Sabtu, 12 Maret 2016

Social Experiement LGBT oleh Sacha Stevenson



Seneng ketika seorang Sacha Stevenson mengangkat topik ini. Para youtuber lokal pastinya pada ketakutan untuk mengangkat topik ini. Seorang bule yg cuek dan nothing to lose tentu akan lebih berani ngobrol soal ini di chanelnya.

Social experiement yang dilakukan sih sederhana. Ini dilakukan karena dia ingin tahu benerkan pemberitahuan media yang mengatakan bahwa masyarakat Indonesia bener bener tidak bisa menerima LGBT. Jangan jangan cuma hasl "gorengan" media aja

Pertama dia nanya apakah ada terganggu kalau ada tetangga yang gay? Sebagian besar sih terganggu karena merasa mereka tidak normal. Ada sih beberapa yang nggak masalah selama ga diganggu. Trus kalau LGBT sebagai teman gimana? Yah banyak sih yg terima dengan catatan akan membantu mereka untuk kembali ke jalan yg benar. Dan pertanyaan terakhir, kalau anaknya LGBT terima nggak? Surprisingnya yg semula menerima punya tetangga gay, tidak mau punya anak yang gay

Kalau dari video ini sekilas sih bisa dibilang orang Indonesia pada dasarnya bukannya benci pada LGBT, tp lebih ke merasa mereka itu salah dan harus dibenarin. Banyak yg ga masalah asal ga diganggu, dan melakukan hal hal yang bikin mereka risih. Dan banyak yg punya niat "baik" untuk menyembuhkan mereka. Banyak dari mereka juga yang ketidak sukaanya itu berdasarkan pada nilai agama dan "keindonesiaan" yang mereka sendiri juga ga terlalu jelas. Tetapi ga ada yg sampai langsung siap rebus atau melempar batu kalau ketemu LGBT sih. Agak-agak "Dont ask Dont tell" sih yah.

Nah, tetapi begitu urusannya sudah masuk ke rumah mereka alias kalau udah anak mereka sendiri, mereka semua langsung menolak. Mereka menolak karena merasa mereka bisa cukup terima ketika yg menjadi LGBT adalah teman yang tidak terlalu dekat dan bisa menjadi bahan tugas mulia mereka dalam mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Tetapi kalau darah daging mereka sendiri itu adalah larangan hukumnya. Biarlah LGBT itu menjadi masalah "teman" saja yang tidak masuk ke dalam keluarga atau lingkaran kecil mereka.

Kalau liat begini sebenarnya pe er besarnya adalah edukasi sih yah. Tetapi sebelum sempat edukasi kalau terlalu banyak yg sebar berita-berita ga jelas, apalagi oleh orang orang yang lumayan terpandang, mereka ga akan pernah mendapat pemahaman yang berimbang mengenai LGBT.Yang mereka butuhkan sekarang adalah contoh sosok yg mereka kagumi yg LGBT yg bisa memberi contoh pada mereka bahwa menjadi LGBT tidak selalu berarti hal yang buruk. Bahwa menjadi LGBT bukan berarti langsung menjadi pedo ataupun penjahat kelamin. Mereka butuh seorang Ellen atau Neil Patrick Harris lokal.

Masih banyak yah pe ernya. Tp sepertinya sudah agak mulai sedikit mereda yah. Semoga cepetan lewat deh kisruh2 ga jelas ini semua

7 komentar:

  1. Neil patrick harris sama ellen lokal? Sebenernya sih banyak, persoalannya klo mreka udah dikasih stigma negatif duluan dan dijahatin, yakin mreka bakalan berani come out?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Butuh keberanian yg edan sih untuk seorang ellen atau neil patrick harris untuk come out sih. Terutama Ellen yg di tahun 90an. Kalau ada sosok public figure yg berani yg sampai come out untuk menunjukkan LGBT yg bener sih salut banget

      Hapus
  2. Sumpah yah pertama nonton ini gw nangis gak tau kenapa. Mungkin gw ngerasa aja bahwa gw terlalu lama pura pura bersembunyi. Dan suara suara orang yg disamarkan ngebuat gw gak jauh berbeda dari mereka yang tersisksa sudah sangat lama karena takut jadi diri sendiri yang gay

    BalasHapus
  3. Gilaaa, jadi suka sama Sacha hahah thanks bro udah share

    BalasHapus
    Balasan
    1. emang nih cewek blak blaknya yg bikin dia makin hebat:)

      Hapus