Minggu, 31 Januari 2016

Tips Mencari pacar di Grindr (atau aplikasi lainnya)


Lautan foto badan tanpa kepala di aplikasi seperti Grindr membuat kita seolah olah merasa aplikasi ini tidak memiliki fungsi lain selain mencari teman "hook-up". Apalagi kalimat pertama yang ditanyakan selalu "Top/Bottom" atau "ada tmpt ga". Tetapi bukannya tidak mungkin sih menemukan pacar di aplikasi seperti Grindr sih. Karena di balik setiap pria yang sepertinya hanya mencari "tubuh", banyak di antara mereka yang mungkin juga tidak menolak untuk bertemu lebih dari sekedar teman berbagi keringat.

Kalau memang kamu mau mencari pacar di Grindr, ada beberapa tips sih

1. Perlihatkan wajah
Perlihatkan wajah yang jelas dengan jarak yang tidak terlalu jauh di profile. Jangan terlalu dekat sampai cuma keliatan muka kamu, tetapi jangan terlalu jauh hingga ga jelas wajahmu. Foto harus asli(!). Jangan menggunakan foto orang lain yang menurut kamu mirip kamu. Pakai foto asli yang terlihat ramah dan jelas. Kesan pertama adalah lewat foto profile, dan bayangkanlah orang seperti apa yang ingin kamu bikin tertarik lewat fotomu. Kalau mau selfie, boleh asal jangan terlalu banyak filter sehingga kamu terlihat seperti anak cewek SMA yang mau audisi untuk girlband. Hindari foto ramai-ramai biar ga distracted. Apalagi tujuan kamu adalah menggunakan foto teman kamu yg lebih cakep yg kebetulan foto bareng kamu sebagai umpan. Percaya diri aja dengan foto kamu dgn senyum paling ramah

2. Tunjukkan tujuanmu dengan jelas di profile
Kalau kamu mau cuma cari teman, no sex, beritahukan yang jelas. Atau kamu mau murni cari pacar tp ga masalah untuk hook up dulu, beritahu yang jelas. Atau kamu murni mau cari untuk ngedate doank, no more. Beritahukan juga yang jelas. Atau memang kamu open for anything, let them know.

Berikan pesan yang sama di nama profile, pose foto maupun keterangan profile. Jangan tulis di nama profile "Look4BFonly", di keterangan profile nulis "mencari teman date buat nonton dan makan bareng, no more than that. No sex, just chat". Trus di foto pasang foto kamu hanya memakai celana dalam dengan muka ekspresi minta di jejelin. Itu membuat orang bingung apa yang kamu cari. Ketika orang salah menangkap pesan, nanti kamu malah marah2 sendiri menuduh orang ga jelas

3. Beri gambaran jelas tentang dirimu di profile
Profile di Grindr memang singkat dan cuma bisa satu foto. Tetapi itu sudah cukup untuk bercerita tentang kamu. Misalnya kamu hoby naik gunung, yah pasang foto kamu naik gunung dan tulis di profile bahwa kamu mencari teman date untuk sama sama menunggu sunrise di gunung berdua sambil minum kopi hangat dan berpegangan tangan. Kalau ada yang memiliki minat sama dengan kamu, walaupun tadinya dia ga ada niat ngedate, pasti dia akan tertarik untuk mengenal kamu lebih jauh

Daripada di bagian profile kamu cuma diisi keterangan tentang orang yang kamu cari misalnya, "no fat, only for muscle, must have job and no older than 30", lebih kamu juga isi tentang cerita kamu sendiri "Pria 25 tahun yg hoby diving dan liburan di tempat bersejarah sambil coba coba makanan setempat yang ga pedas. Hoby nonton film yang happy ending walaupun kalau horror masih ok selama ada yang nemenin. Ada co seumuran yang mau nemenin?:)"

4. Be Active
Kamu sudah pasang foto paling keren, profile lengkap. Bukan berarti tugasmu selesai. Bukan berarti kamu seperti mancing ikan yang tinggal nunggu umpan kamu dimakan oleh ikan. Kalau kamu cuma duduk menunggu yah ada sih pasti yang manggil kamu untuk chat. Kalau kamu ga buru buru yah ga papa. Tetapi alangkah lebih baiknya kalau memang ada yang kamu tertarik, coba aja ngobrol. Kemungkina sebagian besar ga akan langsung cocok. Tetapi tidak ada salahnya di coba karena bukan berarti kemungkinan itu tidak ada.

Kadang ngajak ngobrol yg profilenya ga ada keterangan dan tanpa foto juga bisa menarik. Misalnya kamu melihat ada yg cuma pasang foto Tintin dan Snowy tanpa keterangan apapun di Grindr. Bukan berarti dia ga potensial sih. Ga ada salahnya ngajak ngobrol karena mereka biasanya yang seperti itu adalah type tidak mau menarik perhatian orang. Kadang kamu akan menemukan pribadi yg menarik dari mereka yang tersembunyi ini. Tp perlu diketahui juga tujuan mereka sebagian besar adalah seks sih

Kalau aktif juga harus siap siap dicuekin yah. Jangan patah semangat kalau di ignore. No offense, kadang orang memang males menanggapi kalau ga merasa cocok dengan apa yang mereka butuhkan

5. Prepare the conversation
Sebagian besar dari Grindr memang niatnya mencari hook up. Jadi kalau ada yang langsung tanya "ngekos ga?" atau "Top atau Bottom?" harap maklum yah. Akan ada banyak yang memang mencari hook up dan tetap mencoba mengajak kamu ngobrol ke arah jorok mulu. Kalau kamu tertarik dengan orangnya bisa sih kamu coba tanyakan hal hal yang tidak berhubungan dengan selangkangan. Kalau memang dia punya niat lebih dari hook up, pasti dia akan mau menanggapi dan ngobrol lebih lanjut. Kalau tiap kali kamu tanya hobby, dia minta kamu kirim foto titit, yah boleh kamu lupakan saja.

Cara paling baik untuk melanjutkan obrolan tanpa terjebak dengan nuansa selangkangan di Grindr adalah dengan mengajak dia untuk melanjutkan komunikasi di luar Grindr. Tentunya setelah kamu cukup nyaman dan merasa dia berpotensi untuk ngobrol lebih lanjut. Jangan begitu ngobrol langsung kamu berikan pin BBM, Line ID sampai dengan no hp kamu buat whatsapp. Sebisa mungkin mulai dengan BBM atau Line yang tidak menggunakan no HP. Kalau lanjut ngobrol di sana dan udah nyaman, mungkin baru lanjut ke nelpon atau video chat atau ketemu langsung

6. Beware and be careful
Dunia ini penuh orang yang bermaksud buruk. Dan Grindr salah satunya. Yan kita maksud bukan mereka yang langsung ajak ML atau yang kirimin 12 foto isi celana dalamnya setelah ngobrol beberapa kalimat. Yang kita maksud adalah orang yang bisa menyalahgunakn fotomu, no hp mu, atau memanfaatkan kamu begitu ketemu. Mereka yang begitu ketemu bisa langsung menjebakmu untuk merampok handphonemu, mereka yang ketemu langsung cerita sedih dan meminjam uangmu, mereka yang ketemu langsung mau numpang nginep dan akhirnya kabur membawa dompetmu di pagi buta. Belum lagi mereka yang sudah sangat jelas bahwa kamu tidak mencari hook up, begitu bertemu mereka akhirnya memperdaya kamu untuk meniduri mu dengan kata kata manisnya, dan setelah itu hilang ga jelas.

Be smart aja untuk memberikan identitas diri atau ketemuan. Ga usah buru buru ketemuan. Kalau memang niat amu untuk cari pacar, ga ada salahnya ngobrol lewat chatting aja dulu beberapa lama sebelum lanjut ke tingkat berikutnya. Take your time. Ga usah buru buru.


Banyak orang bilang sia sia mencari pacar di Grindr. Yang pasang foto topless itu udah pasti nyarinya seks. Yang bilang "look friend only" ujung2nya ngajak ML juga. Yang bilang "BF only" malah nanyain foto titit duluan. Yang ga ada keterangan apa apa malah langsung tanpa babibu ngirim foto lobang pantatnya.

Yah memang benar sebagian besar dari Grindr mencari seks. Tetapi bukan berarti dari sana kita tidak akan menemukan materi bf sih. Mungkin setelah chatting jorok ga jelas kalian akan ngobrolin soal makanan favorit berjam jam. Mungkin setelah kirim-kiriman foto jorok kalian akan akan ketemuan dan malah ga ML karena sibuk ngobrol ngalor ngidul sampai jam 11 malam. Mungkin setelah rencana ngopi dan nonton kalian malah langsung ke kamar kosnya dan have sex. Tetapi setelah kelar sambil masih telanjang kalian akan saling bertukar cerita tentang pengalaman masa kecil yang dilanjutkan dengan tidur sambil berpelukan sampai pagi. Mungkin juga kamu berniat mencari pacar, tetapi ketika ada cowok cakep ngajak ML, tanpa berpikir dua kali kamu langsung ketemuan dan have seks. Dan begitu kelar ML, tanpa saling menanyakan nama, kamu pamitan, hapus nomor telponnya dan melanjutkan hidup kamu tanpa ada niat ketemu lagi.

Semua skenario itu bisa terjadi, dan semua itu adalah bagian dari pengalaman hidup. Just enjoy the life and always be safe:)



Sabtu, 30 Januari 2016

Respon untuk Menristek


Masih ingat postingan kita beberapa hari lalu di sini ketika beberapa alumni UI merasa bahwa UI tidak mungkin mendukung LGBT Network tersebut? Pusat Kajian Gender dan Seksualitas UI mengeluarkan pernyataan yang sebaliknya.

Setelah Menristek kita mengatakan bahwa "Kelompok LGBT tidak dibiarkan berkembang dan diberi ruang segala aktivitasnya. Apalagi komunitas LGBT disinyalir masuk ke kampus dengan kelompok kajian atau diskusi ilmiah", banyak pihak yang merasa pendapatnya tersebut agak berlebihan. Bahkan ketika sang menteri meralat perkataanya dengan mengatakan bahwa yang dimaksud adalah perbuatan tidak senonoh oleh LGBT di kampus, tetap saja pendapatnya tersebut tidak membuat dia terlihat lebih simpatik.

Pihak UI selaku tempat bernaungnya Network tersebut akhirnya menerbitkan surat terbuka mereka atas kejadian tersebut melalui Pusat Kajian Gender dan Seksualitas, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Salah satu kalimat penting dalam surat tersebut adalah "...Kami melihat bahwa isu LGBT juga menyentuh persoalan hak hak sebagai warga negara yang dilindungi konsitusi..." 


Klik untuk membaca pernyataan dlm ukuran lebih besar

Senin, 25 Januari 2016

Imaginary Couple


Olivier Ciappa seorang fotografer asal Prancis yang melakukan serangkaian pemotretan yang melibatkan selebriti straight yang menjadi pasangan gay. Mulai dari Eva Longoria, Lara Fabian hingga para sutradara terkenal.

Tujuan dari pameran fotografi ini adalah untuk memperlihatkan bahwa apakah hubungan yang tulus dari pasangan straight yang diposisikan sebagai pasangan gay ini bisa membuat orang ikut merasakan ketulusan cinta yang tercermin dari fotonya. Apabila orang bisa mempercayai bahwa semua pasangan di setiap foto ini memiliki kekuatan cinta yang nyata, maka tidak ada alasan untuk tidak mempercayai hubungan antar gay yang juga memiliki ketulusan cinta








Minggu, 24 Januari 2016

Ketika mereka tidak mengerti



Di sekitar pukul 2 siang, image atas muncul di group Whatsapp kantor. Yang memposting foto tersebut adalah seorang wanita berinisial A

A : terus terang UI ga pernah menyetujui beginian. Heran dengan anak anak sekarang yang mengatasnamakan UI seenaknya
B : Iya, heran mereka terang terangan seperti itu. Ga malu apa dilihat orang
A : Aku udah confirm ke anak anak UI yang masih aktif. Mereka ga ada yang tahu menahu, dan jelas mereka akan ambil tindakan
C : Udah hancur memang negara ini. Hari ini mereka bikin bikin perkumpulan seperti itu. Besok ribut ribut minta kawin kali
B : Aku ga sukanya karena kalau yang ga normal gini kumpul, lama lama mereka malah nganggap kita yang nggak normal, dan mereka yang normal
A : Menurut aku langsung ditindak aja deh. Udah jelas kok itu nama namanya
D : Udah jelas jelas dilarang agama, homo homo itu tetap aja makin banyak. Pakai masuk masuk kampus cari mangsa lagi
A : jangan sampai deh yang ga normal normal ini bikin heboh demo demo ntar minta macem macem
D : tangkap aja kalau sampai berani demo mah mereka. Heran mereka orang tuanya gimana sih ngurus anaknya. 
B : mereka tuh ga bisa yah yg normal normal aja. Musti ngajak ngajak yang lain ikut ikutan. 
A : Cara pikirnya emang udah ga normal juga soalnya

A adalah lulusan summa cum laude hukum UI beranak 1 dari keluarga yang sangat taat beragama
B adalah Manager HRD yang juga menjadi koordinator misa jumat di gedung kantor
C adalah staf finance yang aktif di kegiatan sosial untuk edukasi anak jalanan
D adalah salah satu orang yang paling sering mengingat teman teman kantor untuk sholat

Diskusi singkat mereka masih panjang. Ada beberapa yang mencoba menengahi, tetapi langsung diserang oleh mereka. Sampai akhirnya ada satu teman memposting image ini


Setelah image ini muncul, satu persatu teman yang tadi diam, mulai memberikan emoticon "jempol" hingga akhirnya yang ribut ribut tadi terdiam semua. Group whatsapp kantor yang biasanya berisik akhirnya  hening hingga agak sore, ada yang posting soal anak kantor yang barusan lahiran


Kalau kita telaah baik baik Image di paling atas, sebenarnya mereka memiliki niat yang teramat tulus. 4 anak muda yang ingin menjadi tempat berbagi untuk mereka yang ingin bercerita. Tidak ada niatan lebih. Tetapi sepertinya tidak semua orang bisa melihat niat mulia di balik kata LGBT itu. Padahal mereka berempat sudah begitu berani memperkenalkan diri dan membuka diri mereka untuk menjadi teman untuk sesama LGBT yang ingin tempat bercerita.

Dan tampaknya mereka yang sering kita kira cukup berpendidikan dan cukup ber"moral" untuk membedakan yang baik dan benar, ternyata belum tentu memiliki kemampuan itu.

Ditambah lagi Menteri Riset, teknologi dan Pendidikan Tinggi (ironis yah) Muhammad Nasir yang mengkritik LGBT sebagai perusak moral bangsa. Di tambah lagi berita di media yang semakin memojokkan LGBT dengan menuduh LGBT menggunakan modus-modus seperti buku, sosial media hingga lembaga konseling seperti SGRC UI untuk merekrut

Benar sih ada LGBT yang merusak kredibilitas komunitas LGBT lewat berbagai kelakuan yang membuat kita ingin ikut menonjoknya seperti di bawah ini

Please note dia post ke G-Jatim, Grup FB untuk Gay di Jawa Timur
Tetapi ada begitu banyak juga dari komunitas LGBT yang ga muluk muluk minta hak untuk menikah sesama jenis atau Gay pride. Komunitas LGBT yang tulus hanya ingin mengedukasi sesama LGBT untuk bisa melindungi diri sendiri dan untuk menjadi lebih baik.  Komunitas LGBT yang hanya ingin agar sesama LGBT di Indonesia punya tempat bercerita, tempat untuk membuktikan fokus masyarakat selama ini yang hanya ke segelintir LGBT yg bermasalah itu adalah salah.

Coba bayangkan ketika ada situasi sebuah kalangan minoritas yang diburu oleh mayoritas atas sesuatu yang memang adalah identitas mereka. Ketika di dalam ketakutan, dalam kebingungan, kemana mereka harus berpaling. Tentunya ke sesama komunitas minoritas yang bisa menawarkan mereka perlindungan, pencerahan diri dan juga yang paling sederhana, yaitu sekedar tempat bercerita dan berbagi

So, please. Jangan salah tanggap dengan niat sederhana kami yang cuma ingin memberikan dukungan dan support kepada mereka yang kebingungan. Jangan anggap kami selalu punya niat busuk untuk merekrut dirimu. Jangan anggap kami berbeda, karena kita semua masih sama sama manusia biasa kok


Kamis, 21 Januari 2016

What would you advice to younger gay?



Below are mine for the younger gays
1. Be safe!
2. Sex is so much better with someone you love
3. Good look is blessing, but your personality is what really close the deal
4. You will find the one, but it wont be easy
5. Come out or not, it's your own choice.