Minggu, 22 November 2015

Cerita dibalik angka 5,791


Apakah angka 5.791 terdengar familiar akhir akhir ini? Kalau familiar, mungkin karena banyaknya pemberitaan tentang jumlah gay di Depok yang dikabarkan berjumlah 5.791 orang. Jelas ini adalah materi empuk untuk semua jurnalis, baik yg kelas kakap maupun kelas teri untuk "menggoreng" angka itu dengan headline ajaib penuh asumsi dan kontroversi.

Kalau ditelusuri sepertinya berita ini pertama muncul di Vivanews. Di berita itu dikatakan bahwa Komisi Penanggulangan AIDS Depok melaporkan bahwa mereka telah mengestimasi ada 5.791 gay di wilayah Depok. Angka tersebut meningkat dari 4.932 yang tercatat tahun lalu.

Kalau baca beritanya sampai di sini sepertinya masih ok lah yah. Sekalipun angkanya agak spesifik yang membuat kita berpikir jangan jangan itu adalah jumlah orang yang melakukan test HIV atau konsultasi yang memang ditanya orientasi seksualnya biasanya. Judulnya aja yg ga enak banget "Waspada, 5.791 gay di Depok mengintai di toilet umum"

Masalahnya pemberitaannya tidak berhenti disana. Ga jelas apakah memang juru bicara KPAnya yang agak tidak terlalu halus merangkai kata-kata, atau jurnalis yang lebih lihai menyusun kalimat-kalimat sehingga terlihat lebih "menggigit", karena yang menjadi fokus dari berita tersebut adalah tentang gay yang berburu mangsa di toilet pusat perbelanjaan. Caranya obviously adalah dengan lirik lirik kemaluan ketika sedang di toilet.

Berikutnya adalah langkah dari KPA untuk menekan jumlah gay ini adalah dengan mengadakan penyuluhan agar mereka mau berubah. Salah satu alasan mereka mau melakukan itu adalah karena bertambahnya ODHA  di Depok menjadi 488 orang.

Sebenarnya, yakin sih juru bicaranya tidak memiliki maksud buruk dengan memberikan fakta itu. Mungkin ketidakmampuannya dalam mengutarakan fokus dalam wawancara atau jurnalis yang memang terlalu kreatif membuat berita tersebut menjadi seolah olah berbeda fokusnya.

Kemudian Tempo juga memberitakannya dengan fokus tentang bertambahnya 800 orang gay di depok. Tempo sedikit lebih menjelaskan alasan pemetaan jumlah gay tersebut yang ternyata merupakan instruksi dari Pemerintahan Jawa Barat. Dan untuk memetakannya ternyata mereka menggunakan 3 pengawas dan 6 petugas lapangan dengan dibantu LSM karena mereka kesulitan untuk mengidentifikasi gay  Tujuannya sebenarnya bagus menurut pemberitaannya yaitu untuk menekan angka ODHA di Depok yg mengkhawatirkan. Sudut beritanya lebih jelas sih walaupun masih agak aneh

Kemudian ada satu lagi dari Coconuts Jakarta yang memberitakannya dari sudut pandang yang lebih terang terangan. Sepertinya memang ada semacam acara dari KPA Depok yang menceritakan tentang jumlah gay yang berhasil mereka data dan ancaman dari para gay ini serta usaha mereka dalam menghadapinya.

Setelah itu yang lain berlomba lomba mengangkat berita itu dengan headline seperti "Astaga, jumlah gay di depok mencapai 5,791", atau "Waspada, jumlah gay di depok terus bertambah". Berita empuk sih untuk di bikin heboh.

Ada 3 hal yang mau aku bahas di sini

1. Tentang bagaimana media Indonesia mengangkat berita mengenai gay seperti berita tentang jumlah penderita flu burung atau penderita ebola.



Membaca sekilas semua berita itu membuat kita merasa seolah olah gay itu seperti penderita Ebola yang terus bertambah jumlahnya dan harus diwaspadai. Dan demi alasan "menarik" mereka menggunakan angle berita yang sama sekali tidak sesuai dengan niat semula. Sebagian besar beritanya lebih ke arah menakut-nakuti orang tentang bisa di"buru" oleh gay di Depok. Tentang betapa hancurnya moral adat ketimuran orang depok karena sudah ribuan yg menjadi gay. Agak agak hopeless sebenarnya mengharapkan para portal berita murahan bisa mengeluarkan berita bermutu. Dan agak hopeless juga berharap para pengguna internet yg hobinya marah2 untuk bisa lebih mencerna berita ini sebelum menshare dengan embel embel homophobic

2. Tentang bagaimana KPA Depok yang bekerja untuk niat mulia tetapi entah salah dimengerti atau memang masih harus belajar dalam berhadapan dengan media



Objektif utama KPA pasti adalah untuk menekan angka penyebaran lewat edukasi. Sekalipun juru bicara KPA mengklarifikasi kembali bahwa dia tidak pernah mengatakan bahwa Gay berburu di toilet umum seperti yg diberitakan oleh VivaNews sebelumnya (cek di sini) Tetapi ketika berbicara dengan wartawan dengan mengutarakan angka 5.791 saja sebenarnya sudah salah, karena jelas itu yg akan jadi fokus berita ketika yang seharusnya diberitakan adalah usaha mereka dalam edukasi. Usaha KPA dalam mendata jumah gay juga terasa agak mustahil dan percuma, apalagi digunakan sebagai bahan dalam berbicara dengan jurnalis.

Mendata jumlah gay dengan cara apapun itu percuma. Kecuali kalau memang mau didata jumlah gay yang telah melakukan pemeriksaaan atau konseling. Ok itu masih valid. Ga ngerti bagaimana caranya pengumpulan datanya yg sampai akhirnya menghasilkan angka 5.791 itu bisa dianggap valid. Mungkin maksudnya mereka so far berhasil mengira ngira dari nebak nebak menggunakan sesama gay jumlah gay di depok segitu mungkin?

Trus bener sih harus edukasi. Tetapi edukasi tentang safe sex dan AIDS/HIV. Bukan tugas KPA untuk edukasi agar orang tidak menjadi gay. Apakah KPA mau menjadi semacam badan untuk convert gay juga?

Tapi yah ga jelas ini salahnya di cara menyampaikan informasi atau salah jurnalis memberi bumbu yah

3. Tentang gay sendiri, yang setelah beritanya tersebar langsung mendapat tanggapan pengalaman negatif orang tentang gay


Ketika membaca berita tersebut, pertama para straight langsung banyak yg jijik dan mengingat mengingat pengalaman mereka baik di depok maupun di tempat lain. Mulai dari yg digoda "hai ganteng" ketika memberi nasi di warung, sampai yg di colek, sampai yg dicuri celana dalamnya di gym.

For all my gay fellow, please stop doing that. Kalian tidak membuat posisi kita membaik. Semua hal yang kita perjuangkan agar dapat dianggap lebih serius, bukan sekedar pemerkosa anak dan pervert, akan sia sia kalau kalian tetap melakukan hal hal seperti ini. Tumpahkah semua nafsu kalian ke sama teman yang telah kalian yakini gay. Please jangan ganggu mereka yang straight. Jangan colek colek cowok yg tidak kalian kenal ataupun goda goda ga jelas. Apalagi sampai intip2 titit mereka di toilet atau sampai grepe2 mereka di kereta. Please Stop!


9 komentar:

  1. Plis stop.. perkosa anak-anak..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu pedofil, mas. Bukan gay. Orang yg suka perempuan pun kalo dia pedofil, dia akan menyukai anak2. Tapi kalo gay, mereka gak akan perkosa anak2 kalo mereka gak pedofil.

      Hapus
    2. akan kita terus kan pesannya ke para pedophile yah. Karena kita di sini gay sih. Bukan pedo

      Hapus
    3. There's a big different between being pedophile and child molester. Let us educate ourselves before making shallow statement. Gays should know better abt misjudgement.

      Hapus
  2. Jadi inget kmren2 pas mandi di tmpat gym ada yg maksa2 mau masuk shower n intip2
    Yes I'm Gay.. tapi ya ga gitu jg kali
    Langsung gw bentak orangnya

    BalasHapus
  3. Tapi emg bener sih, kebanyakan gay itu gonta ganti pasangannya keceng bgt..
    Sering denger temen gay yang pada kena hiv

    BalasHapus
  4. di grup" fb gym fb juga banyak homo yg gatau tempat tuhh, godain cowo-cowo, plis image kita di indonesia udah jelek, ini negara terbelakang pemikirannya sama GAY, jangan DITAMBAH JELEK LAGI

    BalasHapus
  5. So guys, bagi kita yg sadar, buatlah perubahan, tunjukan bahwa meski kita gay, kita tidak sama dengan semua hal buruk seperti yg mereka pikirkan. We are equal , cause we are human too.

    BalasHapus
  6. So guys, bagi kita yg sadar, buatlah perubahan, tunjukan bahwa meski kita gay, kita tidak sama dengan semua hal buruk seperti yg mereka pikirkan. We are equal , cause we are human too.

    BalasHapus