Selasa, 26 Juli 2016

My Dream Guy


Dulu ketika masih SMA sering banget mimpi tentang sebuah sosok yang menjadi cowok impian. Cowok yg sama muncul beberapa kali dalam mimpi yang berbeda beda. Tetapi dalam mimpi mimpi tersebut, tidak pernah ada percakapan, tidak pernah ada jorok-joroknya. Murni hanya sepenggalan momen momen singkat yang meninggalkan kesan begitu mendalam


Salah satu mimpi yang paling berkesan dengan “pria” tersebut adalah mimpi bahwa kita berdua naik sepeda melintasi lapangan hijau dengan latar langit biru. Angin sepoi sepoi seolah menghembus terik matahari jauh-jauh yang membuat muka terasa agak hangat kena anginnya. Di dalam mimpi itu, dia yang mengendarai sepeda itu, dan aku berdiri di belakangnya (jangan tanya detail cara berdirinya, ga ngerti kok bisa berdiri).

Kita cuma melintasi jalan di samping padang rumput itu tanpa berbicara. Yang di ingat cuma perasaan senang, puas dan lega karena tangan ini memegang pundak pria sempurna itu. Trus di tengah keheningan yang yang diisi oleh suara angin, dia menoleh ke belakang dan tersenyum manis. Senyuman yang kamu tahu artinya adalah “I am glad that I have you”. Karena merasakan hal yang sama, di mimpi itu, aku pun mencium bibirnya. Ciuman yang ringan, manis dan cuma sesaat. Tetapi bahkan sekalipun itu cuma mimpi, ciuman itu meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Berhubung dalam kehidupan nyata belum pernah ciuman (another story another time), maka bertahun tahun kemudian ciuman itu menjadi benchmark berbagai pria berikutnya. Yang jelas dalam pencarian tersebut, tidak ada yang pernah menyamainya. 


Mimpi lain yang aku ingat adalah mimpi terbangun di pagi hari yang rasanya rasanya segar banget. Aneh yah, lagi tidur bisa mimpi bangun. Agak agak Inception. Tapi yah di mimpi itu ingetnya pas bangun di atas tempat tidur dengan seprei yang agak berantakan dan bunyi kipas angin yang digantung di langit-langit yang berputar pelan. Pas kucek kucek dikit dan lihat ke kanan, si pria impian itu sedang berbaring menyamping sambil bersandar pada tangannya dan melihat dengan mata tajam dan senyum manis banget. Perasaan yang diingat pada saat itu adalah perasaan lega karena “I have somebody for me”, perasaaan yang seolah olah berkata “I am ready for today because I have somebody that will always wake up beside me, somebody dedicated only for me”. Ketika membalas senyumannya, dia seolah menangkap ucapan “I love you” yang cuma dipancarkan lewat pandangan tersebut. 

Tangannya yang satu lagi diangkat dan menyentuh pelipisku bergerak pelan menuju bibir dan mencubit pelan bibir bawahku dengan pandangan yang belum terlepas dari mataku juga. Yang diingat banget dari mimpi kedua ini adalah tatapan satu sama lain yang begitu intense seolah olah penuh dengan kata kata tetapi ga terucapkan.

Kedua momen itu yg teringat banget yang membuat bertahun tahun kemudian selalu berusaha mencari sosok pria tersebut. Mungkin aku punya kemampuan melihat masa depan lewat mimpi dan menangkap hint jodohku lewat mimpi itu. Mungkin itu adalah sebuah petunjuk untuk aku dalam memilih pacarku kelak. Mungkin itu cuma mimpi anak SMA yang tidak mengerti apa apa soal cinta.


Sekarang sih, setelah bertahun tahun aku sudah menemukan pria yang  telah bertahun tahun memiliki status sebagai partner dalam berbagi segalanya selama bertahun tahun. Dia tidak bisa naik sepeda. Dia juga tidak pernah bangun lebih pagi karena memang tidurnya agak kebo. Dan dia benci kipas yg di langit-langit karena menurutnya seolah olah seperti bisa jatuh sewaktu-waktu. Ciuman dengannya  pun rasanya berbeda.

But I am happy. Semua perasaan yang aku rasakan dalam mimpi itu sudah pernah aku rasakan semua dengan dia. Sosok di mimpi mungkin menjadi semacam standard dalam tahun tahun awal “mencari cinta”. Tetapi akhirnya terlupakan juga karena kehidupan tidak bisa terus terusan dipaksakan untuk mengikuti standar seperti dalam mimpi. Mencari standar yang kadang hanya terbentuk dari imajinasi liar kita ketika otak sedang beristirahat itu melelahkan. Dan sering membuat kita lupa dengan apa yang paling penting dalam pencarian kita.  And it was how he made you feel. Itu yang paling penting


Cuma kalau ternyata aku benar benar punya kemampuan meramal masa depan, dan sosok pria sempurna itu memang ada, cuma emang belum muncul aja gimana yah:D

12 komentar:

  1. Min....kok bisa yah kita dapat mimpi yang mirip2 begitu? :):) sewaktu terbangun rasanya sangat manis dan tdk terlupakan sampai mau menangis karena dia tiba2 hilang dari samping kita. hingga saat ini masih mencari2 pria seperti yang ditemui dalam mimpi. walaupun tahu itu semua hanya dalam mimpi. tapi rasanya memang tercetak di hati dan terukir di tulang :)

    BalasHapus
  2. I wish i were you min :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. At least u already found ur partner :(

      Hapus
  3. Min. Blom bahas Looking: The Movie???

    BalasHapus
    Balasan
    1. belum nonton:D hehehe. Ntar wiken deh

      Hapus
  4. Dulu pernah juga mimpi berdua sama seorang cowok pake sweater rajutan warna putih dan berpelukan di lantai dua dekat jendela di sebuah rumah yang gak terlalu besar.

    Cuma berpelukan aja sebenernya tapi perasaan hangat yang dirasakan was so intense. Bahkan suara detak jantungnya pun bisa terdengar.

    IRL keknya belum aja kejadian bahkan sampe skrg wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. ingat baik baik aja perasannya:) Ntar pasti ada kok

      Hapus
  5. iya betul min. kadang kita bermimpi pria ideal kita dan hanya walau hanya bertemu dalam mimpi tapi rasanya itu sangat hangat mendalam & so touchy di hati kita. walau dalam kehidupan nyata sudah meluk dan kiss dengan banyak pria tapi belom pernah tuh yang rasanya bener2 seperti pria dalam impian yang entah siapakah dia?

    BalasHapus
  6. Angan, Harapan, dan Kenyataan itu berbeda. Itulah kenapa mimpi diciptakan . Psikologismu sedang menghibur dirimu sendiri dgn kondisimu skrg. Yah, thats life. At least, you have someone @touchemagz

    BalasHapus