Selasa, 23 Mei 2017

Orang tua anak LGBT di Pasar Jodoh Shanghai


Dari shanghaiist kita mendapat sebuah berita yang mengharukan dan sekaligus agak menyedihkan dari Cina. Bertepatan dengan datangnya musim semi dan tanggal 20 Mei yang merupakan Lover's day di China, para orang tua dari anak anak yang belum memiliki pasangan melakukan rutinitas tahunan dengan berkumpul di taman kota sambil membawa detil mengenai anaknya sambil mencari jodoh untuk anaknya.

Tahun ini acaranyaa agak berbeda karena PFLAG membawa 11 orang tua yang memiliki anak LGBT dari berbagai penjuru Cina ke acara "pasar jodoh" ini. Mereka datang dengan membawa informasi mengenai anaknya juga untuk mencari pasangan gay atau lesbian untuk anaknya

Tetapi sayangnya para orang tua yang sudah di sana merasa kehadiran mereka menganggu acara yang sudah mereka tunggu. Harapan mereka untuk menemukan pasangan yang tepat untuk anaknya terganggu oleh agenda para orang tua yang anaknya tidak "normal". Jadilah para sesama orang tua itu sempat ribut ribut karena para orang tua LGBT juga merasa anak mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama dalam ajang ini


Akhirnya pihak security datang dan mengusir para orang tua gay dengan alasan karena mereka membagikan brosur edukatif tentang anak LGBT, mereka dianggap tidak punya ijin untuk melakukan kegiatan promosi, sebuah alasan yang agak dibuat buat biasanya digunakan oleh pihak pemerintahan cina ketika ingin membubarkan kegiatan yang tidak diinginkan.

Sekalipun sepertinya para orang tua anak LGBT tidak berhasil menghabiskan waktu terlalu lama di acara tersebut. Dan ga jelas juga berapa orang tua yang berhasil  menemukan pasangan untuk anaknya, tetapi kedatangan mereka adalah sebuah petanda bahwa orang tua LGBT di Cina semakin berani untuk memperlihatkan dukungan mereka di publik. Mungkin tahun ini cuma 11 yang datang. Tahun depan mungkin 50, dan tahun depannya mungkin jadi 300.



2 komentar:

  1. Kayaknya kebalikan di Indonesia deh. Kaum konservatif & Radikalis semakin bertambah & semakin berani unjuk gigi

    BalasHapus
    Balasan
    1. mudah mudahan organisai radikalnya bisa dibungkam pemerintah skrg nih dalam waktu dekat

      Hapus