Sabtu, 19 September 2015

For all young gay out there


Dari hari ke hari makin miris melihat banyaknya gay muda, bahkan yg di bawah umur, yang kenaifannya akan dunia gay menjadi sasaran empuk untuk dimanfaatkan oleh gay yang lebih dewasa. Mereka dimanfaatkan untuk menjadi sasaran nafsu, pembodohan publik hingga manipulasi yang tidak pernah mereka sadari. Akibatnya banyak sesama gay muda yg merasa rekan rekan mereka yang sedang dalam perangkap itu adalah panutan. Akhirnya semua berlomba lomba untuk masuk ke perangkap yang sama. Hasilnya kita melihat bagaimana betapa banyaknya akun twitter anak 14 tahun menawarkan foto telanjang dan bertingkah laku seolah olah mereka adalah yang paling benar. Gay muda yang merasa bangga pindah ke jakarta dan menjadi simpanan pria beristri dan menginspirasi temannya yang menjadi teller di kota kecil untuk menjadi seperti itu juga dengan pindah ke Jakarta

Ini ada beberapa hal yang harus kamu ingat :

1. Banyak orang bangsat di dunia ini
Di dunia ini banyak orang yang diperbudak oleh nafsu, keserakahan, maupun keegoisan yang menunggu pria pria muda untuk dimanipulasi demi kepentingan mereka. Dengan kedok abang, kokoh, mas ataupun om mereka memanfaatkan kepolosan dan ketidak mengertian orang lain untuk kepentingan mereka. Ga berarti semua yang lebih tua itu jahat, dan ga berarti yg seumuran kamu ga ada yg aneh, tetapi kalau sudah ngobrol mengenai pria muda cakep yang polos dan penuh rasa ingin tahu, percayalah akan banyak yang menjadi srigala berbulu domba. Terlebih apabila kamu masih di bawah umur. Ada banyak sekali yang punya hobi berburu anak di bawah umur seperti kamu. Dan ketika mereka tertangkap, yg mereka salahkan adalah kamu sebagai anak di bawah umur yang mengajak dan memaksa mereka. Jangan biarkan lelaki ga berguna seperti itu memanfaatkan dirimu. Paling tidak tunggulah sampai umur kamu sudah cukup dewasa dimata hukum apabila kamu ingin memutuskan untuk melakukan sesuatu

2. Hidup tidak seperti dunia fiksi
Kisah para Uke seme ataupun kisah Justin di Queer As Folk itu hanya kisah fiksi. Kemungkinan kisah hidupmu menjadi seperti kisah film atau buku yg berindah happily ever after itu hanyalah sepersekian persen karena hidup itu sendiri penuh perjuangan, tidak ada happy ending yang diperoleh tanpa pengorbanan, dan penuh dengan percobaan. Tapi hidup itu masih indah banget kok kalau kamu mau belajar menerima bahwa kamu harus menulis sendiri kisah hidupmu, jangan terpaku pada cerita selebtwit ataupun novel ataupun film dan berharap hal yg sama terjadi adamu

3. Top dan bottom itu hanya referensi posisi seksual
Tidak pernah ada yg namanya karena kamu merasa kamu bottom trus kamu merasa harus menjadi manja, whiny, minta perhatian dan menjadi bitchy. Tidak ada keharusan top itu harus menjadi penyangga hidup, yang ngemong, dan gagah berani. Ada yang memang seperti itu, tetapi ada juga yg tidak. Top bottom itu hanya pilihan posisi kamu dalam anal seks. Mana yg lebih kamu nikmati. Tidak harus ada hubungannya dengan sikap kamu dalam keseharian. Capek dgr brondong yg bilang dia bottom karena dia selalu pengen dimanja padahal dia sama sekali belum pernah MLdan ga tau dia sukanya apa

4. Berteman dengan siapa saja
Saat muda jangan pilih pilih teman, karena seiring bertambahnya umur teman akan semakin terseleksi. Jangan berteman dengan orang hanya karena dia menarik, hanya karena dia kaya, atau hanya karena dia berpengaruh. Bertemanlah dengan siapa saja yang memang ingin berteman. Tidak perlu kok semua kamu ajak nongkrong setiap hari. Ada teman yang cocok untuk nongkrong ga jelas, ada teman yg cocok buat ngobrol topik tertentu, ada teman yang cocok buat curhat. Bentuk geng2 gitu ga papa kok. Tapi inget selalu untuk terbuka untuk teman baru

5. Youth beauty is temporary
Kejarlah ilmu dan pengalaman sebanyak banyaknya di saat muda. Jangan hanya karena kamu cakep dan berbadan bagus, kamu langsung merasa bisa mengandalkan itu selama lamanya. Banyak yg masih muda dan mendapat "bantuan" dari pria pria yg lebih dewasa karena ketampanan mereka untuk biaya hidup sehari hari hingga kebutuhan liburan dan barang mewah lainnya. Banyak yg terlena dan lupa seiring bertambah usia, sang "abang" akan selalu menemukan yg lebih muda dan lebih tampan untuk dibantu. Dan pada saat itu terjadi mereka belum siap untuk berdiri sendiri karena tidak punya pengalaman atau ilmu yg cukup untuk mandiri

6. Being a bitch won't get you anywhere
Sudah menjadi semacam sifat wajib bagi sebagian orang untuk menjadi bitchy ketika ingin terlihat seperti gay yang "proper". Padahal sifat bitchy yg mungkin terlihat menyenangkan dan lucu itu akan cuma membuat orang mencap kamu sebagai seseorang yang tidak menyenangkan. Jangan heran kalau seiring bertambah usia nanti orang semakin menjauh karena menjadi bitchy hanya membuat kamu terlihat seru sejenak di pesta. Tetapi setelah pesta selesai, tidak ada yg mau mengenal kamu lebih jauh karena takut menjadi bahan omonganmu berikutnya

7. Come out only needed
Come out itu tidak wajib. Terlebih untuk kita di Indonesia. Terlalu banyak implikasi menyebar yang tidak perlu kita hadapi kalau memang belum diperlukan. Sebelum memutuskan untuk come out, coba pikirkan dulu tujuan kamu come out itu untuk apa. Jangan biarkan para gay di negara lain yg come out membuat kamu merasa harus come out juga. Kita hidup di negara yang berbeda, yang harus kita hadapi setelah come out berbeda dengan mereka. Jangan biarkan teman yang memang sudah come out memaksa kita untuk melakukan yang sama karena alasan kita pasti berbeda dengan dia. Kalau kamu memang ingin come out agar bisa bercerita karena sudah ga kuat berbohong, pilihlah teman yang bisa kamu percaya, dan come outlah ke mereka yang bisa kamu percaya dan kamu yakin bisa pendukung keputusan kamu setelahnya

8. Jangan takut untuk jatuh cinta
Jangan takut untuk mencari cinta. Memang pasti kamu sudah punya bayangan pacar impian. Tetapi tidak ada salahnya kamu kadang mencoba untuk menjalin hubungan dengan yang agak berbeda. Jangan takut gagal dalam bercinta karena semua kegagalan itu akan membuat kamu menjadi semakin matang untuk hubungan berikutnya. Tidak ada salahnya kok punya mantan banyak. Bukan berarti semua juga langsung dipacarin karena setiap orang yang baik dikit langsung kamu ajak pacaran. Tetap selektif, tetapi lebih fleksibel saja kalau sudah harus memilih. Sakit hati kalau sampai gagal itu pasti sembuh kok nanti oleh waktu juga.

9. Safe sex
Cuma butuh sekali untuk kemungkinan buruk untuk mendapatkan virus virus berbahaya apabila kamu tidak melindungi tubuh kamu dengan baik ketika melakukan unprotected sex. Sudah setinggi apapun nafsu kalau ga ada kondomnya, jangan pernah dijabanin. Jangan percaya denga kata kata orang mengatakan bahwa mereka "bersih". Tidak peduli senecis apapun potongan orangnya, kamu tidak pernah akan bisa mengetahui status kesehatannya. Tidak peduli badannya six pack atau otot tangannya segede paha, tetap saja kamu tidak pernah tahu apa yang ada di dalam darahnya. Jadi jangan ambil resiko sejak muda.

10. Be yourself and enjoy your life
Yang paling penting, jangan lupa nikmati hidup. Hidup itu cuma sekali. Cuma sekali kamu melewati masa muda. Tetapi karena hidup cuma sekali, kamu juga harus menjalaninya dengan benar dan hati hati. Ga mau kan hidup yang cuma sekali ini dimulai dengan langkah salah yang cuma akan membuat sisa hidupmu menjadi sia sia. Karena itu jalanilah hidup ini sebagaimana yang kamu inginkan. Ga perlu jalanin seperti yang orang lain jalankan. Setiap orang punya kesempatan dan kelebihan yang berbeda. Jadi kalau kamu sudah tahu yang kamu inginkan, jadilah dirimu sendiri

17 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Buat dedek² yang baru meletek. Dibaca baik², dipahami artikelnya. Masih muda emang berapi². Tapi percaya deh ama yang udah senior. Kita udah lewati yang baru akan dedek² gemez jalani.

    BalasHapus
  4. Artikel yang bagus.
    Jujur saja, yang pernah muda pasti tahu gimana rasanya dinasehati tapi gak masuk ke hati dan pikiran. Semua tertutup oleh rasa sudah dewasa, dan orang yang menasehati dianggap cerewet...

    BalasHapus
  5. Terus ada tau tempat untuk seorang gay muda yg hopeless & homeless karena benar2 sudah merasa sendirian, kemana tempat yg dituju agar tidak seperti cerita diatas apakah tempat Lsm pelangi2 itu bisa jadi salah satu tempat perlindungan yg baik untuk memulai hidup baru?????

    BalasHapus
  6. Aku ngerasa cuma bikin malu keluarga, & pengen pergi dari rumah tapi Aku gk Tau harus pergi kemana karena aku anak rumahan yg juga gk punya teman gay. Ak sedih kalau memendam perasaan terus ak pengen jadi diri sendiri & gk mau tertekan sm keadaan :-( maaf ya kalau terlalu drama.

    BalasHapus
  7. Kalau kalian gay bukan berarti kalian gak bisa jd apapun, khususnya buat yg masih muda, jalan kalian itu masih panjang, tunjukin ke orang tua kalian kalau kalian bisa berbuat lebih..saya tau bakal ad perasaan bersalah ato depersif tp being gay doesn't make a world collide, banyak anak2 yg ga bisa makan di afrika yg mau dengan senang hati bertukar tempat sama kalian

    Last thing you need is survive through everything....

    BalasHapus
  8. Kalau maksud km aku tidak bersyukur, salah besar selama ini ak coba untuk sabar dg keadaan ku ini masalah nya ak hidup di sekeliling orang 2 yg tidak peka & pemaksa. Bahkan mereka tidak ingin tahu/bertanya ak kenapa & bagaimana, ak sendirian dg apa yg ak rasakan.
    Kalau memang ak harus bertukar tempat dg anak2 afrika yg kelaparan paling gk itu lebih baik dari pada Hidup segan atau Mati konyol, kalau kelaparan di afrika resiko nya ya mati.. Titik...

    BalasHapus
  9. Untuk anonim yg di atas, trust me, hampir semua gay ngerasain yg lu rasain, gue jg ngalamin kok. Betapa depresinya. Dan gak akan ada yg peduli. Hidup harus tetap berjalan. Satu2nya yg mengerti kamu ya diri mu sendiri. Belajarlah mencintai dan menghargai dirimu sendiri.

    BalasHapus
  10. Untuk anonim yg di atas, trust me, hampir semua gay ngerasain yg lu rasain, gue jg ngalamin kok. Betapa depresinya. Dan gak akan ada yg peduli. Hidup harus tetap berjalan. Satu2nya yg mengerti kamu ya diri mu sendiri. Belajarlah mencintai dan menghargai dirimu sendiri.

    BalasHapus
  11. Kita bertanggung jawab akan hidup kita masing masing. Bukan org lain. Kalo menuntut kepekaan orang lain, coba renungkan. Apa kita cukup peka terhadap apa yg mereka rasakan juga?

    BalasHapus
  12. Totally agree sih sama ini artikel. Pada kenyataannya, masih begitu banyak adek-adek gay muda yang masih terlalu larut dalam kenaifannya. In fact, being gay (apalagi di Indonesia) itu nggak segampang dan seindah kisah-kisah di novel, film ataupun komik. Emang sih, kenaifan adek-adek muda itulah yang seringkali menjadi celah bagi para gay-gay tidak bertanggungjawab dalam memanfaatkan situasi demi menyalurkan keinginannya. Kalian boleh jadi naif dan memiliki harapan bahwa kelak kalian akan dapat pasangan yang sesuai harapan kalian, namun walau bagaimanapun harus tetap awas dengan lingkungan.

    Terus, perihal come out. Sebenernya, come out itu hanyalah indikasi dari perasaan ingin diakui saja sih kalau menurut anggapan pribadi gue. Asal tahu saja, come out yang paling mendasar sebenarnya ada pada diri kita sendiri, yaitu, bagaimana kita bisa menerima keadaan dan menikmati pilihan hidup kita sebagai seorang gay. Saya percaya, tanpa come out pun, asal kita bisa menerima keadaan diri kita, kita tetap bisa kok jadi gay yang bahagia dan bisa menikmati hidup.

    BalasHapus
  13. saya gay,, dan openly sama tmn2 kantor,, dan mreka sudah trbiasa dngan saya., ad yg prnh liat bkep gay d hp saya, dan bahkan saya sring mncium tman saya d dpan tman2. mgkn agak frontal, tpi mreka mngrti bhwa saya memang sprtu, tpi mreka ttep trima, dan malah mnjdikpan nya sbuah lelucon yg tidak mrendahkan saya. mgkn d tmpat lain jarang d tmukan org2
    aprti tmn saya d kantor.. tpi saya brsyukur bsa d trima d sini. dan inilah hidup. enjoy it

    BalasHapus
  14. kerja dmn mas? lg buka lowongan ga tuh? hehe

    BalasHapus
  15. Sebelumnya udh komentar. Tp baca komentar yang lain jadi ingin menambahkan. Saya akui saya adalah anak yang naif bahkan teramat naif sampai sampai percaya dengan dunia dongeng, santa clause bahkan peri di usia akhir belasan tahun. Dan saya memang belum punya banyak pengalaman berhubungan dengan laki-laki. Kenaifan saya membuat saya come out kepada teman teman dan keluarga dan untungnya mereka menerima kondisi saya. Tapi mereka sangat protective dan rewel kalau saya dekat dengan seseorang. Sampai akhirnya suatu saat saya tidak mendengarkan nasehat keluarga dan teman yang pada akhirnga berujung pada penyesalan saya sendiri. Jujur sampai sekarang ada perasaan menyesal. Saya merasa impian naif saya yg sudah saya percayai begitu lama hancur krn iming iming seseorang yg baru dikenal. Dan itu sangat menyakitkan :')
    Mungkin memang ada perasaan trauma. Tp dr pengalaman pahit itu saya sadar bahwa saya harus lebih berhati hati dan hidup harus dijalani dengan rasional.

    BalasHapus
  16. Selalu ada org yg berpikiran ga bener di luar sana. Kapanpun, dimanapun. Mencari org yg benar benar bisa kita andalkan memang ga gampang. Tp jangan pernah menyerah karena mereka pasti kita temukan kok suatu hari

    BalasHapus