Minggu, 09 Agustus 2015

Webseries : "CONQ Episode 10 - Facing The Truth" - "Strictly Kenti"



Apa arti persahabatan itu? Seseorang yang mendukung kita sekalipun seluruh dunia melawan kita? Seseorang yang bisa menyadarkan kita ketika kita sudah lupa arah? Sahabat seperti apakah seorang Lukas untuk Timo ketika Timo memutuskan untuk menikah dengan cewek? Sahabat yang "tega" menyelamatkan temannya dari melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya? Atau sahabat yang akan mendukung temannya dalam apapun asalkan dia bahagia?

Suka banget dengan episode ini. Everything is so real. Aside from some of the guest di partynya Lukas yah. Kekesalan Lukas, kekesalan Timo, semuanya terasa real banget. Sekalipun episode ini punya tema yang lebih menarik untuk dibahas yaitu pria gay yang menikah dengan cewek straight, tapi tetap tema persahabatan Timo dan Lukas yang tetap membuat kita ikutan gundah gulana.

Anyway, karakter baru yang lesbian itu memang sudah agak agak saatnya yah. Lengkap dah skrg setiap singkatan dari kata LGBT untuk melengkapi spektrum karakter dalam series ini. I would mind marry her btw kalau dia butuh suami "pajangan". Plus si Russel Tovey ala indo, Rio yang lucu banget. Di tambah Ayu yg akhirnya memecahkan rekor sebagai karakter pendukung pertama yang muncul di lebih dari satu episode. Eh bener kan yah? Belum ada yg muncul di dua episode selain si Ayu? Yah paling ga nama Siti disebut sebut lagi.

Lukas di series ini juga sangat manusiawi sih sebenarnya. Antara ga rela kehilangan temannya kepada pemaksaan norma masyarakat dan sedikit kasian dengan si Ayu. Percakapan dia dengan Ayu adalah salah satu adegan paling natural yang perlu dipelajarin oleh semua pemain sinetron. You can make comical situation in real life conversation without being too pushy.

Lukas gave a perfect dose of emotion in many scenes. I expect Timo bisa agak mengimbangi sih ketika mereka konfrontasi berdua di depan pintu pagar(?). Tapi sepertinya Rizal sudah terlalu menjiwai gregetannya si Lukas. Timo sendiri yang berusaha terlihat lebih "straight" jadi malah agak agak tenggelam dan hilang akan jati dirinya. Penggunaan kata kata ala lekong di beberapa dialog harusnya tidak perlu apabila Timo bisa menggali kembali Timo dulu yg sudah agak agak ditenggelamkan.

Perfect marriagenya si Ayu sendiri sepertinya terdengar seperti impian untuk kita semua yah. Wanita yang mengerti kita dan tetap menikah dengan kita. I think many of us will do exactly what Timo do. Kapan lagi nemu cewek seperti itu. Win win solution (?) untuk semua.

Adegan favorit ketika Lukas menggila dan mulai berniat jambak jambak si Ayu. Sayangnya ga beneran kejadian:D

Btw I loveeeee the tone color of this episode. Especially on the last scene. Dialog dan akting Timo dan Lukas bikin merinding sendiri karena ikut ngerasain perasaan Lukas yang lebih memilih kebahagiaan sahabatnya. Di tambah warna dinding yg jadi backgroundnya Lukas make this series is even more beautiful than before. Cuma agak ga sreg aja dengan pajangan pintu karakter cina yg agak agak bikin settingnya seperti bukan di Indonesia.

Anyway, sedih karena sudah mau berakhir. Sedih karena ga bisa ikutan screeningnya kemarin. Hiks.
But we have a exciting surprise berkaitan dengan series untuk semua teman teman Touche:)

Tungguin yah

6 komentar:

  1. Suka banget. Kalo ada dibuat sinetronnya, pasti sy tonton. :D

    Tapi sebagai gay yang tinggal d pedesaan, kayanya liat party yang dibuat lukas jd malah mencerminkan sisi negatif gay party. Walau memang bermaksud buat makin seru, tapi coba d tonton baik2, kayanya ada beberapa adegan yg malah mencerminkan gay itu cuma berorientasi pd sex.


    Dan kita harus menghadapi kenyataan, d jakarta aja (yang nb org nya lebih beripikiran terbuka) belum dilangsungkan pernikah sesama gay, apalagi di desa-desa seperti sy tinggal :'(

    BalasHapus
  2. oke..setelah liat episode ini, yang perlu didefinisikan adalah seks dan pernikahan, pernikahan itu hakikatnya untuk menciptakan kenyamanan secara psikologis buat dua insan, bukan tentang seks in a first place, tetapi lebih kepada siapa yang ingin km lihat setiap pagi disebelah km tidur, dan siapa yg km inginkan untuk tumbuh tua bersama, dan jelas bukan masalah tuntutan sosial atau masyarakat, karena mereka jelas tidak akan bertanggung jawab atas kehidupan km.
    nah...yg namanya homoseksual ketertarikan itu terjadi bukan hanya berdasar "kenti" ato seksual doang tapi lebih ke psikologis juga. dan seks juga ga bisa didefinisikan kayak orang jabat tangan, seks lebih personal dan sakral, ad kepuasan secara lahir dan batin didalamnya, dan pernikahan pun juga bukan pasar malam, yang satu kemana yang lain kemana, ada ikatan didalam, suatu kebutuhan yang tiap manusia inginkan.

    tapi klo km pengen nikah buat diterima masyarakat dan bikin perjanjian agar bisa ngeseks bebas kemana - mana sih terserah, itu semua pilihan, who I am to judge, rite???

    BalasHapus
  3. Deg!

    Adegan Lukas & Timo sesaat setelah Lukas ngobrol ama Ayu

    Itu yg sedang jadi beban pikiranku...
    Ini Jakarta..Indonesia... Apakah tidak mungkin sampai tua membina keluarga & membangin mimpi bersama pasangan lakilaki yg kita sayangi?

    Adegan Timo ngasih undangan juga nyentuh banget ..

    Kerenlah mini series ini...
    Yakin ga akan dibikin versi layarlebar?
    Atau dibikin jadi tv series di starworld?

    BalasHapus
  4. Facing The Truth..
    Suka sama episode ini,banyk pesan yg diambil dari eps ini, tp ada bbrapa yg ganjel menurut gw..
    Pertama : Lukas, segitunya amat yak pengen nyadarin Timo. Pake bikin2 Cong Party yg Notabene nya Lukas itu seorang Dosen. Hihi..
    Bukan berati Dosen ga boleh party, tp kok yah dangkal aja kalo menurut gw klo Lukas ngadain Cong Party, kenalin Rio ke Timo dan yakin bakal bikin Timo gak jd nikah..

    Dua : Timo.. Bener sih ini Jakarta, ini Indonesia.
    Hidup brg sm cowok yg kita cintain gak perlu ada status pernikahan kan. Asal bisa jaga Komitmen aja & saling jaga kepercayaan aja.
    Tapi kalo tujuannya pngen bikin Orgtua seneng sih ya, lain cerita.. Ya skali lg ini Indonesia..

    Tiga : Ayu.. kok aneh yah yg dari awal tau kalo Timo cong, lalu Mau Nikah sm Timo, gara2 dia pengen "Free" dan brmodal Tinder doang? Serius Yu??
    Ga kpengen emang nyari Cowo serius buat hidup lo, Jagain lo, Punya anak & cucu bahagia sampe tua.. Mau sampe kapan mainan Tinder??

    Overall Baguss sih!! Great Job Conq Team!!
    Sebagai penonton setia CONQ, yg selalu penasaran & Ga sabar nunggu adegan berikutnyaa..


    XO

    BalasHapus
  5. "si Russel Tovey ala indo?"
    Ga salah min? Jauh banget kali.

    BalasHapus
  6. Min, kok videonya ke Hapus ?

    BalasHapus