Senin, 19 Desember 2016

What Have I done this year?



2016 akan segera berakhir dalam hitungan hari. Buat sebagian besar orang ini berarti adalah countdown untuk menyelesaikan resolusi yang telah kita canangkan di awal tahun untuk kita sendiri. Buat sebagian besar orang lain mungkin itu hanyalah sebuah alasan untuk melupakan resolusi tersebut sejenak karena kita masih berkesempatan untuk kembali mencanangkannya di awal tahun baru depan.

Tetapi mungkin untuk refleksi diri sendiri, ada baiknya kita coba tanyakan kita beberapa pertanyaan di bawah yang mungkin tidak berhubungan langsung dengan resolusi kita untuk punya six pack atau travelling ke Nepal. Tetapi pertanyaan ini bisa membantu kita untuk melihat kembali apa yang telah terjadi di tahun ini, dan bagaimana kita menjalankannya demi kebaikan kita sendiri

1. Have I caused any unnecessary drama this year?
Apakah tahun ini ada drama drama ga penting yang secara sengaja ataupun tidak sengaja kamu mulai dan berakibat panjang baik terhadap dirimu sendiri ataupun orang lain? Mungkin jerit jerit kepada cowokmu di tengah mal ketika kamu ga sengaja melihat ada cowok lain memanggil dia "sayang" di whatsapp notificationnya dia? Atau mungkin kamu menelpon ke nyokap mantanmu untuk memberitahukan bahwa anaknya yang telah mengkhianati cintamu adalah seorang gay? Atau mungkin kamu sempat harus membuat panik teman temanmu ketika jam 3 pagi kamu mengirim foto kamu dan silet dengan tangan berdarah darah akibat ditinggal kawin oleh cowokmu?

I dont blame you for the drama. But it might be a good time to reflect on it, and see how does actually it impact you and everybody else. Apakah setelah diingat-ingat kamu merasa dramanya agak ga penting dan malah konyol kalau di pikir-pikir? Yah jadikanlah itu sebagai pembelajaran mahal untuk lulus ke kelas berikutnya dalam mata kuliah "pendewasaan diri untuk keberlangsungan hidup"

2. Have I told him that I love him this year?
Apakah kamu masih hidup dalam kebimbangan karena masih memendam perasaan pada seseorang sejak awal tahu dan masih belum berani mengatakan padanya. Padahal kamu telah melihat dia dua kali ganti cowok sambil ikut sedih marah ketika dia jadian dan ikut senang ketika dia putus? Apakah kamu sudah menyatakan perasaan mu kepadanya. Mungkin saja menurut kamu dia tidak akan pernah mau melirik cowok seperti kamu. Mungkin dia adalah mantan temanmu tahun lalu sehingga kamu nggak enak untuk mengatakan hal tersebut padanya.

Tetapi kamu tahu nggak, kalau kamu mengungkapkan padanya, memang ada kemungkinan dia menerima atau menolak. Tetapi apapun keputusan dia, itu akan mengubah hidupmu sehingga di tahun depan kamu tidak harus tetap hidup dalam kebimbangan ga jelas ini. Kalau di terima, yay! punya cowok akhirnya. Kalau di tolak, yah saatnya move on dan mencari cowok lain yg akan bisa menerima kamu

Tentunya ini tidak berlaku kalau dia adalah cowok orang lain, atau cowok straight atau malah suami orang lain yah. In that case, just move on to the next one please. Ngapain menggantung perasaan pada suatu yg udah jelas ga ada ujungnya

3. Have I done anything useful for my community this year?
Kamu tidak harus kok ikut melawan orang kantormu yang kolot dan menghina hina LGBT di depan umum. Kamu juga tidak harus ikut demo di depan istana negara untuk meminta marriage eqaulity untuk LGBT di Indonesia. Itu mungkin terlalu ekstrim buat sebagian besar dari kita.

Tetapi paling ga, ketika ada yg mengatakan hal hal jelek tentang LGBT, apakah kamu ikut menyiram bensin pada percakapan tersebut demi menjaga citra kamu sebagai "cowok straight" di hadapan yang lain? Apakah ketika ada teman ngajak ngobrol dan mereka beneran clueless soal LGBT, kamu memberikan opinimu yang netral atau positif terhadap LGBT sehingga mereka bisa memiliki gambaran yang lebih baik terhadap komunitas kita? Apakah ketika ada yang share berita ga benar tentang hina dina pernikahan gay yang diadakan di bali lewat Facebook, kamu ikut share dan nambah2in komen ga jelas demi ga terlihat mencurigakan sebagai gay di hadapan teman teman facebook mu?

Sumbangsih terhadap komunitas gay dalam hidupmu bisa kamu mulai dari hal hal kecil kok. Dan tidak perlu dalam skala besar. Mulailah dari hal kecil yg positif, atau paling tidak jangan memperburuk suasana hanya karena takut terlihat seperti pendukung LGBT

4. Have I tested for HIV this year?
No question about this. Sudah berapa kali kamu test tahun ini?

Dont be fool. Go test.

Ketakutan kamu tidak akan merubah hasil test. Tetapi dengan tahu hasil testmu, kamu akan bisa mempersiapkan diri agar bisa tetap menjaga kualitas hidup kamu

5. Have I learn to love myself more this year?
Masih ga mau bercermin di depan kaca tanpa baju? Masih mengeluhkan bekas jerawat dimuka kamu? Masih mengeluhkan titit kamu yang ga sebesar pemain bokep? Masih mengeluhkan dirimu yang tidak pernah terlihat seperti model di setiap foto instagram kamu?

Kalau kata RuPaul sih "If you dont love yourself, how in the hell you gonna love somebody else"

Ada hal hal dalam hidup ini yang tidak bisa diubah, Ada hal hal yang bisa di tingkatkan kualitasnya. Kenapa harus terus fokus terhadap hal hal yang sudah tidak bisa diubah hanya karena tidak sesuai dengan standar yang kita patok untuk orang lain, dan malah melupakan kualitas kualitas yang sebenarnya bisa ditingkatkan dari dalam diri kita. kalau kata SBY sih sampai lebaran Kuda juga kita tidak akan pernah bisa merubah tinggi badan kita menjadi sama dengan teman teman kita yg turunan indo semua. Kita juga tidak akan pernah bisa merubah muka kita kecuali kalau kamu mau keluarin ratusan juta rupiah untuk merubah muka menjadi muka plastik yg membuat kamu nggak bisa ketawa lagi.  Mending fokuslah pada hal hal yang bisa ditingkatkan yang bisa membuat kita lebih percaya diri. Mungkin les vokal agar bisa mengasah suaramu menjadi lebih bagus dan kamu bisa dikenal sebagai "si suara malaikat". Atau belajar untuk meningkatkan kemampuan bahasamu sehingga kamu akan dikenal sebagai "si jago bahasa prancis".  Ada begitu banyak cara untuk meningkatkan kualitas dirimu tanpa harus meratapi hal hal yang tidak bisa kamu ubah. Kalau kamu sudah tahu caranya, kamu pasti akan semakin percaya diri dan merasa lebih tentang dirimu sendiri





3 komentar:

  1. No 4 done, for the first time tested and it was positive. Already falling and breaking into ashes but thats not the death penalty. Lets just rise again like the phoenix, born from the ashes

    BalasHapus
    Balasan
    1. I've tested a few years ago. It was positive. It almost 4 years now and everything's going just fine, even better due to how you learn to it. As long as you consume the shots (ARV) routine and start to have a healthy life (such start to learn swim, running, etc.)
      You're going to be fine, and just remember, you're not alone :)

      Hapus
    2. no one is alone here:) We will always be with you

      Hapus