Minggu, 06 November 2016

Peringatan untuk Mahasiswa LGBT di UNG


Selalu ada cerita baru mengenai diskriminasi terhadap komunitas LGBT setiap harinya. Dan kali ini berasal dari Universitas Negri Gorontalo, dimana rektornya sendiri Syamsu Qamar Badu yang berinisiatif membuat program di lingkungan kampusnya agar bebas dari LGBT. Dalam rapat pimpinan UNG. "LGBT saya haramkan masuk dan berkembang di UNG," tegas Rektor di Rapat tersebut

Menurut sang rektor, LGBT harus ditangani secara khusus karena dalam agama tindakan LGBT itu diharamkan, dan kalau dibiarkan LGBT itu dapat semakin berkembang dan merusak moral bangsa.

Untuk mendukung programnya tersebut, sang rektor akan memberikan sanksi keras untuk mahasiswa LGBT, Bantuan kuliah tidak akan diberikan kepada mahasiswa yang LGBT. Bahkan rektor tersebut membentuk sebuah tim khusus untuk memantau mahasiswa yang dicurigai LGBT. Para mahasiswa ini diharuskan mengikuti sesi sesi khusus yang katanya dapat mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Mahasiswa yang menolak akan diberikan sangsi keras dari kampus.

Tim ini sendiri yang terdiri dari psikolog (yang agak diragukan kredibilitasnya karena terlibat dalam proyek seperti ini) dan berbagai ahli lainnya akan bekerja seperti mata mata yang akan secara diam diam berteman dan menyelidiki mahasiswa yang dicurigai tersebut untuk mengetahui orientasi seksualnya yang sebenarnya. Mahasiswa yg benar LGBT akan mendapat perawatan khusus agar mereka dapat menjadi "normal". Tim ini berhak melakukan wawancara secara mendalam dan memanggil orang tua mahasiswa yg dicurigai. Dia juga mengatakan mereka tidak akan melakukan penyelidikan sekaligus ke semua mahasiswa agar tidak mencurigakan

Sang rektor berharap pengumuman mengenai akan dibentuknya tim ini akan menjadi peringatan untuk semua mahasiswa LGBT akan seberapa seriusnya UNG dalam "berburu" komunitas LGBT di kampusnya.  Dia juga mengatakan bahwa dia tidak akan mengeluarkan mahasiswa LGBT tersebut, karena dia menghargai hak mereka untuk mendapatkan pendidikan. Yah dia cuma akan melakukan apapun agar mereka menjadi "normal"

Untuk teman teman yang kuliah di UNG atau punya teman atau saudara yang kuliah di UNG dan merupakan bagian dari komunitas LGBT, aku harap kalian bisa menjaga diri yah terhadap perlakuan yang sangat diskriminatif seperti ini.


5 komentar:

  1. Kok disebut diskriminasi sih? Sah sah aja kali. Orang dia rektornya kok.

    BalasHapus
  2. Jelas2 diskriminasi... Bayangin elu kaga boleh dikampus karena elu rambut keriting. We are born this way. Gw nyadar gw gay dari sebelum gw masuk tk. Nyoba sembuh juga pernah sama seperti gay2 disini. Apakah bisa? Tanya aja saipul jamil.

    BalasHapus
  3. Lah, emang menurut lo hak hidup itu ditentuin sama maunya rektor lo? Jelas yg kayak ginj diskriminasi namanya. Sampe dipanggil orang tua segala? Gue sih mending cabut aja dari itu kampus.

    BalasHapus
  4. Rektornya diam2 gay juga kali sampai ngurusin segitunya

    BalasHapus
  5. Gue tinggal di Gorontalo dan baru tau kalau ada bginian d kampus (dulu) gue. Astagaaahhh hahahahha konyol ini mah... Emang mo di apain sampe bisa normal? D setrum? Rukiah? Minum obat? Jadi duta sampo? Halahhhh.... Pdahal dosen2 dsitu bnyak jga yg belok... Tsk

    BalasHapus