Sabtu, 10 September 2016

5 hal yang nggak "wajib" untuk gay


1. Gay itu harus suka anal seks

Anal seks adalah bentuk seks yang dilakukan dengan penetrasi anal, yang kebetulan untuk gay memang lebih ngetop dibanding untuk para straight karena memang gay tidak punya banyak pilihan tempat penetrasi sebagaimana layaknya straight. 

Tetapi itu tidak berarti semua gay harus menikmatinya. Bagaimanapun juga itu cuma satu bentuk ekspresi seksual. Kamu boleh kok ga suka jadi top, ga suka jadi top, atau ga suka dua duanya, atau malah suka dua duanya. It's up to you. Seks itu tentang apa yang kamu suka untuk menyalurkan hasrat seksual kamu. Selama itu ga merugikan orang lain, mah terserah kamu aja. Mungkin karena kamu memang siap eksplor ke sana, atau kamu memang ga pernah mau eksplor ke sana. It's up yo you

Jadi jangan bingung kalau ada yang bilang "Katanya gay, tapi kok ga mau anal sih?". Ada banyak cara lain kok untuk have fun

2. Gay itu harus fashionale

Memang sih sebagian besar orang menganggap gay itu lebih menjaga penampilan dibanding pria straight. Memang sih banyak gay yang sangat peduli terhadap penampilan. Sampai kaus polo kalo bukan Lacoste, ga akan pernah mau make. Atau yang sulam alis untuk mendapatkan alis sempurna. 

Tetapi percayalah, itu bukan sebuah keharusan kok. Balik lagi ke prioritas masing masing aja. Kalau kamu merasa kamu cukup tampil rapi tanpa harus mengikuti tren terkini, karena itu bukan prioritas kamu dalam memproyeksikan diri kamu, yah gapapa. Tetapi sebaliknya kalau kamu memang sangat mementingkan penampilan sehingga kamu harus selalu ngaca untuk mengecek apakah rambut kamu masih dalam posisi benar setiap helainya, yah ga papa juga. Cuma tidak ada keharusan kok untuk kita semua untuk tampil terkini dengan berbagai pernak pernik kekinian kalau kamu ga nyaman atau ga suka. Selama kamu nyaman, bersih dan rapi. Itu udah cukup kok

3. Gay itu harus suka dengan para Diva

Cher, Madonna, Lady Gaga, Whitney Houston sampai Kylie Minogue memang punya penggemar banyak dari kalangan gay. Tetapi itu bukan berarti sebagai gay kamu diwajibkan untuk mencintai semua itu kok. Musik adalah salah satu hal yang paling personal karena tujuannya adalah untuk membantu kamu mencari kenyamanan lewat jenis alunan musik yang paling nyambung dengan kamu. Kalau kamu ternyata doyannya slipknot atau Pee Wee Gaskins yah gapapa juga. Menyukai musik yang berbeda dan tidak mengenal sama sekali siapa para diva itu tidak membuat kadar gay kamu berkurang kok. 

4. Gay itu musti punya fag hag

Fag hag atau temen baik cewek pria gay itu memang agak umum. Mereka menjadi semacam counterpart gay untuk saling berinteraksi karena lebih saling memahami. Tetapi itu bukan menjadi sebuah kewajiban untuk kamu memiliki teman cewek yang mengerti kondisi kamu sebagai gay dan menjadi partner-in-crime kamu dalam ngomongin cowok cakep. Memang sih ketika ingin come out pertama kali ke teman kita, teman baik cewek adalah orang straight yang kemungkinannya paling besar akan menerima kamu dan bisa menjadi teman berbagi kamu

Tapi semua itu ga wajib kok. Kalau memang ga cocok jadi teman yah ga perlu dipaksain. Mau cewek, mau cowok, asalkan kamu bisa menemukan orang orang yang bisa kamu percaya untuk menjadi teman berbagi kamu, itu udah cukup kok.

5. Gay itu harus come out

Come out adalah keputusan besar yang harus dipikirkan matang matang oleh semua orang. Mengingat kita tinggal di negara yang penuh dengan orang orang hipokrit, come out menjadi salah satu keputusan penting dan sangat besar yang harus diputuskan dengan berbagai pertimbangan. Memang benar kita semua tidak ingin hidup dalam kebohongan. Memang benar kita semua ingin menjadi diri sendiri. Kita semua ingin jujur pada semua orang.

Tetapi mengingat situasi dalam masyarakat kita berbeda dengan masyarakat di New York atau di Belanda yang jauh lebih bisa menerima kehadiran gay.  Apabila ingin come out, kita harus siap untuk menghadapi berbagai tantangan yang ada. Dan yang bersiap untuk itu bukan cuma kita sendiri. Orang tua kita dan keluarga kita juga harus siap "come out" ke berbagai saudara lain ketika kita come out.  Come out lah ketika kamu siap dan merasa perlu untuk come out. Jangan come out hanya karena semata mata merasa semua orang come out dan kamu juga harus melakukannya. Pilih sendiri keputusanmu dan jalani konsekuensinya sebagaimana pria dewasa yang siap bertanggung jawab atas apapun pilihannya

2 komentar:

  1. hi min, just info aja ini menarik ute dibahas.. menkominfo akan blokir 17 aplikasi gay di indo: http://news.metrotvnews.com/hukum/GKdX1npK-menkominfo-siap-blokir-17-aplikasi-gay

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya. Dah mau tulis dari kemarin sih. Sakit pala aja baca beritanya hehehe

      Hapus