Senin, 06 Maret 2017

Movie : Moonlight


Ketika Film Moonlight menang Oscar, ada segelintir orang yang merasa film ini sebenarnya dari sisi kualitas, hampir sama bagusnya dengan nominasi lainnya. Cuma cerita dari film Moonlight ini dianggap diperlukan oleh masyarakat Amerika dengan isu yang mereka hadapi dengan presiden baru mereka. Komen seperti itu yang membuat kita semakin penasaran dengan film ini

Film ini bercerita tentang seorang pria kulit hitam bernama Chiron dalam 3 masa hidupnya, yaitu ketika dia masih kecil, remaja dan dewasa. Chiron adalah seorang anak dari seorang ibu pencandu yang kerap menjadi korban bully dalam hidupnya.


Chiron kecil bertemu dengan seorang penjual narkoba yang menerimanya dalam kehidupannya, yang agak mencoba menjadi sosok ayah baginya ketika ibu kandungnya sendiri mengatakan bahwa dia tahu bahwa anaknya di bully karena agak "berbeda" dari cara jalannya dan tidak melakukan apa apa. Adegan paling mengharukan ketika Chiron kecil bertanya pada Juan, sang pengedar apa artinya "faggot"

Chiron remaja sendiri juga masih menjadi korban bully. Sekalipun dia sempat merasakan romance sesaat di pinggir pantai dengan temannya kevin, tetapi dia harus merasakan bully yang memaksa Kevin untuk memukulnya


Chiron dewasa sendiri menjadi sosok yg berbeda, yg menjadi pengedar obat juga yang laki banget. Akhirnya dia harus belajar untuk menerima masa lalunya dengan ending yg agak agak gimana yah? Yah nanti nonton sendiri aja yah

Tetapi yang salut dari film ini selain karena tidak ada satupun pemain yang tidak berkulit hitam, adalah kemampuannya dalam mengangkat cerita yang terdengar berat dengan latar belakang karakter yang juga tidak ringan menjadi sebuah kisah yang membuat kita berpikir ketika selesai menonton filmnya.  Sutradaranya berhasil membawa kisah Chiron yang diperankan tiga aktor berbeda dengan cemerlang memjadi sebuah kisah yang begitu menyentuh.


Setelah menonton film ini, semakin yakin sih memang film ini pantas menjadi pemenang Oscar. Kisah tentang pria gay kulit hitam yang jarang banget diangkat dengan begitu menyakinkan dan indah. Dan akting pemainnya, terutama pemain Chiron yang begitu cemerlang membuat film ini menjadi semakin komplit

Semoga kisah seperti ini bisa membuat kita semakin terbuka wawasannya bahwa diluar sana ada begitu banyak kisah pria gay yang tidak kita ketahui kisah hidupnya yang penuh dengan momen indah maupun momen menyakitkan karena memang begitulah inti hidup. Inti utama dari hidup itu bukanlah happy ending seperti romantic comedy. Inti dari hidup itu adalah kisah perjalanan dalam mencari ending yang diharapkan dari hidup itu sendiri. Itulah yang menjadi inti dari hidup itu sendiri. Itulah yang menjadi inti kisah Chiron dalam film ini. And that's why I love this movie


4 komentar:

  1. Film ini low-key tapi sarat pesan sosial. Entah itu tentang keluarga disfungsional, kekerasan, dan juga orientasi seksualitas. Ketimbang La La Land yg lebih menegaskan glamor dan kelamnya Hollywood, ini sudah lebih pasti jauh mengena untuk masyarakat pada umumnya.

    Cuma sayang, endingnya miris dan bikin sedih ya? Terutama begitu Chiron tahu kalau Kevin punya kehidupan yang lebih 'beruntung' daripada dia. Serius dah, bikin terenyuh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. endingnya sih menurut aku emang bagus sih gitu. Bikin kita jadi mikir soalnya... mikir sambil sedih hehehe

      Hapus
  2. Lebih 'beruntung'? yakin? Klo definisi beruntung adalah pasrah dan kudu diterima masyarakat sih mungkin bisa, in the end sih dia ngerasa ad yg ilang, itu kenapa dia kontak chiron lagi,

    BalasHapus
    Balasan
    1. yah "keberuntungan" yang ga terlalu sesuai kata hati sih

      Hapus