Senin, 24 Oktober 2016

When time has passed away


Dalam satu hari denger dua cerita yang mirip mirip sama komik di atas

Cerita pertama :
Teman yg kenalan dengan cowok cakep lewat instagram akhirnya ketemuan dan end up di kos-kosan sang cowok. Setelah beberapa lama kemudian jadi teman path pasif sehingga saling mulai tahu kehidupan masing masing tanpa pernah saling kontek lagi sampai lama lama ga ada kabarnya. Trus ga lama kemudian, sang teman di ajak temen lain buat ngelayat temennya temen ( jauh banget deh koneksinya) yg meninggal. Ternyata oh ternyata yang meninggal itu sang cowok ditemuinya lewat instagram itu. Aneh aja katanya berasa kenal banget dengan hidup dia sampai ke dalam dalamnya. Tp ga pernah kenal ngobrol langsung, sekarang ngelayat dia meninggal

Cerita kedua :
Teman lain kenalan sama cowok malaysia lewat facebook, dan saling frliting flirtingan lewat facebook dan video call. Ga pernah ada niat ketemuan sih secara lumayan jauh Jakarta ke KL. Sampai lama lama bosen dan menghilang. Trus tiba tiba suatu hari di facebook ngeliat postingan orang lain di malaysia yg belasungkawa di pemakaman orang yg fotonya looks familiar. Ternyata oh ternyata mantan flirtingannya itu....

Ada yg punya cerita mirip2?

4 komentar:

  1. Aku pernah sih. Tapi bukan gebetan ato apa, cuman temenya temenku. Pas tau dia udah meninggal(kanker) jadi gimana rasanya.

    Sedih tapi juga agak bingung, wong belum pernah ketemu secara langsung. Yah jadinya cuman bisa berbela sungkawa lewat medsos.

    BalasHapus
  2. Ya, kalau ditanya pengalaman seperti ini ada juga.
    Termasuk saya yang pernah mengalaminya. :)

    jadi, sebut saja namanya Botak karena kita kenalan dia sudah dalam keadaan botak (well he's 27 and choose bald as his style).
    Kita ketemu di media sosial berlogo burung biru.
    Singkat cerita, saling ngobrol dan memutuskan untuk ketemu. Pertama kali ketemu kita nonton film hantu (lupa judulnya apa) di
    salah satu mall di Medan.
    and in the middle of movies, he's grab my hand. That's it. cuma itu ga lebih.
    dan akhirnya saya diantar pulang. dan orangnya ga pernah macem-macem. sangat sopan.

    One day, dia memutuskan untuk kerja di Ibukota yang membuat kita semakin berjarak dan mulai megurangi intesitas ngobrol.
    Saya sibuk dengan kuliah dan tugas akhir, dia sibuk bekerja demi dia dan orangtua.
    setidaknya, kita masih saling ngobrol dan teleponan menanyakan kabar.
    sesederhana itu namun cukup membuat saya tersenyum sendiri ketika dapat pesan dari dia.

    Tidak lama dia kembali ke Medan dan kita meet up. Saya-sangat-rindu. akhirnya kita ketemu dan jalan, holding hand sambil sembunyi-sembunyi dan
    selalu tertawa. in the end, dia peluk and he said "Abang sayang". Ah, siapa yang ga bakalan meleleh kalau seperti itu.

    Entah bagaimana dia kembali lagi ke Ibukota untuk bekerja, dan saya menyelesaikan pendidikan di bangku perkuliahan.
    suatu hari, saya telepon tidak diangkat, sms, whatsapp dan lain juga tidak diangkat, mungkin saya kira dia sibuk.
    1 minggu berlalu, dan tidak ada kabar. alhasil saya pergi untuk mengurus suatu urusan, di tengah perjalanan menuju kampus saya
    saya di telepon oleh dia. Jelas itu nomor telepon dia. tapi yang terjadi di dalam percakapannya malah lain.

    "Halo"
    "Ya, Halo" (Saya dengar suaranya perempuan)
    "Benar ini Noxxx"
    "Ya, saya sendiri. ada apa ya bu"
    "Dek, temennya si XXXX kan?"
    "Iya Bu, ada apa"
    "Dek, ibu cuma mau nanya si XXX ada punya salah atau hutang atau apa sama adek?"
    "Nggak ada bu, kenapa ya bu?"
    "Dek, maaf baru bisa ngabari sekarang. XXX sudah almarhum"
    "Innallahi" (Seketika itu juga saya terduduk di deket kampus, lutut lemas, sambil gemetar)
    "Iya dek, 1 minggu yang lalu dan dia kemarin minta tolong untuk telepon temen-temen dekat dia. di bilang adek gabisa dihubungi mungkin sibuk. ibu minta maaf ya kalau ada salah"
    "Iya bu" (Saya akhirnya ga sanggup menahan air mata lagi)
    "Doakan yang terbaik ya dek. nanti 40 harinya datang ya dek kalau bisa. Minta doanya"
    "Iya bu. insyaallah"
    "Makasih banyak dek"


    Akhirnya saya sadar, orang yang selama ini saya hormati, kagumi bahkan sayang pergi begitu saja.
    Sangat cepat dipanggil yang maha kuasa.
    sangat.
    Padahal kita sudah janji untuk makan bakso, nasi goreng sama.
    Pergi ke suatu tempat di daerah untuk sekedar merasakan air sungai.
    Janji bakalan nonton film marvel lagi.
    tapi kenyataannya sudah dipanggil duluan.

    Kita gak akan pernah tau siapa dan kapan orang tersebut dipanggil.
    setidaknya, kita sudah memberikan yang terbaik kepada orang yang kita sayangi.

    Akhirnya dia sudah teang disana.
    Tinggal doa saja yang saya kirimkan, semoga amal ibadah selalu menyertainya.

    Sekali lagi, terima kasih.
    Terima kasih juga bagi yang sudah membaca.
    Terima kasih juga team Touchemagz sudah membuka kembali kenangan indah.
    Ah, saya jadi kembali berkaca-kaca.

    :')

    Terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi ikutan berkaca kaca bacanya bang

      Hapus
    2. Jadi ikutan berkaca kaca bacanya bang

      Hapus