Minggu, 30 Agustus 2015

Webseries : "CONQ Episode 11 - The Wedding"


Ketika selesai menonton episode ini, dah kebayang komentar orang orang pasti cuma ada dua. Satu tentang betapa cakepnya abang si Timo (plus sebagian yang nanyain dia gay apa bukan, like they would have a chance with him if he were really a gay guy.). Dan yang kedua tentang betapa "menggantungnya" episode ini buat mereka

Dan bener sih, sebagian besar percakapan tentang episode ini adalah tentang sang abang dan endingnya. Sang abang sebenarnya kehadirannya benar benar pemanis doank sih. Masih prefer si kuping Russel Tovey di episode kemarin karena abang si Timo terlalu "model" dan agak ga nyambung dgn keseharian keluarga Timo dan seluruh cast lain yg bener bener seperti orang orang yang kita jumpai dalam keseharian hidup. Kasian aja si Timo musti ngorbanin hidupnya demi sang abang sempurna yang could easily score any chick, sampai musti bikin nyokap Timo drama segala demi bisa liat salah satu anak cowoknya merit. I hate you good looking brother

This whole thing is his fault
Back to this episode. I like many thing about this episode. I like how they bring back some previous cast. Sekalipun munculnya cuma pas mereka dalam perjalanan ke kawinan. I like how Lukas have a one night stand. Untuk orang seorang se-uptight Lukas yg minta di unstereotype, dan akhirnya melakukan One Night Stand itu cuma membuktikan bahwa at the end Lukas hanya seorang gay biasa. Yang ga hidup dalam dunia ideal karakter utama sebuah cerita seperti biasa.  Yang cuma seperti salah satu dari teman kita yang punya kebutuhan yang sama.

Ga keliatan jelas sih muka one night standnya Lukas
Apa yang Timo lakukan di cerita ini juga sebenarnya sudah agak ketebak sih. Reaksi dari keluarganya yang agak surprise untuk kita yang terbiasa melihat happy ending haru biru, apalagi untuk mereka yang terbiasa menonton iklan asuransi Thailand yg menguras air mata. Pergolakan dari dalam dirinya pasti udah obvious sih. Kenapa dia harus mengorbankan jati dirinya padahal jelas jelas dia punya abang yang lebih pantes dipaksa oleh nyokapnya untuk menikah. Kalau Timo anak tunggal mungkin akan lebih bisa sympathise dengan reaksi keluarga. This whole thing is the good looking brother's fault for me.


I like how Lukas defend him and Timo menggunakan salib (ga ada yg tersinggung kan?) dan how it end with a judgment looks from all the teenagers that seem like going for some Madrasah outing. I don't need a closure ending. Sekalipun sepertinya banyak yang membutuhkannya karena kita tidak terbiasa dipaksa menyelesaikan sesuatu yang bikin kita mikir atau yang memaksa kita mengintepretasikan sendiri. Kita terbiasa dengan ending berupa adegan yang benar benar memberikan jawaban apakah ini akhir dari cerita happy ending dimana semua karakter hidup bahagia, atau ending menggantung dimana karakter utama nyaris tertabrak motor dengan muka terbelalak dan mulut terganga. Ga ada yang suka ending menggantung seperti film Weekend nya Andrew Haigh. But I like it end with a message that no matter where we go, there're always a judgement on us from the society. Running from your friend or family judgement, but there will be more judgmental look out there. That's the story of our life.

More shocking news please on season 2 (kalau mau bikin yah)
Banyak yang mengharapkan ada season 2 nya. Tentu saja menyenangkan kalau ada season 2 nya. Tetapi kalau tidak ada arah cerita baru, sebenarnya mending biarin ending di sini aja.  Dengan mengakhiri ceritanya di sini, kita akan selalu mengenang serial ini sebagai cerita seru yg lucu dan menyenangkan dan menjadi bagian dari hidup kita selama hampir 2 tahun ini. Kalau dipaksa ke season 2 tanpa arah yang lebih kuat, nanti malah sayang kepaksa diendingnya pas kita semua lagi sebel sebelnya karena gitu gitu aja ceritanya. Jangan sampai jadi kayak serial sex and the city yang maksa bikin sampai sekuel di film tp ceritanya malah ketelan dengan semua harga wardrobe castnya. Mungkin kalau mau ada season kedua, musti mulai dengan somethine totally different. More new regular cast yg berbeda (no regular stereotype) atau cerita jangka panjang yg lebih fokus ke Timo yg bukan sebagai side kick. Kalau Lukas sih ada bagusnya jangan kasih cowok biar bisa wakilin para jomblo yg susah dapat cowok bener. Jangan lupa balikin karakter seperti Siti dan Ayu. Pasangan papah anak brondong sih boleh di coret aja. Bosen liat org nyinyir.

Cipika cipiki pakai hati untuk team CONQ.
Thks for Lucky the director who make this whole thing happened for us. Thks for all the casts terutama Rizal dan Gia yang udah bikin kita makin sayang sama kalian.
Thks for reminding us that it might won't be perfect, but being gay in Indonesia still can be fun as hell.

Love you guys

Bulge in motion








Jumat, 28 Agustus 2015

Fight Hate with Rainbow


Dari sebuah berita di sini kita membaca tentang sebuah gereja progresif di North Caroline, Amerika yang menjadi korban serangan homophobic. Gereja ini terkenal dari dulu menerima umat dari komunitas LGBT. Tampaknya kebijakan gereja tersebut banyak dipandang sebagai hal yang kontroversial dan tidak pantas. Hingga akhirnya ada yang menulis kata kata "Fags are pedos" di pintu masuk gereja. Pedos yang dimaksud di sini adalah pedophilia.


Pihak gereja menanggapi ini dengan mengirimkan pesan yang lebih "berani" yaitu dengan mencat kata kata tersebut dengan warna pelangi sebagai jawabannya. Pastor Ayes dari gereja ini mengatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi mereka untuk semakin memperlihatkan dukungan mereka terhadap komunitas LGBT. Umat gereja ikut turun tangan mencat pintu gereja tersebut untuk menunjukan dukungan mereka. Rencananya akan ditambahkan kata kata "I forgive you" di atas warna pelangi tersebut.



Minggu, 23 Agustus 2015

Pertemanan Ian McKellen And Patrick Stewart


Orang sering bertanya, apakah seorang gay dan seorang straight bisa menjadi teman baik? Apakah yang straight ga takut nanti teman gaynya akan naksir dia atau bahkan grepe2 dia pada saat tidur? Apakah dia nggak takut dikira gay oleh orang lain karena akrab dengan gay? Sementara yang gay apa nggak takut nanti akan jatuh cinta pada teman straightnya dan nggak bisa mendapatkan balasan cinta?  Apakah dia ga takut orang orang akan menganggap dia sedang berusaha menconvert temannya menjadi gay?

Pertemanan Straight dan Gay sepertinya begitu kompleks hingga bisa kita anggap itu sebagai "recipe for disaster" yah?


Tetapi kenyataannya apakah seperti itu? Ga juga sih. Salah satu contoh yang paling nyata adalah persahabatan Patrick Stewart dan Ian McKellen. Mereka berdua adalah aktor senior hebat yang berteman baik. Berdua telah kenal bertahun tahun, dan menjadi semakin akrab sejak sama sama berperan di series film X-Men sebagai dua orang frenemies, Magneto dan prof X.

Sir Patrick Stewart dan Sir Ian McKellen (yup, dua duanya punya gelar "Sir") sangat nyaman dengan pertemanan mereka hingga mereka tidak pernah malu malu memperlihatkannya. Saat mereka berdua sedang mempromokan sebuah produksi teater yang diperankan oleh mereka berdua, mereka berdua mengupload foto foto mereka berdua seperti turis di seputaran kota New York dengan pose pose yang begitu akrab, intim dan nyaman. Ga malu malu tuh mereka bergandengan tangan atau konyol konyolan berdua.

Istri Patrick Stewart muda banget yaaaa
Bahkan ketika Patrick Stewart mau menikah, Ian McKellen yang meresmikan pernikahan tersebut. Dan ketika red carpet film Sir Holmesnya Ian McKellen, Patrick Stewart yang hadir bersama istrinya memberikan ciuman mulut kepada Ian McKellen di depan wartawan.


Yang sinis mengatakan mereka berdua adalah aktor senior yang memanfaatkan popularitas mereka dengan pancingan gosip "gay" untuk mempromosikan kerja mereka. Atau bahkan menuduh mereka sebagai gay couple yg ga mau come out. Sementara mereka yang lebih terbuka pikirannya cuma melihat dua teman baik yang sangat nyaman dengan satu sama lain hingga tidak memperdulikan perbedaan mereka.

Di acaranya Conan O'Brien pun, Patrick Stewart mengatakan ciumannya itu kepada Ian mcKellen itu hanya gesture kedekatan mereka berdua. Dan dia berpendapat harusnya pria straight tidak malu malu untuk saling menyapa dengan saling berciuman seperti itu. Untuk membuktikannya dia memcium si Conan yang terbengong bengong.


Salut melihat dua pria dewasa yang begitu nyaman dengan identitas sendiri maupun identitas teman sehingga mereka tidak malu malu untuk memperlihatkan kedekatan "bromance" mereka berdua dengan cara cara intim yang takut dilakukan oleh orang lain

Kalau teman mah teman aja. Kalau ga baper yang ga penting, ga akan drama yang bikin pertemanan malah jadi ga enak kan. Kita musti bisa cukup dewasa untuk bisa memilah-milah pertemanan, drama ataupun perasaan campur aduk. Sekalipun kalau suatu hari kita misalnya harus tanpa sengaja jatuh cinta pada teman baik kita yang straight, kita harus cukup kuat untuk bisa menghadapi perasaan itu dengan cara yang dewasa. Ga perlu temenan sama cowok straight hanya karena takut nanti kita jatuh cinta pada mereka. Yang salah itu adalah mencoba berteman baik dengan cowok straight yang sudah kita cinta mati-matian dengan harapan dia akan membalas cinta kita.


But, it's life. Jangan terlalu dipikirinlah. Jalanin aja dan ikutin aja kemana perasaanmu membawa kamu. Tindak lanjuti yang akan berbuah untukmu, dan biarkan yang sudah jelas ga akan menghasilkan apa apa lewat, agar kamu bisa mencari yang lain

Have fun life guys:)

Jumat, 21 Agustus 2015

(short) Movie : El SMS


Ini ada sebuah film pendek dari Coca Cola berjudul "El SMS" atau "The SMS" yg kita temuin di sini. Film ini merupakan bagian dari campaign mereka tentang true Friendship untuk pasar amerika latin. Film ini ditulis oleh Dustin Lance Black yang telah menang oscar lewat naskah "Milk" yang terkenal ini. Ceritanya sendiri juga manis banget yaitu tentang seorang anak laki yang mengetahui rahasia penting dari handphone temannya. 



Kalau ga ada subtitle bahasa inggrisnya, klik "CC"

Kamis, 20 Agustus 2015

Same Sex family in Mexico


Di ibukota Mexico, Mexico city, pasangan jenis telah bisa mengadopsi anak sejak tahun 2009. Beberapa hari yang lalu pengadilan tertinggi di Mexico menetapkan bahwa keluarga oleh pasangan sesama jenis adalah bentuk keluarga yang diakui oleh dalam undang undang. Oleh karena itu hak untuk mengadopsi anak untuk pasangan sesama jenis kita dapat dinikmati oleh semua keluarga pasangan sejenis di seluruh Mexico.

Andres de Miguel membuat gambar ilustrasi di atas untuk memperingati momen penting tersebut. Keren yah gambarnya:)

Lesbian Couple

Trans Couple

Gay Couple

Selasa, 18 Agustus 2015

Heartrob : 鄭駿奇 - Zheng Jun Qi


Zheng Jun Qi yg berumur 21 tahun ini menjadi idola orang orang di taiwan setelah dia muncul di sebuah acara variety show tentang cowok cowok yg bertransformasi menjadi hunk. Dia termasuk salah satu dari 8 cowok yg tampil karena dia terkenal di Facebook Taiwan sebagai salah satu Top 10 cowok di Facebook taiwan. Sekalipun di acara itu dia termasuk yg berbadan biasa dan diledekin terus oleh pembawa acara, tetapi senyumnya yang menggemaskan dan kepribadiannya yg adorable membuat dia menjadi favorit orang orang.

Dia akhirnya juga di ajak menjadi salah satu ambassador Blued, gay dating application di Cina yg akhir akhir ini banyak membuat heboh dengan web series dan acara pernikahan pasangan gay china di US. Dan tentu saja dia juga ikut membintangi "Rainbow Family" juga (cek di sini). Tetapi sekalipun memang dia ga punya badan yg super duper berlipat dan bertonjol tonjol, tapi something about this guy bikin kita pengen cubit pipinya yah:)











Kopernya sama imut dengan orangnya