Rabu, 16 September 2015

Unnecessary Hype on Gay wedding in Bali


Pertama-tama, kalau yang benar yang terjadi itu adalah pernikahan resmi antara 2 pria di Bali, terus terang kita pasti akan ikut bersorak sorai dulu sebelum tarik nafas panjang untuk berurusan dengan orang orang kepo yang sedang ribut mengenai hal ini. Yang dilakukan di Bali ini hanyalah sebuah acara perayaan atas komitmen dua pria yang saling mencintai tanpa ikatan resmi yang diakui oleh negara tempat acaranya diselenggarakan dengan format acara yang disesuaikan dengan lokasi penyelanggaraan acara. Sekalipun hukum negara tersebut tidak mau mendukung pasangan ini,  mereka tetap cukup beruntung sih karena mendapat dukungan dari orang tua mereka.


Mari skrg coba kita tarik mundur sedikit apa yang terjadi. Semua mulai ketika sebuah akun facebook mengupload kedua foto di atas. Foto yang bikin sirik yah terus terang. Kedua pria tampak saling mencintai dalam sebuah upacara pernikahan  dalam busana dengan seorang pendeta hindu di lokasi Bali. Tampak pula seorang ibu hadir dalam acara tersebut yang berarti sang ibu tersebut memberikan berkatnya atas upacara tersebut. Tidak ada keterangan apakah kedua pria ini benar benar telah menjadi pasangan menikah resmi dalam hukum di negara tertentu karena jelas mereka tidak mungkin tercatat sebagai pasangan menikah di negara Indonesia yang belum mengakui pernikahan sesama jenis. Atau acara ini hanya simbolis semata yang tidak lebih dari sebuah perayaan untuk mereka

Setelah foto tersebut di share berulang kali, muncullah berbagai komen sinis, negatif sampai mencela dan mengancam atas foto foto ini. Seperti biasa pasti ada yang berteriak bahwa kiamat sudah dekat. Ada juga yang berteriak keras dengan menggunakan kata "adat timur". Pastinya juga ada yang langsung membawa bawa agama. Dimulai dari pribadi pribadi kepo, dan akhirnya mulai diikuti polisi yang mengatakan itu melanggar hukum. Dan diikuti gubernur Bali yang mengatakan bahwa acara tersebut adalah penghinaan terhadap bali. Belum lagi ada dewan adat yang mengatakan bahwa itu melanggar hukum agama Hindu. Ini tinggal nunggu cewek cewek demo di bundaran HI membawa spanduk meminta mereka berdua dihukum atas nama agama dan Jonru atau Felix Siaw komentar absurd agar keseluruhan hiruk pikuk ini lengkap menjadi keabsurdan tahun ini

Sebenarnya sih apabila mau di google aja, sebenarnya paket upacara pernikahan di Bali seperti ini bukan barang baru. Banyak yang menawarkan paket upacara simbolis pernikahan untuk pasangan gay di bali. Dan juga ini bukan foto pertama yang beredar. Sial aja fotonya jadi banyak di share dan sampai ke kuping orang orang yang herannya sepertinya tidak tahu menahu promo paket wisata yang telah tersedia bertahun tahun di Bali.

Ngerti sih apabila dewan ada bali dan gubernur bali sampai merasa tersinggung kalau mereka benar benar kecolongan dengan maraknya paket pernikahan seperti itu dibali. Ngerti sih polisi akan langsung siap bertindak penjara penjaraan kalau ada yang terbukti melanggar hukum. Tapi mereka semua harusnya ngerti juga itu bukan pernikahan resmi, lebih sekedar lucu lucuan atau seru seruan romantis aja. Kalau mereka menganggap itu sebagai hal yang dilarang yah itu hak mereka. Sangat disayangkan sih kalau akhirnya semua hal itu nanti dicap salah dan diburu-buru seperti maling ayam.

Tetapi selain mereka yang punya suara resmi, masih banyak orang orang ga penting di internet yang berkoar koar seperti sirene mobil melihat foto tersebut. Semua kosa kata yang bisa memperlihatkan mereka sebagai pribadi suci dan paling benar langsung dikeluarkan untuk menunjukan ke teman teman online betapa salahnya pasangan tersebut, dan betapa mulianya mereka karena menemukan pendosa itu. Tampaknya sih orang orang seperti ini akan agak lama koar koarnya. Sekalipun akun facebook yang mengupload foto tersebut sudah langsung di tutup, tetapi tetap saja sepertinya itu ini akan menjadi makin lebay karena orang orang lebay yang komentar nggak nggak

Untuk skrg ini kita cuma berharap semoga situasi ini tidak menjadi semakin lebay ga penting. Langkah demi langkah yang ditempuh oleh komunitas LGBT untuk memperoleh pengakuan sudah terasa begitu berat. Sudah bagus acara LGBT skrg tidak di serang oleh kaum anarkis. Kalau ditambah nanti beginian jadi panjang juga urusannya mah berarti kita cuma bergerak di tempat dalam usaha kesetaraan hak untuk komunitas LGBT di Indonesia. Untuk netizen kepo yg ribut, kita cuma bisa diemin aja, karena percuma kita lawan kalau dari mereka sendiri memang tidak punya daya nalar yang cukup untuk melihat situasi secara jernih. Pikiran mereka sudah tertutup oleh batas moral buatan mereka sendiri. Jangan di lawan karena mereka makin seneng soalnya.

Ini di tahun 2008 loh
Kalau dewan adat Bali dan Gubernur Bali mau menutup atau melarang perayaan pernikahan dengan adat bali untuk gay yah silahkan. Cuma mau kasih tahu aja, kalian telat amat sih. Dari tahun 2008 sudah ada pasangan gay dari Belanda yang menikah dengan cara seperti itu di Bali. Bahkan ada sertifikat2an gitu. Yah mereka sih sudah menikah beneran di Belandanya. Di bali yah lucu lucuan romantis saja. Kalau mau larang ini, go ahead. Next time, mungkin jangan seperti pahlawan kesiangan mungkin? But it's your teritory. Your call

Buat teman teman komunitas LGBT di Indonesia, dont worry. Ini mungkin adalah step back kecil buat kita semua di negeri ini. Kita tahu sih apapun yang berkaitan dengan LGBT di negara ini memang agak susah. Tapi tanpa kita sadari dalam 5 tahun ini secara perlahan sudah semakin membaik kok. Buktinya skrg festival film LGBT bisa berlangsung aman, sauna gay bertebaran di Jakarta secara bebas, komunitas LGBT berani dan bebas berakticitas di forum umum sperti car free day, ada serial web series seru yang sekalipun sudah di takut2in tapi tetap semangat produksi lanjutan ceritanya, ada juga organisasi yang begitu banyak membantu kita. Dan yang paling penting ada Touchemagz yang siap untuk menemani kita semua. It gets better right?

Mungkin pernikahan resmi sesama jenis 5 tahun mendatang juga ga akan diperbolehkan di Indonesia. Tetapi kebayang nggak aspek aspek lain dalam hidup yang akan semakin berkembang dari yang skrg sudah kita miliki ini untuk komunitas LGBT Indonesia. I can't wait for it. Skrg kita sama sama gadengan tangan saling menguatkan sambil melihat negara kita perlahan lahan menjadi tmpt yang semakin nyaman dan aman untuk kita semua yah:)


6 komentar:

  1. haha, geli aja Min kalo liat yang komen-komen.
    seakan menemukan "pendosa" yang bisa diserang hingga terlihat suci.
    btw semacam pengalihan isu fadli zonk dengan donal trump-nya haha

    BalasHapus
  2. Sebel bangeet, helooo yg korupsi milyaran banyak, ini yg nikah karena mreka cinta dan gak ngerugiin orang lain aj diributin, setuju deh ini pengalihan isu

    BalasHapus
  3. Kalo orang2 thailand seheboh & selebay ini gk sih, jadi pengen pindah ke thailand cowo disana jg cakep2 hahaha.. Halu....

    BalasHapus
  4. Touchemagz ada untuk kita *bighug

    BalasHapus
  5. Yg paling lebay ya tvOne ter depan mengaburkan

    BalasHapus
  6. Sedikit ralat, sebenernya yg tahun 2008 itu bukan pernikahan gay yang dilakukan di Bali. Namun adalah acara dimana kedua pasangan gay tersebut masuk untuk memeluk agama Hindu. Dan sertifikat itu adalah sertifikat kalau mereka telah resmi memeluk Hindu.

    Jadi tolong diralat artikelnya.

    http://news.detik.com/berita/1020977/tak-ada-pernikahan-bule-gay-yang-ada-pindah-agama-hindu

    BalasHapus