Rabu, 23 September 2015

Bi visibility Day


Tanggal 23 September ini adalah Bi visibility day atau yang dikenal sebagai International Celebrate Bisexuality day. Hari dimana kita semua diingatkan bahwa dunia itu tidak pernah hanya hitam putih, selalu ada abu abu yang berada di tengah. Begitu juga orientasi seksual yang tidak pernah hanya gay dan straight, selalu ada biseksual di tengah tengah

Biseksual selalu dianggap sebagai kaum yang plin plan. Dianggap sebagai mereka yang tidak punya pendirian dan maruk. Mereka dianggap tidak cukup tegas untuk memilih salah satu, dan malah mau dua duanya. Akibatnya pria gay tidak suka dengan pria biseksual karena dianggap tidak "murni" dan tidak punya peranan pasti dalam kehidupan gay. Sementara di kalangan straight, biseksual itu dianggap sebagai mereka yang sebenarnya gay tetapi tidak berani mengutarakannya, dan menggunakan ketertarikan sebagai wanita hanya sebagai kedok untuk minat sebenarnya yaitu para pria. Belum lagi ada yang selalu menganggap biseksual itu artinya mereka akan tertarik dengan SIAPAPUN karena toh mereka tertarik dengan pria dan wanita sekaligus. Padahal straight ataupun gay ataupun bisexual sama saja dalam soal ketertarikan terhadap org lain. Mereka semua tetap pilih pilih untuk orang yang mereka suka dari jenis kelamin yang mereka anggap menarik. Itu sama aja kok untuk semua manusia.

Seperti kita ketahui, sering kita dengar tentang gay yang mendapatkan perlakuan tidak adil dari straight. Banyak Straight yang menganggap gay itu adalah pilihan dan para gay telah mengambil pilihan yang salah. Tentu saja hal tersebut dibantah oleh gay yang mengatakan bahwa menjadi gay itu sudah merupakan bagian dari mereka .

Tetapi anehnya banyak gay yang juga menuduh para bisexual hal serupa. Bahwa mereka mengambil pilihan yang salah karena memilih kedua duanya dan tidak mau menerima bahwa bisexual itu adalah jati diri mereka apa adanya.

Some straight people don't believe in the existence of gay people, just like some gay people don't believe in the existence bisexuality

It's a sad situation that we need to end.


Kalau misalnya ada gay yang merasa tidak nyaman dengan seorang biseksual, mereka harus bisa menempatkan diri mereka yang pasti pernah dalam posisi serupa. Situasi ketika ada straight yang tidak nyaman dengan dirinya karena mereka adalah gay. Pada di saat mereka berada di posisi tersebut, tentunya mereka punya pengharapan akan bagaimana pria straight tersebut sebaiknya bersikap agar bisa lebih nyaman di dekat dirinya. Itu adalah hal yang sama yg harus mereka lakukan ketika mereka merasa tidak nyaman dengan seorang biseksual.

You can choose not to have sex with bisexual, karna toh seksual partner adalah pilihan pribadi setiap orang. But you can always be friend with one rite. Ga perlu dikucilin karena dianggap beda kan. Kalau kamu merasa khawatir mereka akan ninggalin kamu untuk balik ke cewek, let them know your worriness. Kalau memang ga nyambung yah udah. Cari yg lain. Ga perlu itu jadi alasan untuk menjauhi dan malah mengkotak kotakkan kita yang berada dalam payung LGBT yang sudah di kotak kotakkan oleh orang lain diluar komunitas kita. Sudah cukup kita main kotak kotakan.

Let recognize the B in LGBT and let us be a huge giant family in love

1 komentar:

  1. Couldn't agree more. Bisexuality is real. I love both men and women and I knew it since i was 5. And even now, in 15 years of age i still heard a lots of annoying comments towards my orientation and often thinks im just 'confused' when the fact is im not. I can't just merely decide that i have to choose whether to start sucking dick or eating vagina just because people told me so. I luv them both regardless their genital. Thankyou for the post!

    BalasHapus