Kamis, 16 Juli 2015

Webseries : "CONQ Episode 9 - The Closet Case"



Yeah, our guilty pleasure is here:) Another series of Conq with Timo dan Lukas. Ini adalah episode paling "ringan" sih so far setelah kita bertubi tubi kemarin mendapat episode dengan cerita berat yg agak bikin mikir. Ini adalah episode ringan dengan cerita mendalam yg deket banget dengan kita.

Ada dua cerita sih di episode kali ini, yaitu tentang moving on dan stay in the closet. Yah kalau judulnya cuma ngehighlight soal Closet yah wajar karena kalo moving on ga terlalu related cuma dengan komunitas LGBT kan, tetapi dengan semua orang dalam hidup ini. Kalo soal closet tuh baru lebih deket dengan kita

Kita bahas satu per satu dulu yah. Yang kisah Lukas dulu deh. It was nice to see Aghi again. Is it me or he seem like taller back them? Atau Lukas yg nambah tinggi? Seneng juga melihat Rizal bisa all out banget di episode ini. Menjiwai banget Lukas yg memendem rasa yang tergantung di hati gara gara putus ama Aghi. Jujur agak lupa putusnya kenapa dulu yah? Gara gara Aghi yg pernah jadi piaraan yah? Trus menghilang? Itu bukan sih. Anyway pengen tahu juga sih lebih jauh soal itu. Tp it was great to see Lukas bisa move on juga dari Aghi. Ga mau coba hubungi dokter ganteng dulu yg ketemu pas abis kamu makan brownies kas?

Kunci move on emang cuma satu emang dari dulu, yaitu closure. Dan itu yang diperoleh Lukas at the right time. Great job for Rizal. Seneng juga liat movement "Gue Berani" yg subtle dan smooth banget placementnya di sini:) Just wish detail tentang kondisi Aghi bisa lebih bahasa "sehari hari" biar lebih banyak yg ngerti bahwa ODHA itu bisa seperti orang biasa kok. Not much to said about this story.

Let's move to the next one. Cerita tentang Timo yg yah ampuuuunnnn. Sebelum ke Timo, itu yg jadi bapak Timo kaku amat sih. Bikin ga sreg aja nontonnya. Kayak pemeran dokter, satpam atau pelayan di sinetron yg  biasanya diperankan oleh figuran yg ga punya latar akting. Contoh tuh nyokap timo yg convincing banget aktingnya.

Back to Timo. Rasanya ga banyak dari kita yg udah come out ke orang tua kan. Bisa dibilang ga nyampe 5 persen mungkin. Sebagian besar pasti masih menyembunyikan identitas orientasi seksual kita ke orang tua kita masing masing. Dan sebagian besar kita cepat atau lambat pasti dihadapkan dengan orang tua yg pengen jodohin kita. Yah, ga sampai jadi drama queen ala nyokap Timo sih. But still. Itu pasti akan kita alami. Dan juga sebagian kita ketika dijodohin pasti mau ngak mau agak kepaksa ketemu dengan sang cewek.

I like the story. How Timo still stay in the closet, how Timo try to be manly and how the lady seem to be extreme aggressive toward a cute flamboyant guy like Timo. I like how Timo eventually give in to the lady. I know they need to introduce another new character again. Tp agak agak menyayangkan aja another great new character that seem will be unexplored after 1 episode.

Tp anyhow, seneng sih dengan kejutan kejutan di cerita Timo ini. Penasaran at the endnya gimana. Akankah Timo menjadi seperti Phoebe dari Friends atau Miranda dari Sex and City yg hamil duluan dibanding temen temennya yg ngebet hamil. Yah timo nggak mungkin hamil sih. Tapi apakah Timo akan menjadi sidekick yg akhirnya end up in a love story ketika Lukas yg merupakan Carrie atau Monica/Rachel alias pemeran utama dari Conq series ini yg sebenarnya haus banget akan kisah cinta yg bahagia. Sekalipun itu in a love story dengan cewek. ATB -> Asal Timo Bahagia

Highlight moment : suara Grindr notification pada saat Lukas ngunjungi makam nyokapnya. That was the best!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar