Jumat, 11 November 2016

Apa pengaruh kemenangan Trump bagi kita?


Donald Trump menang di pemilu Amerika. Banyak yang tidak setuju, tidak senang, kecewa, bahkan takut terutama yang berasal dari komunitas yang selama ini sering diejek maupun diancam oleh Trump, termasuk komunitas LGBT

Banyak sih yang nanya, apa hubungannya kemenangan Trump dengan kehidupan kita sebagai gay di Indonesia?

Yah jelas tidak akan berhubungan secara langsung karena Trump tidak punya kuasa di Indonesia (kecuali kalau kamu kerja di perusahaan Harry Tanoe atau Fadli Zon yang terang terangan temenan sama si Trump)


Tetapi ketakutan komunitas LGBT adalah hal yg nyata di amerika sana. Perlu diketahui Trump adalah kandidat dari partai republik yang notabene adalah penjunjung tinggi nilai nilai kekeluargaan dan perkawinan. Jelas mereka adalah pihak yang paling tidak setuju dengan diresmikannya pernikahan sesama jenis di Amerika kemarin. Jadi dengan kemenangan Trump jelas pernikahan sesama jenis akan menjadi salah satu hal yang akan digoyahkan oleh mereka. Selain itu wakil presiden Trump, yaitu Mike Pence adalah orang yang percaya dengan gay conversion untuk merubah gay menjadi straight dengan berbagai macam cara. Belum lagi niat mereka untuk menlegalkan undang undang yang memperbolehkan orang orang untuk mendiskriminasikan LGBT.


Yah semua itu memang tidak berhubungan dengan kita. Tetapi kita harus ingat bahwa Amerika adalah negara yang begitu besar dan berkuasa sehingga tidak ada satupun yang mereka lakukan yang tidak akan berdampak pada negara lain.


Perjuangan di seluruh dunia untuk kesetaraan hak komunitas LGBT tentunya akan tersendat apabila tiba tiba Amerika yang semula sangat mendukung, tiba tiba berubah menjadi penentang. Inget ga berapa banyak negara yang mengikuti amerika untuk menlegalkan pernikahan sesama jenis. Jadi kebayang donk berapa negara juga yg akan langsung mengikuti amerika kalau mereka menlarang pernikahan sesama jenis tersebut. Mereka yang semula menentang hal tersebut di negara masing masing tetapi tidak berani bersuara, skrg akan menjadi semakin lantang karena mereka memperlihatkan bahwa negara sebesar amerika saja tidak menyetujui hal tersebut. Mungkin saja nanti kita tiba tiba melihat rektor universitas seperti di berita ini tiba tiba mengutip si Trump untuk memperkuat alasannya dalam melakukan hal hal yang tidak menyenangkan pada mahasiswa LGBT di kampusnya

Belum lagi nanti kalau ada organisasi yang berkoar koar dan menunjukkan fakta bahwa sebagian besar dunia setuju dengan mereka bahwa LGBT itu salah, bahkan Amerika saja juga berpikir seperti itu. Kebayang ga seperti apa kemunduran yang akan kita alami

Yah Trump tidak akan langsung menjadi partner FPI atau polisi dalam merazia kos kos-an untuk mencari pasangan LGBT pastinya. Tetapi "kegilaan"nya bukan tidak mungkin akan membuat mereka yang memang sudah berniat menghalangi komunitas LGBT dimanapun untuk semakin berani dan nekad dan gila bersama dia

So..... It's really sad time for us. Let's just stay together, be strong, support each other and hope for the best

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar