Minggu, 12 Juni 2016

Web series : Grey Rainbow


Another new web series to love. Kali ini dari Thailand yang berjudul "Grey Rainbow". Cuma 4 episode kok, sekalipun satu episodenya sejam lebih. Kedua pemeran utamanya Nuer dan Porche (yeah it's really his name) adalah sahabat sekamar di dorm selama 4 tahun. 


Kisahnya sebenarnya agak membingungkan dan agak lambat di episode pertama. Kualitas produksinya juga ga seperti serial GayOK atau bahkan Addicted. Aktingnya juga agak butuh waktu untuk membiasakan diri. Tetapi sebelum memutuskan untuk berhenti menonton, coba paksain tonton sampai akhir episode dua dulu. Jamin ga pengen berhenti dan malah sedih banget ketika episode ke 4 berakhir


Jadi ceritanya Porche adalah mahasiswa gay yang memendam perasaanya kepada teman sekamarnya yg sudah punya cewek bernama Jane. Tetapi perhatian yang diberikan Nuer kepadanya membuat dia sempat bertanya tanya juga. Dan sampai pada akhirnya yah seperti foto foto promotionalnya mereka menjadi pasangan sih dengan berbagai drama dan kisah manisnya. 


Dan kalau diperhatikan baik baik, ceritanya sebenarnya bukan sekedar drama gay dengan bumbu drama keluarga dan percintaan. Stigma gay dengan semua prejudicenya dan pihak yang terlibat, terpapar jelas dalam setiap rangkaian ceritanya. Sejalan dengan tugas paper si Porche dari pertama yang memaparkan mengenai kesetaraan hak yang diinginkan oleh LGBT, yaitu untuk hidup berkeluarga dan diakui oleh yang lain


Endingnya ga usah diceritain lah yah. Tetapi setelah nonton episode 4, ada baiknya menonton ulang lagi dari episode 1 yang akan memperjelas banyak hal yang tadinya kita kira sebagai adegan membosankan tanpa makna. Tetapi saran aja sih, buat yg ga mau sakit hati dan ga tahan drama, begitu selesai episode 2 stop nonton aja deh:)


Btw, bersukur banget ada yang terjemahin semua percakapan mereka ke bahasa Inggris seperti Paper plane. Tp somehow kok aku merasa aktor yg meranin Porche ini kadang suka kurang "tune in" yah. Ga kaku sih. Tp somehow bisa lebih pol biar lebih "berjiwa" aja sih karakternya. Dan satu lagi, dia lebih cakep tanpa polem alias poni lemparnya sih. Tp ga papa lah. Jarang jarang serial gini yg sampai menikah dan punya anak kan pasangan gaynya:)




Bonus :

22 komentar:

  1. Akhirnya ada yang menggantikan Addicted/Heroin/Shangyin di tahun 2016. Agak nggak percaya kalau film BL Thailand bisa punya pesan sedalam ini, dan banyak layer di tiap scenes nya.
    Plotnya ga secepat Addicted dan jauh lebih halus, sehingga penonton dibawa ke dalam pikiran Porsche. Semakin nonton akan semakin menangkap apa pesan yang ingin disampaikan film maker tersebut.

    One of the best!

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Nonton udah 2x...paling suka episode satu sama dua nya....nuer nya ngangenin senyumnya...

    BalasHapus
  4. How grateful i am. Nemu web series begini, awalnya mikir bakalan preditable banget sama kayak series lainnya. Tapi too shy for admit thay i was crying haha. Selesai nonton bikin mood unconditional banget. Tapi penyampaiannya epic, and i don't know what to say. I do really love this web series, especiallnya Nuer, Porsche too. I do love it❤

    BalasHapus
  5. ending episode empatnya nyesek walau kesan awalnya kek dipaksain. tapi ya itu tadi. kalo liat lagi dari episode awal, bakalan ngerti maksudnya DX

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jelasin donk gan, ane uda nnton balik ke episode 1 masi blom dpet benang merahnya

      Hapus
  6. Kok aku ga begitu paham ya kenapa si nuer meninggal .ada yang bisa bantu jelasin?makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaà ngk ngerti, tolong dijelasin 😣😣

      Hapus
  7. Azz sama kaya cerita hidup gw (halah). Jadi temen sekamar gw ini (obviously straight), suka memperlakukan gw kayak pacarnya (dia udah punya pacar jg). Kadang suka meluk dari belakang, kadang suka megang tangan gw, kalo jalan berdua suka dempet, dan masih banyak lagi tingkah mesranya ke gw. Tanpa dia tau hati gw berdesir2 gak karuan. Tapi gak tau sih dia tau gw gay atau engga.

    Pesan buat cowok straight di luar sana, jangan memperlakukan gay seperti itu. Rasanya sakit pas tau kami gak mungkin mendapatkan kalian :(

    *maaf numpang curhat hahah

    BalasHapus
  8. Sampai kebawa mimpi lha ini series, awesome story!

    BalasHapus
  9. so touching till cant breath...love this series so much!!!

    BalasHapus
  10. Jalan cerita serial ini emang dalam dan jelimet. tapi sangat bagus dan menyentuh. Porsche diperankan oleh actor muda Kasidej Hongladaromp msh berusia 18 thn wkt shooting serial ini. jd maklum saja aktingnya msh blom terlalu into.

    Berbagai teori membahas bahwa cerita ini merupakan diari yang ditulis oleh Porsche. sedangkan waktu di setiap quote scene itu merupakan durasi wkt scene di rentang kisah kebersamaan mrk. sedangkan waktu 0.00 di akhir kisah merupakan detik terakhir Nuer meninggal " Our Love, will live on forever " dimana Porsche mengakhiri diari yg ditulisnya.


    Diawal cerita Porsche tampak membahas teori assignment ttg hukum LGBT di dpn mahasiswa universitas di chiang mai. Ada teori yg mengatakan dia membahas assignmentnya sesudah dia mengakhiri skripsinya. Tp aja jg teori yg mengatakan dia memberikan lecture sebagai asisten dosen di akhir kisah sesudah Nuer meninggal. Walau dia tdk menjadi dosen tetap di Universitas tersebut. Karena sesuai janjinya kepada Nuer bahwa dia akan tinggal di elephant camp & menjaga Tang On anak Jane yang menjadi anak adopsi mrk berdua.

    Kematian Nuer yang mendadak disebabkan oleh simpton penyakit turunan dr ibunya. Di sebutkan dr kisah ayah Nuer kpd ayah Porsche yang bercerita bahwa ibu Nuer tdk bs memiliki anak lg krn faktor penyakit tertentu. Sewaktu Jane sakit di rmh sakit dan membutuhkan darah AB, Nuer bilang bahwa dia tdk bisa menyumbangkan darahnya. Jd bukan karena golongan darahnya yg beda. Sehingga Porsche yang menyumbangkan darahnya.

    Dari episode pertama jg Porsche tampak sering memberikan hadiah jam tangan kpn Nuer agar Nuer bisa lebih banyak mendapat tambahan waktu. Dari sini tampaknya Porsche sudah tahu kalo Nuer memiliki riwayat simpton penyakit tertentu dan diyakini tdk akan berumur panjang. Apalagi di episode 3 Porsche bermimpi bahwa Nuer meninggal. Membuat Porsche diyakini memiliki vision ttg masa depan Nuer. Walau diyakini juga Nuer meninggal jauh sesudah mereka berdua menikah.

    Sedangkan Ice yg merupakan sahabat baik Porsche tdk lain merupakan diri Porsche sendiri yang mereflexsikan alam bawah sadar dirinya sendiri. Bukankah kita pun memiliki alter ego masing2. Semenjak Nuer dan Porsche berciuman pertama kali, Ice sudah tdk hadir lagi diantara mereka. Bahkan terakhir sesudah Nuer meninggal, Porsche mengatakan sudah tdk ada waktu lagi bersama Ice yang berarti sudah tdk ada wkt lagi bagi Porsche utk memikirkan dirinya sendiri. Dan dia mengucapkan goodbye kpd Ice. dan Ice pun digantikan oleh Nuer yang mengisi hari2 Porsche. Ini terlihat di episode terakhir dimana Porsche menjalani hari2nya dgn berdialog dengan Nuer setiap waktu. Di awal2 episode tampak Porsche selalu berpikir dulu sebelum menjawab pertanyaan Nuer itu dikarenakan dia selalu berdialog dulu dgn Ice yang merupakan alam bawah sadarnya. Dikarenakan jg dia menahan perasaan cintanya utk Nuer.

    Di awal episode tampak Nuer mengendarai sepeda motor mengantar Tang On ke sekolah. Di akhir episode tampak Porsche yang mengendarai motor mengantar Tang On ke sekolah. Seharusnya sih tugas Nuer yang mengantar Tang On naek motor ke sekolah, tapi karena Nuer meninggal tugas itu digantikan oleh Porsche. Di episode awal Nuer memaksa Porsche belajar mengendarai motor yang selalu ditolak Porsche. Tp di akhir kisah Porsche berhasil menaklukan ketakutannya naek motor dan menggantika tugas Nuer sehari2....

    Sedih sih nonton serial ini. bukan karena kisah romantisme mereka saja tapi nilai2 yang dimuat di serial ini benar2 bagus. Stigma sosial masyarakat, keluarga, agama, persahabatan, semua nya terangkum mendalam di dalam serial ini. Thailand yang notabene negara Budha yang LGBT friendly dan sangat terbuka terhadap orientasi sexual lain ternyata sebagian masyarakatnya jg msh ada yg menolak keberadaan LGBT yang dianggap kaum minoritas. Is all about love dan penerimaan. Seperti kata para pendeta Budha diserial ini Being gay is not karma in the past, so dont ask about your sin or what you have done in the past. But you have to live this time as good. There lived with the way that makes you happy...

    BalasHapus
    Balasan
    1. O... Gitu ya,soalnya ga ngerti kok nuer meninggal. Makasih

      Hapus
    2. Thankyou so Much buat penjelasan panjang lebar nya. Sangat membantu buat saya yang kurang faham dengan sebagian adegan2 difilm ini. You're so greatfull

      Hapus
  11. Bagi yang masih belom jelas mengenai serial ini bisa baca bahasannya di forum soompi


    http://forums.soompi.com/en/topic/386721-thailand-drama-2016-grey-rainbow/?page=4

    BalasHapus
  12. Nice review...:) Selalu senang dengan filosofi Budha yang mengajarkan penerimaan, kebajikan, kasih sayang terhadap sesama manusia & mahluk hidup lainnya. Umat Budha mengajarkan toleransi tinggi terhadap sesama dan dalam kitab sucinya sama sekali tdk ada hujatan dan pandangan buruk terhadap kaum LGBT. maka dari itu negara2 yang mayoritas agamanya Budha seperti Thailand, Taiwan, Nepal, mereka lbh terbuka & menerima LGBT sesuai dgn ajarannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Paling ga mau mengkaitkan agama dengan LGBT sih, tp teori km sepertinya ada benarnya juga:)

      Hapus
  13. Nice quote from Porsche " Being Gay isnt by choice, Its by nature, and what you are will always be with you "

    BalasHapus
  14. Senang rasanya liat kebebasan berekspresi, kebersamaan dan kemesraan dua aktor Kasidej Hongladarapomp 'Porsche' dan Nut Rattanamongkol 'Nuer' di depan umum sebagai bentuk fans service kepada para fans & media2. Tidak spt Johny Huang 'Gu Hai' dan Timmy Xu 'Luo Yin' yang di cekal dan black list oleh pemerintah China.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. pemerintah Thailand sekalipun ga mendukung, tp paling ga, ga melarang serial seperti ini:)

      Hapus