Kamis, 26 Mei 2016

Cerita Mr Gay Syria 2016


Kita tidak bisa memilih dimana kita ingin dilahirkan. Kita juga tidak bisa memilih orientasi seksual ketika kita dilahirkan. Oleh karena itu ketika dilahirkan sebagai gay di negara seperti Syria, tentunya hidup akan mejadi lebih sulit. Sebagian besar penduduk Syria kabur dari negaranya akibat perang saudara dan ISIS menjadi pengungsi di berbagai negara lain. Tetapi untuk pengungsi gay, perjalanan mereka menjadi pengungsi adalah keputusan hidup dan mati karena apabila mereka kembali ke Syria pilihan mereka adalah dipenggal atau dibuang dari bangunan tinggi oleh ISIS

Tetapi untuk mereka yang sementara waktu berhasil mengungsi, mereka ingin menunjukkan kepada dunia bagaimana gay dari Syria bertahan dari semua kekejaman tersebut. Beberapa Gay Syria yg di Istanbul mengadakan pencarian Mr Gay Syria untuk dikirimkan ke Mr Gay World agar dapat menjadi perwakilan suara mereka untuk memberitahukan pada dunia mengenai apa yang terjadi dengan Gay di Syria

Salah satu kontestan bersama Wissam berlatih berjalan menggunakan high heel di panggung
Di Istanul paling tidak para gay Syria ini merasa masih bisa sedikit mengekspresikan dirinya 
Omar yg berbaju merah dan Wissam berbaju tank top juga berharap ajang Mr Gay Syria ini dapat berbuah positif
Backstage pemilihan Mr Gay Syria yang hanya diikuti 5 peserta yang tetap memiliki semangat tinggi. Salah satu peserta Wissam siap dengan kostum kulit, kuping mickey mouse dan high heelnya
Turki adalah salah satu negara yang dianggap cukup ramah terhadap pengungsi gay sekalipun mereka sering mendapat kekerasan dari sesama pengungsi yang menganggap mereka memalukan
William adalah salah satu peserta yang menadakan striptease sebagai pertunjukan di sesi bakat. William sendiri sekarang ada di Athena terkatung katung menunggu nasibnya yang belum jelas akan dibawa kemana sebagai pengungsi
Hussein Sabat memenangkan pemilihan ini dengan mempersembahkan sebuah monolog mengenai menjadi gay Syria di sesi adu bakat
Nader meminang kekasihnya Omar yg merupakah salah satu kontestan. Mereka sedang berusaha agar Omar mendapatkan status pengunsi di Norwegia, dimana Nader telah siap menunggunya di sana
Kelima kontestan sebenarnya mengambil langkah sangat berani mengikuti ajang ini karena berarti identitas mereka sebagai gay berkemungkinan akan diketahui oleh sesama pengungsi Syria lain
Sabat sang pemenang ditemani oleh pengurus kontes, Mahmoud Hassino mempersiapkan penampilan baru untuk keikutsertaannya dalam ajang pemilihan final Mr Gay World 2016 di Malta
Tetapi sayang sekali, sehari sebelum kontes di malta dimulai, di hari ulang tahunnya, Sabat memperoleh kabar bahwa visanya untuk ke Malta di tolak 
Akibat penolakan visa tersebut, Sabat tidak bisa pergi ke Malta untuk mengikuti ajang tersebut dan menyuarakan tentang Gay Syria di ajang internasional tersebut
Sabat ingin memberitahukan pada seluruh dunia  "Kami ingin agar orang orang tahu bahwa Gay syria lebih dari sekedar tubuh yg dilempar dari gedung tinggi oleh ISIS. Kami punya harapan mimpi. Dan kami juga ingin menjalani hidup kami"
Sabat dan kekasihnya berdansa bersama di sebuah cafe di Istanbul sambil berharap kehidupan yang lebih baik untuk mereka di kemudian hari
Mahmoud Hassino, yang merupakan penyelenggara Mr Gay Syria 2016 menggantikan Sabat di ajang pemilihan di Malta. Tetapi dia mengundurkan diri di hari ketiga menolak untuk berpartisipasi di ajang adu swimwear. Semua peserta tetap menunjukan simpati dan rasa hormat atas keputusannya
Ajang Mr Gay World 2016 sendiri di menangkan oleh perwakilan dari Spanyol yg bernama Roger Gosalbez Pitaluga
Sabat dan sahabatnya Wissam yang juga ikut serta dalam pemilihan tidak menyesali keikutsertaan mereka dalam ajang ini. Mereka berharap semoga semangat yang mereka bawa tetap tersampaikan sekalipun mereka tidak bisa ke Malta
Sabat sangat mengerti keadaan gay di Syria dengan keberadan ISIS karena kekasihnya pertamanya, Zakaria adalah salah satu korban ISIS yang dipancung kepalanya. ISIS mengirimkan video pemancungan kekasihnya itu ke keluarga dan temannya. Sabat sendiri telah pacaran dengan Zakaria selama 4 tahun sebelum dia dipancung 3 tahun yang lalu
Keluarga Sabat sampai skrg belum tahu bahwa dia adalah gay. Dan dia sama sekali tidak ada rencana untuk memberitahukannya karena cuma akan berdampak semakin negatif terhadap keluarganya yg akan malu dengan keberadaannya. 9 bulan yg lalu dia sendiri baru dihajar oleh sesama pengungsi hingga tidak bisa membuka matanya selama sebulan
Memang akhirnya Sabat tidak bisa mengikuti ajang Mr Gay World 2016 dan menceritakan tentang kisah gay di Syria, tetapi paling tidak kita bisa membantunya dengan meceritakan kisah ini kepada gay lain yang kamu kenal agar kita tahu bahwa di sisi dunia lain, masih ada gay yang berjuang untuk hak hidup dan mengejar mimpinya di tengah berbagai tragedi dalam hidunya

Foto oleh : Bradley Secker
Sumber : Buzzfeed dan Daily Mail

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar