Selasa, 05 Juli 2016

Fatwa untuk transgender di Pakistan


Pakistan bukan termasuk negara yang ikut dalam keriuh-rendahan ketika persamaan hak LGBT menjadi bahan pembicaraan hangat. Tetapi dibalik ketenangannya sebenarnya Pakistan telah mulai memberikan persamaan hak untuk salah satu unsur dalam LGBT yaitu Transgender di tahun 2012 dalam penerimaan warisan. Setahun sebelumnya juga diberikan hak untuk ikut dalam pemilu untuk transgender

Dan kini sekelompok ulama dari Pakistan bernama Tanzeem Ittehad-i-Ummat mengatakan bahwa transgender diperbolehkan menikah selama dalam rambu rambu tertentu. Transgender yang memiliki indikasi fisik pria diperbolehkan menikah dengan transgender yang memiliki indikasi fisik wanita. Pria ataupun wanita normal juga diperbolehkan menikah dengan transgender yang memiliki indikasi fisik yang jelas dan lawan jenis dari calon pengantinnya.

Selain itu transgender juga dinyatakan untuk berhak atas warisan dalam hukum islam dan diperbolehkan untuk dimakamkan dalam upacara islam. Fatwa ini ditanda tangani oleh 50 ulama di Pakistan dan diumumkan dibulan puasa kemarin

Detail tata laksana dalam keseluruhan hal ini masih tidak terlalu jelas sih. Karena sebenarnya transgender juga masih sering menjadi bahan olok olok, diskriminasi hingga kekerasan di Pakistan sendiri. Tapi di dalam fatwanya jelas disebutkan bahwa merendahkan dan melecehkan transgender jelas salah di dalam hukum shariah

"Menyebutkan hal hal tidak pantas terhadap transgender, mempermainkan mereka, menggoda mereka atau memikirkan bahwa mereka lebih rendah dari yang lain adalah bertentangan dengan hukum shariah, karena perbuatan itu seolah olah tidak menghormati ciptaan Allah, yang jelas sudah salah hukumnya", kata fatwa tersebut

Jadi ingat mengenai pesantren transgender di Yogya yg dipaksa tutup yah. Coba mereka mendapatkan dukungan seperti ini juga.

sumber : http://thediplomat.com/2016/07/pakistani-clerics-issue-fatwa-approving-transgender-marriage/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar