Selasa, 08 Desember 2015

Ngondek? So what?


Ga tahu kenapa banyak sekali gay yang takut mendengar kata ngondek. Mereka tidak mau berurusan dengan yang ngondek, ga mau dibilang ngondek, dan sebisa mungkin menjauhi orang yang sudah dicap ngondek

Kalau kita gali lebih dalam, ada beberapa alasan sih kenapa mereka anti ngondek

1. Untuk yg sedang in the closet
Untuk mereka yang masih di in the closet, yang masih sangat jaim dan menjaga jati diri rahasianya sebagai seorang gay. Atribut ngondek itu buat mereka adalah sebuah hal yang bisa membocorkan jati diri mereka sebagai gay yang berusaha mereka sembunyikan. Ngobrol dengan orang yang ngondek buat mereka bisa membuat orang lain curiga bahwa mereka adalah gay karena mereka terlihat berteman dengan gay. Makanya mereka takut banget berteman dengan orang orang yang mereka anggap ngondek. Apalagi kalau sampai ada yg nuduh mereka ngondek. Wah bisa marah marah sampai caci maki demi membuktikan bahwa mereka tidak ada hubungannya dengan atribut ngondek

2. Ngondek = cewek
Untuk mereka yang merasa menjadi ngondek itu identik dengan kewanitaan yang bertolak belakang dengan keinginan mereka untuk mengutamakan kemaskulinan dalam memperkuat jati diri mereka sebagai seorang pria. Mereka yang berusaha keras memelihara brewok dan memoles otot di fitness center kadang merasa bahwa mereka yang ngondek bukan pria karena terlihat lebih kewanitaan. Mereka merasa bahwa sebagai gay, pria yang menyukai pria, mereka sepatutnya juga  mencari pria. Pria yang sebenar benarnya yang tidak memiliki sedikitpun atribut kewanitaan atau ngondek. Jadi jangan heran ketika di Grindr bertebaran kata kata "No Ngondek"

3. Ngondek = lucu lucuan
Dan mereka yang menganggap ngondek itu adalah sesuatu yang tidak serius, lucu dan bukan merupakan identitas yang serius. Kata kata seperti Banci salon ataupun penggambaran karakter kewanita-wanitaan yang sering menjadi bahan olokan dan humor di TV maupun film membuat mereka mengasosiasikan mereka yang ngondek sebagai sebuah karakter yang tidak real, yang berfungsi hanya sebagai pemeran pembantu dalam hidup mereka karena fungsinya cuma untuk lucu lucuan. Oleh karena itu mereka tidak mau melakukan interaksi dalam tahap lebih serius karena buat mereka yang ngondek itu cuma bumbu dari komunitas LGBT.


Banyak yang menganggap ngondek itu adalah yang jarinya keriting, ngomong selalu diakhirin dengan kata "cyin", jalan dengan satu garis lurus ala model dengan alis Kylie Jenner dan tampilan flamboyan yang rame. Mungkin tingkat ekstrimnya seperti itu. Tetapi banyak yang tidak sadar sebenarnya banyak pria gay yang tanpa sadar memiliki karakteristik "ngondek" secara halus dalam keseharian mereka. Mulai dari cara ngomong, jalan atau ketika sedang seru dengan teman temannya.

Banyak sekali kok hal hal kecil dari keseharian pria pria gay yang sebenarnya agak feminim tanpa mereka sadari di saat mereka berlomba lomba menertawakan dan menghindari mereka anggap ngondek. Terima aja deh, bahwa sebagian besar pria gay itu sekrupnya bisa agak longgar kok kadang kadang.

Lagipula sudah cukup kita sebagai pria gay diperlakukan berbeda oleh masyarakat karena perbedaan kita. Tidak perlu kan kita memperlakukan mereka yang kita anggap kewanitaan atau ngondek seolah olah mereka adalah orang-orang yang harus kita hindari. Lagipula apapun alasanmu tidak suka dengan mereka, dari semua orang di dunia, seharusnya kamu sebagai seorang pria gay gagah perkasa yang berusaha diterima oleh masyarakat, adalah sosok yang seharusnya paling mengerti posisi mereka yang juga berjuang untuk hal yang sama

Kita tidak mengharapkan smua pria gay harus ngondek, atau menyatakan bahwa menjadi ngondek itu keharusan untuk pria gay. Yang kita harapkan cuma sebuah sikap dari kita semua untuk tidak mendiskriminasikan, tidak membedakan perlakuan, tidak mengolok atau menertawakan mereka yang kita anggap ngondek. Cukup menjadi diri sendiri apa adanya, dan mau menerima orang lain apa adanya juga.

Ngerti kok kalau ada yang belum terlalu nyaman kalau harus bergaul dengan yang terlalu heboh.
Kalau km memang belum siap untuk merangkul semua pria gay sebagai teman, tanpa peduli mereka maskulin atau nggak, mungkin paling tidak bisa dimulai dengan coba untuk memahami mereka yang berbeda dan mencoba untuk tidak bereaksi secara berlebihan terhadap mereka yang kamu anggap berbeda itu.

Dan satu catatan untuk mereka yang masih menganggap ngondek itu adalah yang memalukan

Tahukah kamu justru mereka yang kalian anggap ngondek dan kewanitaan itu punya nyali lebih besar dari kamu dalam melawan paradigma masyarakat akan "kaum gay". Mungkin cara mereka berbeda dengan caramu, tetapi cara mereka pastinya lebih berani dibanding caramu  Mereka tidak takut untuk menunjukkan diri mereka apa adanya . Mereka menerima diri mereka apa adanya

Somehow they have bigger balls than you. Kinda ironic isn't it?

15 komentar:

  1. It is not about being ngondek
    It is about being fabulous!
    *confetti sparkles*

    BalasHapus
  2. angkat topi untuk yang ngondek, tapi apa ya istilah sopan utk ngondek..
    semua poin bener bgt, nomor 2 utk yang rajin fitness nebelin otot mungkin kurang. selaen utk membuktikan kelelakian mereka (mungkin kita juga), juga untuk menarik lebih banyak para gay :D
    #NoOffense

    BalasHapus
    Balasan
    1. Satu lagi, kadangan iri sama yang ngondek.
      Mereka lebih bernyali, lebih berani berekspresi.
      Mereka udah gk takut coming out secara terang-terangan.
      sedangkan saya, ya taulah. Still in the closet kalo kata poin 1 mah. Tapi bukan berarti anti ya, swear deh :D

      Komen ginian aja beraninya pake akun palsu :p

      Hapus
  3. sengondek ngondeknya gay itu lebih "laki" dibanding yg straight. agree?

    BalasHapus
  4. Can't agree more. They have bigger balls than "straight act" gays. Stop act, be real.

    BalasHapus
  5. Kok malah arahnya stereotyping bahwa being gay itu mesti ngondek ya?

    BalasHapus
  6. Iya saya gak setuju. Kelihatannya malah ngondek itu terlihat sekali pengen dilihat dan alay . Saya rasa yang biasa biasa aja napa sih? Apa harus selalu lebay kah yang gay itu?

    BalasHapus
  7. tiap orang punya kepribadian yg berbeda2 yg unik. so bhineka in diversity much more better right? jaman sudah berubah, sekarang yg ngondek2 jg kdg punya bnyk temen straight yg macho2. so why kita sbg sesama gay yg merasa laki banget kdg memandang sinis & geli ama yg ngondek? come on being ngondek sometimes being fabulous sparkling & two thumbs up for them for confidence being themself.

    BalasHapus
  8. Ini semua tergantung dari sudut mana kita memandangnya..

    BalasHapus
  9. bener bgt pendapat dk..
    jd gay g mesti ngondek,coz kalau yg ngondek bisa jaga attitude n bs jaga mulut ya qt jg santai..kebnykn mrka yg udh over mulutnya gda rem n kata2 ny nyakitin..#pengalaman,gw open minded tp ya punya batas toleransi

    BalasHapus
  10. Lha ya gmn, kalo gua dasarnya emang kalem ga mesti jd ngondek kan buat dibilang gay yg berani. Yg ngondek emang hebat bisa jd diri sendiri. Sayangnya, beberapa dr mereka attitude nya kurang. Hal yg bikin straight dan masyarakat makin anggap negatif lgbt.

    BalasHapus
  11. sebenarnya ga masalah kalo ada yg ga suka sama yg ngondek. cuma akan jadi ironis pas kenalan buat dating bilang ga mau sama yg ngondek, lha dianya sendiri juga ngondek. dan bener, sesok machonya gay, tetep bakal ada ngondeknya sedikit. walaupun kadang str8 ga peka, kita yg gay tahu.

    BalasHapus
  12. Ga semua gay musti ngondek kok. Cuma ngondek ataupun nggak kita musti bisa belajar menerima luasnya spektrum personality cowok gay. Ada cowok manly yg nyebelin, ada co ngondek yg nyebelin. Intinya bukan ngondek apa nggaknya sih yg bikin mereka nyebelin, emang merekanya aja

    Yang penting kita yg merasa manly ga boleh ngerendahin atau jadiin mereka yg kita anggap ngondek sebagai bahan olok2an. Mereka mungkin lebih manly dari yg ngeledek2 itu padahal

    And one thing, ada sih yg sengaja men"ngondek2"an diri. Honestly, I feel sorry for people like that. Mereka ga PD dengan jati diri mereka sendiri, malah membuat dirinya terlihat lucu dengan stigma yang ga bener

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di pergaulan non gay, gak semua hetero harus berteman, yes? Orang berkelompok, umumnya, yang have something in common. Di dunia gay? Harusnya sama, kenapa harus ada pemaksaan?

      Hapus
  13. Ingin sharing pengalaman.
    Jujur saya memang gay yang lebih cenderung feminin dan sangat open.
    Penolakan dan dianggap negatif memang sering terjadi. Tapi saya cukup terharu ketika banyak teman saya gay dan straight baik laki laki ataupun perempuan yang justru sangat menyayangi dan menghargai diri saya yang apa adanya (feminin), bahkan termasuk beberapa dosen hahaha.
    Mereka cukup peduli dengan melindungi dan memperhatikan kondisi saya.

    Sebagai gay yang feminin, saya selalu mencoba untuk membuktikan kepada banyak orang bahwa menjadi gay dan ngondek bukan sesuatu yang buruk seperti stereotype orang orang selama ini. Saya harus menjaga sikap saya. Saya jelas tidak boleh bersikap "ember" atau mencoba menggoda teman yang straight demi kenyamanan mereka.

    Justru saya mendapatkan pesan dari mereka untuk "jangan berubah", "tetap menjadi diri sendiri" "jangan pedulikan komentar orang yang menjatuhkan. Itu semua krn mereka belum mengenalmu".

    Dan dari keluarga sendiri yang sudah mengetahui orientasi seksual saya, mereka hanya berpesan untuk dapat menjaga diri dan tidak terpengaruh oleh hal hal negatif.

    Tentunya saya harus menjaga kepercayaan mereka semua :)

    BalasHapus