Kamis, 15 Oktober 2015

If you could be straight, would you?


Dulu waktu masih kuliah, selalu berandai andai ada obat yang bisa dimakan dan membuat gay menjadi straight karena pada masa itu menjadi gay terasa begitu sulit. Tidak ada teman untuk bercerita, teman untuk berbagi keluh kesah sebagai seorang gay. Dari online dapatnya cuma om om yang sok dengerin curhatan sambil mencoba grepe-grepe. Di masa masa itu melihat teman teman lain pacaran dengan cewek begitu gampang dan menyenangkannya. Rasanya menjadi gay itu begitu ribet dan complicated. Andai saja ada obat yang bisa sekali telan merubah semua menjadi straight, pasti hidup akan menjadi lebih sederhana dan mudah

Bertahun tahun berlalu, mencari teman gay sudah bukan menjadi masalah. Bukan berarti menjadi gay sudah lebih gampang sih. Teman teman straight yang satu persatu mulai menikah dan membina keluarga. Tekanan dari keluarga untuk mencari istri. Belum lagi keirian melihat orang menemukan pasangan hidup dan berkomitmen di depan mata hukum untuk saling menjaga sampai tua bersama. Hidup menjadi gay belum menjadi lebih mudah sih.

Tetapi apabila obat tersebut masih ada, dan ada yang menawarkannya lagi, jujur pasti akan langsung aku tolak.

Hidup sebagai  seorang gay memang tidak gampang, dan berbeda. Butuh orang dengan kepribadian yang tegar dan kuat untuk menjalaninya. Tetapi bukan berarti kehidupan sebagai seorang gay itu tidak menyenangkan. Banyak hal hal berbeda yang tidak akan pernah dirasakan oleh mereka yang straight. Sekalipun penuh tantangan, ada banyak hal hal yang membuat kita menjadi pribadi yang berbeda, melihat dunia dengan cara yang berbeda dan akhirnya memberikan hidup yang berbeda. Hidup yang berbeda untuk orang orang terpilih

If I could be straight, would I? No I would not. Cause being gay is better for me

5 komentar:

  1. If I could be straight, would I? Definitely yes, I would !
    All burdens of mine would vanish.
    But yes I know, it's too good to be true anyway... *sigh

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Bener min usia makin tua kayanya gw makin bersyukur jadi gay. Kaya di kasih suatu kelebihan untuk bisa liat dunia dari sudut pandang berbeda. dan kaya di kasih sebuah pertanyaan atau rasa bingung yang makin bertambahnya usia makin lebih ngerti tentang sesuatu yang di pertanyakan dan di cari itu. Hidup jadi lebih menarik karena saya punya sesuatu yang selalu ingin di cari penjelasannya. Padahal dulu depresi banget karna ngerasa beda.


    Ada satu quote yang nohok banget.
    "Jadi gay bukan berarti kita lupa carannya jadi lelaki :v"

    Maksudnya laki-laki yang bertanggung jawab, bisa di andelin, sopan, soleh :v.
    Karena dulu pemikiran besar mengenai gay itu bagi saya adalah bahwa gay itu orang yang selalu berlumuran dosa dan hidup di dunia yang gak wajar. Padahal menjadi gay gak bikin seseorang jadi mutan. Dia tetem manusia biasa yang makan nasi, punya mimpi, yang bakal berdarah kalo jatuh, karena gay juga manusia biasa :v

    BalasHapus
  4. Enggak pengen, hahaha dulu sih sebelum gw coming in ke diri sendiri pernah pengen semuanya berubah, tp sekarang sih udah nyoba buat bersyukur dan cari hikmahnya yg ternyata banyak bgt, tuhan nyiptain sesuatu yg gak percuma, itu kalo manusia nya bisa liat sisi positifnya..

    BalasHapus
  5. Bersabarlah Bersyukurlah.. kita Bahagia..

    BalasHapus