Sabtu, 03 Oktober 2015

Paus, Gay dan orang Indonesia


Di artikel ini ada 2 hal penting yang ingin di ceritakan. Pertama tentang Paus Francis yang bertemu dengan pasangan gay yang merupakan mantan muridnya, dan bahwa pasangan dari sang murid adalah seorang orang Indonesia .

Mulai dari cerita soal pertemuannya dulu. Paus Francis sebagai pemimpin tertinggi dalam organisasi katolik telah menjadi favorit banyak orang karena sikapnya yang luwes, bersahabat dan sangat tegas. Memang sebagai sebuah institusi agama tertua di dunia, bukan merupakan hal yang gampang bagi Paus untuk terang terangan mendukung pernikahan sesama jenis karena setiap tindakannya adalah representasi dari sikap organisasi yang dipimpinnya. Oleh karena itu setiap tindakan kecil Paus tetaplah sangat berarti karena menunjukan sifat personalnya terhadap berbagai isu.

Seperti pada saat kunjungannya ke Amerika Serikat, dan entah bagaimana Paus "dipertemukan" dengan Kim Davis, petugas catatan sipil yg menolak menikahkan sepasang gay sekalipun hukum Amerika telah meresmikan pernikahan gay di seluruh Amerika. Setelah dipenjara akibat penolakannya itu, Kim Davis yang dianggap sebagai martir oleh banyak orang menjadi semacam simbol penolakan kelompok konvensional terhadap pernikahan gay di Amerika. Jadi ketika tersebar berita bahwa Kim Davis bertemu Paus, semua langsung berasumsi Paus mendukung tindakan Kim yang menolak pernikahan sesama jenis di Amerika. Di pihak Vatikan sendiri sedang ribut mengenai hal ini dan banyak pihak yang berasumsi Paus di pertemukan secara tidak sengaja oleh orang orang yang ingin memanfaatkan situasi ini untuk seolah olah memperlihatkan bahwa tindakan Kim Davis itu benar.

Yaya, Iwan dan Paus
Tetapi begitu berita itu tersebar, langsung muncul berita lain yang kontradiktif dengan berita pertemuan Paus dengan Kim Davis tersebut. Muncul berita bahwa sebelum bertemu dengan Kim Davis, Paus bertemu dengan mantan muridnya di Argentina dulu, Yayo Grassi seorang pengusaha katering di Amerika yang mengunjungi Paus bersama dengan kekasihnya selama 19 tahun yang bernama Iwan Bagus. Yup, Yayo teman sang Paus adalah gay yang sudah open banget, dan pasangannya adalah orang Indonesia. Berbeda dengan pertemuan dengan Kim Davis yang kesannya begitu rahasia tanpa dokumentasi sehingga orang tidak tahu apa yang terjadi, di pertemuannya dengan Yayo dan Iwan, terlihat Paus begitu bersemangat dan tanpa sungkan bercengkrama dengan erat dan mesra dengan mereka. Berita ini membuat orang menjadi semakin yakin bahwa berita bahwa Paus mendukung Kim Davis adalah bohong karena terbukti Paus tidak memiliki masalah sama sekali dengan pasangan gay.

Iwan Bagus
Masuk ke cerita ke dua tentang Iwan Bagus. Tentu kita bertanya tanya siapakah Iwan Bagus yang menjadi terkenal sebagai pasangan gay yang bertemu Paus ini. Iwan Bagus atau yg nama aslinya Bagus Permadi Hilmawan adalah mantan model terkenal di tahun 80-an/90-an yang kini telah menetap di Amerika menjadi fotografer ternama dan juga professor di sebuah universitas mengajarkan fotografi. Di masanya Iwan adalah model ternama yang muncul di berbagai majalah dan iklan di Indonesia hingga suatu saat dia melanjutkan pendidikannya ke Amerika dan menetap di sana. Di sanalah sepertinya akhirnya Iwan bertemu dengan pasangannya skrg ini Yayo Grassi.

Have a wonderful life there:)

1 komentar:

  1. kalimatnya min, "adalah seorang orang indonesia" janggal... kalau diganti adalah seorang berasal dari indonesia atau adalah seorang warga negara indonesia mungkin bs lbh great...!

    BalasHapus