Jumat, 04 September 2015

Fakta sejarah tentang prostitusi pria


Dari artikel ini kita nemuin beberapa fakta menarik tentang prostitusi pria untuk pria dari sejarah berbagai negara. Kumpulan fakta ini diambil dari sebuah buku berjudul Male Sex Work and Society yang merupakan kumpulan essay dan studi mengenai peran prostitusi pria untuk pria dari berbagai sumber dan sudut pandang. Ini ada beberapa fakta menarik yang kita terjemahkan dari artikel aslinya

1. Kaisar Roma Caesar dan Nero adalah bottom. Di jaman roman, wajar untuk pria kaya dan berpangkat untuk punya selir pria yang menjadi budak dalam melayani kebutuhan seks mereka sebelum menikah

2. Di Florence abad ke 15, adalah hal yang wajar juga bagi pria muda berusia 12 - 20 tahun untuk berhubungan secara seksual untuk jangka panjang dengan pria pria kaya yang sering juga berusia muda sekitar umur 20an. Dan hal ini disetujui loh oleh para orang tua mereka


3. Di pertengahan tahun 1600 di Jepang, Kabuki Wakashu atau aktor pria sering juga menjalankan praktek prostitusi untuk pelanggan pria dan wanita karena kegantengannya. Di masa itu juga wajar bagi pendeta budha maupun samurai untuk berhubungan seksual dengan murid mereka yang lebih muda, mirip dengan hubungan para pria Yunani kuno dengan muridnya selama hubungan mereka bukan semata mata hanya untuk seks, tetapi juga untuk mendidik dan menjadi mentor bagi sang murid

4. Tradisi tentara yang menjual jasa seks pada klien gay sebenarnya telah ada sejak awal tahun 1700an dan terus berlangsung hingga abad 20. Sebutannya prostitusi barak yang sering "berburu" di bar tempat nongkrong para tentara, hingga punya wilayah operasi sendiri dan sering merekrut tentara muda untuk ikutan dalam praktek prostitusi


5. Oscar Wilde,  novelis terkenal dari Irlandia juga sering berhubungan seks dengan pria pria muda berumur 16-20 tahun dari kalangan pekerja yang sering diibaratkan olehnya seperti makan besar bersama panther karena hasrat pria pria muda ini hanya berkutat seputar badan saja

6. Di awal abad ke 19, di Amerika dan Eropa terkenal dengan praktek prostitusi oleh transeksual yang dikenal sebagai "fairies". Mereka biasanya bekerja di rumah bordil atau salong khusus "fairies". Ada juga yang bekerja di rumah bordil wanita sebagai tambahan "hidangan" eksotis untuk pria pria yang mencari sesuatu yang berbeda. Ada juga yang bekerja di jalanan, baik jualan sendiri ataupun di tempat tempat yang menyediakan berbagai jenis prostitusi

7. Di akhir tahun 1800an, terkuak sebuah jaringan prostitusi pria yang dijalankan oleh seorang pria muda yang merupakan seorang pengantar pesan dari Royal Post Office. Tidak ada yang ditangkap sih akhirnya karena pengadilan memutuskan bahwa si anak ini terlalu muda untuk mengetahui apa yang baik dan apa yang salah
8. Di masa depresi sekitar tahun 1932, ada begitu banyak pria yang beralih ke prostitusi sehingga istilah prostitusi "Straight Acting" menjadi begitu terkenal hingga mendesak keberadaan prostitusi jalanan yang lebih feminin yg dikenal dengan "fairies"
9. Ketika istilah homoseksual menjadi semakin terbuka dan identik dengan gerakan kebebasan gay, banyak prostitusi yang straight acting atau beneran straight menjadi takut untuk menjual jasa kepada pria lain karena takut di cap sebagai homoseksual. Mereka bukan cuma menolak label gay, tetapi bahkan pelaku prositusi yang memang gay tidak bisa menidentifikasikan dirinya sebagai gay karena akan membuat di tolak klien gay mereka  yang lebih memilih pria straight. Akibatnya banyak pria gay akhirnya membeli jasa seksual dari sesama pria gay. Sebelum istilah homoseksual dikenal, sepertinya buat mereka hubungan seksual sesama pria itu yah tidak ada hubungannya dengan gay atau bukan. 
Seru yah? Bagaimana dengan Indonesia? Di Indonesia sendiri ada beberapa praktek dalam kebudayaan kita yang sangat LGBT. Ga ada hubungannya dengan prostitusi sih, tetapi praktek  "LGBT" ini menarik untuk kita ketahui. 
1. Bissu, Cabalai dan Calalai
Orang Bugis membagi masyarakatnya menjadi 5 jenis kelamin. 3 Jenis kelamin tambahan itu adalah Bissu yg merupakan orang dengan semua aspek kelamin yang disatukan, Cabalai yang merupakan pria yang mengambil peran sebagai wanita dalam kehidupan kesehariannya, dan terakhir Calalai merupakan wanita yang sekalipun memiliki tugas untuk melahirkan tetap diharapkan berperan sebagai laki laki dalam kesehariannya

2. Warok dan GemblakanWarok dalam kebudayaan Jawa Timur adalah orang "kuat" yang  biasanya melakukan Reog Ponogoro. Dalam prakteknya biasanya Warok dilarang untuk berhubungan seksual dengan wanita sehingga mereka mengambil anak laki berumur 8-15 tahun untuk partner seksualnya yang disebut Gemblak. Biasanya si Warok akan memberikan kompensasi kepada keluarga si Gemblak ketika dia mengambil Gemblak sebagai partnernya. Bahkan sekalipun sang warok menikah dengan wanita, tetap saja dia tidak akan berhubugan seksual dengan istrinya. Dia akan tetap cuma berhubungan seksual dengan Gemblak nya. Sekalipun jelas jelas yang mereka lakukan ini adalah tindakan homoseksualitas yang digabung dengan pedophilia, tetapi mereka tidak mengidentifikasikan hubungan mereka seperti itu.
3. Ritual Inseminasi anak laki-laki di Papua
Beberapa suka di papua punya ritual dalam pendewasaan anak pria. Anak pria dianggap terlalu banyak unsur wanita karena mereka menyusui dan tinggal dengan para wanita. Agar mereka bisa lebih berunsur pria, biasanya anak anak usia preteen hingga remaja mulai dikumpulkan di dalam satu rumah untuk hidup bersama. Nah anak anak tersebut biasanya diharuskan untuk menerima unsur pria agar dapat menjadi lebih laki. Unsur pria disini yag dimaksud adalah cairan sperma. Anak anak dan remaja tersebut biasanya diharuskan menelan cairan sperma pamannya ataupun calon mertua atau kakak iparnya apabila dia telah dijodohkan dengan anak perempuan. Untuk menelan cairan tersebut, mereka diharuskan melakukan fellatio alias BJ kepada pria pria yang lebih tua itu. Ketika dia sudah dianggap cukup laki atau dewasa yaitu ketika mulai tumbuh kumis atau jenggot, maka dia akan dibebaskan dari ritual ini

2 komentar:

  1. maaf min mau meralat, seharusnya "calabai" bukan "cabalai" :)

    BalasHapus
  2. Enak ya tinggal di papua ��

    BalasHapus