka teki tersebut karena pada jaman itu seorang wanita menjadi ahli bedah tidaklah terlalu umum. 

Sementara di tahun 1993, sudah banyak wanita yang melakukan berbagai macam profesi termasuk ahli bedah yang mungkin dulunya dikuasai oleh para pria. Jadi dirinya yang berusia 7 tahun tidak merasa ahli bedah di cerita sebagai seorang wanita adalah hal yang terlalu aneh untuknya.

Kini sang pria yang menjadi seorang pendidik penasaran apakah pertanyaan tersebut akan memiliki jawaban yang sama atau berbeda di tahun 2017 apabila ditanyakan ke anak berusia 7 tahun. 

Ketika dia menceritakan cerita yang sama ke anak didiknya yang berusia 7 tahun, tanpa mikir mereka langsung menjawab "oh, karena ahli bedah itu adalah bapaknya yang satu lagi"

Hal ini membuktikan bahwa waktu, sekalipun tidak bekerja dengan cepat, bekerja dengan sangat efektif merubah persepsi dunia ini terhadap berbagai hal ke arah yang lebih positif. 50 tahun lalu tidak ada merasa wanita pantas menjadi ahli bedah, tetapi 25 tahun lalu itu adalah hal yang umum. 25 tahun yang lalu, hampir seluruh dunia merasa gay adalah sebuah hal yang tidak normal. Tetapi di skrg ini, ada anak berumur 7 tahun yang merasa keluarga dengan dua ayah adalah hal yang normal. 

Bagaimana dengan 25 tahun dari sekarang? Semuanya pasti sudah akan berubah menjadi lebih baik.  Tinggal nunggu dengan sabar bersama dengan waktu aja yah:)


Source : some unknown article in internet.
  

Rabu, 05 Juli 2017

Prajurit Gay Korea Selatan yang dijebak


Seorang jenderal di kalangan militer Korea Selatan dituduh menggunakan gay dating apps untuk berburu prajurit-prajurit yang gay. Jendral Jang Jun Kyu dituduh membuat profile di aplikasi tersebut untuk menjebak para prajurit yang menggunakan dating apps itu untuk mencari teman kencan. 

Diduga, tehnik tepu tepu ini telah berhasil menjebak 50 prajurit yang menggunakan dating apps itu. Akibatnya mereka akan diadili di pengadilan militer karena ada peraturan yang melarang homoseksual di dalam militer


The Military Human Right Center for Korea (MHRCK) mendesak agar sang jendral dicopot dari jabatannya karena tindakannya yang dianggap tidak etis dan manipulatif. Pihak militer menolak tuduhan bahwa 50 orang tersebut dijebak oleh sang jenderal. Menurut mereka hanya ada satu orang yang ditangkap karena dia menyebarkan videonya yang sedang melakukan tindakan tidak senonoh dengan prajurit lain. Dan sebenarnya video ini yang menyebabkan semua perburuan ini dimulai, 

Selain tuduhan tersebut, mereka juga dipermalukan dalam proses hingga dipaksa untuk memberitahukan prajurit lain yang juga gay. Bahkan mereka dipaksa untuk ikut menjebak prajurit lain lewat dating apps menggunakan profile mereka.  Selain ancaman penjara 2 tahun, mereka juga diancam identitas mereka sebagai gay akan disebarkan ke prajurit lain apabila mereka tidak mau bekerja sama. 


Hingga kini kabarnya sudah ada 32 orang yang akan diadili di pengadilan militer. Sekalipun tidak ada undang undang anti homoseksualitas di Korea Selatan, tetapi peraturan di dalam militernya itu sendiri yang membuat para prajurit yang seharusnya bersiap siap menghadapi perseteruan dengan Korea Utara yang semakin memanas, malah harus berwas was dalam menjaga kehidupan pribadi mereka. 

Sepertinya para pemimpin militer di Korea Selatan harus belajar mengenai prioritas yah