Minggu, 29 November 2015

Pemberdayaan LGBT di Bekasi


Tanggal 25 muncul berita mengejutkan dari Bekasi. Bekasi yang selama ini selau menjadi bulan bulanan warga jakarta sebagai lokasi terpencil yang jauh di ujung dunia dikabarkan memiliki sebuah pemikiran yang jauh lebih progresif dibanding saudara tuanya, Jakarta.

Walikota Bekasi Rahmat Effendi memberikan pernyataan bahwa pada tahun 2016 Bekasi akan menganggarkan dana untuk pemberdayaan dan pelatihan komunitas LGBT. Beliau mengatakan bahwa setiap warga negara patut mendapatkan haknya untuk dilindungi tanpa memandang orientasi seksualnya. Walikota Bekasi ini bahkan menawarkan mereka yang telah memiliki komunitas LGBT untuk berdiskusi dengannya untuk dipelajari agar dapat berjalan dengan baik. Pengwujudan rencana untul LGBT ini nantinya bisa berupa event social maupun usaha mikro. Mereka juga akan menyediakan dana, instruktur bahkan pelatihan agar komunitas LGBT bisa hidup bersama dengan masyarakat lainnya

Walikota Bekasi Rahmat Effendi
Sepertinya walkikota Bekasi ini memiliki pemikiran yang sangat maju yah. Kalau benar program ini dilaksanakan, Bekasi akan menjadi panutan bagi semua kota kota lain, bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia tenggara sebagai kota yang menjalankan program LGBT khusus .

Berita tersebut di konfirmasi oleh Rizal Aguti, Ketua Pengelola Program pada Lembaga Sosial Masyarakat Gaya Patriot, yang membenarkan bahwa mereka mendapatkan tawaran dana hibah untuk komunitas sejenis

Wakil Walikota Ahmad Syaikhu
Tetapinya berita ini belum sepenuhnya bisa kita konfirmasi karena pada hari berikutnya, wakil walikota, Ahmad Syaikhu membantah berita tersebut dengan mengatakan bahwa pemerintah bekasi tidak mungkin menyusun anggaran tersebut karena komunitas Gay itu ilegal di Indonesia. That's sound more like Indonesia actually. Ga ngerti sih ilegal  menurut hukum mana, karena selain Aceh tidak ada hukum yang menyatakan komunitas Gay itu ilegal sih. Sang wakil walikota juga mengatakan bahwa walikotanya sudah membantah berita tersebut. Tetapi Pak Rahmat Effendinya sendiri belum memberikan pernyataan langsung sehingga agak meragukan sih pernyataan sang wakil

Ga jelas sih apa yang terjadi. Apakah sang walikotanya sudah sebegitu semangatnya, tetapi sang wakil tidak setuju, dan akhirnya sang walikota kalah suara. Atau mungkin sang walikota salah nangkep mengenai rencananya, dan membicarakan rencana yang belum matang tersebut ke umum sehingga sang wakil harus turun tangan untuk damage control. Yah kita berharap harap cemas saja sambil berharap Bekasi bisa terkenal bukan cuma dari jauh dan macetnya saja, tetapi juga dari keterbukaan dan inisiatif nya

2 komentar:

  1. We are human too! :)

    BalasHapus
  2. Pas tau berita ini memang agak mengejutkan sih. Secara Bekasi masuk di daftar kota yang paling intoleran di Indonesia. Tapi memang Walikota dan Wakilnya jarang terlihat kompak sih. Masih butuh waktu untuk Bekasi bisa menerima LGBT.

    BalasHapus