Sabtu, 27 Juni 2015

Amerika melegalkan pernikahan sesama jenis, trus apa hubnya dgn Indonesia?


Hari ini adalah hari penting untuk komunitas LGBT di amerika. Hari ini Supreme Court amerika mengesahkan peraturan bahwa semua negara bagian dilarang untuk menolak pernikahan sesama jenis di negara bagian manapun. Ini berarti pernikahan sesama jenis akan dapat dilakukan secara legal di semua negara bagian Amerika

Berita besar ini membuat semua orang merayakannya. Perusahaan seperti facebook membuat facebook.com/celebratepride untuk merubah profile picture menjadi berwarna pelangi. Ada begitu banyak yg langsung merubah profile picturenya sambil mentwit dengan hashtag #lovewins. Tetapi selain mereka yang begitu bahagia merayakan momen ini, ada juga sebagian yg merasa hal tersebut tidak perlu dirayakan. Bukan karena hal tersebut ga penting, tetapi karena mereka tidak merasa perlu merayakan sesuatu yang tidak ada pengaruhn ya terhadap kehidupan gay di negara lain, apalagi negara seperti Indonesia

Mari kita coba bikin seperti sebuah cerita yah

Anggap aja sekolahnya sekolah boarding house seperti ini
Hmm.. mari coba kita anggap dunia ini seperti sebuah sekolah. Setiap negara di dunia adalah seorang murid di sekolah ini. Amerika adalah murid paling populer dengan rambut pirang, berbadan besar, kaya, kalau ngomong kenceng, tp punya banyak banget pengikut karena memang bokapnya adalah orang yg sangat berpengaruh di sekolah. Indonesia adalah anak asia berbadan besar yg manis mukanya, tp agak males dan berasal dari keluarga yg sangat kuat agamanya.

Kebayangnya si Belanda tuh kayak adiknya Phoebe di serial Friends potongannya
14 tahun yg lalu, ada bule yg agak eksentrik dan doyan ngeganja bernama Belanda menyatakan dukungannya terhadap gay. Saat itu belum ada negara yg terpengaruh. Tetapi si Belanda cuek mengatakan bahwa kalau ada yg mau gay yg menikah, dia bisa bantuin. Dia adalah satu satunya harapan pasangan gay saat itu. Trus 2 tahun kemudian, temen baiknya si bule belanda yg bernama belgia juga ikut mengatakan bahwa dia mendukung gay. Mereka berdua dipandang sebagai bule bule yg emang agak eksentrik karena pandangan itu. Sampai 2 tahun kemudian di tahun 2005, temen mereka yg sebenarnya ga deket deket amat juga ikut menyatakan dukungan terhadap gay yaitu bule spanyol. Bule berkulit coklat dan bermuka ganteng ini adalah temen main bolanya si Belanda. Padahal keluarga si bule spanyol terkenal sangat ketat gerejanya. Di tahun yg sama ada bule lain yg bernama Canada yg ikut mendukung gay. Memang si bule canada terkenal baik dan paling masuk akal di banding bule bule lainnya. Dia sih tanpa agenda mendukung gay karena memang dia merasa itu wajib dilakukan. Tp sampai saat itu sekolah masih melihat dukungan mereka sebagai hal eksentrik.

Hal itu berlangsung beberapa tahun. Anak anak asia memandang aneh kepada bule bule yg mendukung gay ini. Anak anak afrika atau amerika selatan tidak mau peduli. Sementara bule bule lain di eropa masih terlalu kaku untuk ngomongin itu. Si bule populer amerika lagi sibuk temenan ama si anak asia bongsor bernama cina dan ga peduliin hal hal seperti ini. Sementara di luar sekolah, komunitas gay semakin vokal dan mencari dukungan untuk mendapat kesetaraan hak.

murid2 scandinavia itu kira kira seperti inilah potongannya. Pucet tapi baik2
Sampai akhirnya tahun 2010, gelombang dukungan baru mulai membanjir lagi. Di mulai dengan bule dari benua Afrika yg bernama Afrika selatan. Dia sih sebenarnya ga terlalu Afrika karena bule sendiri, tetapi dia memang selalu berusaha agar terlihat maju dibanding negara lain. Setelah si Afrika Selatan menyatakan dukungannya, kelompok bule kaya yg selalu tersenyum di geng scandinavia berturut-turut menyatakan dukungan mereka juga yaitu Finland, Norway dan Sweden. Temennya si bule Spanyol, si Portugal juga ikutan. Untuk sementara waktu, tiba tiba terlihat mulai banyak yg mendukung gay. Dan kejutan berikutnya dimulai oleh seorang latin yg terkenal rajin ke gereja menyatakannya dukungannya yaitu Argentina.

Anggap aja deh si murid Argentina itu seperti ini
Dukungannya si latin cakep Argentina lumayan membuat orang untuk memperhatikan soal ini karena mulai tersebar nih di beberapa kelompok mereka yg mendukung gay. Bukan cuma dari kelompok tertentu yg dianggap aneh doank. Si Bule Amerika mulai gelisah karena mendengar di kampung halamannya orang mulai ribut dan dia ingin menyuarakan dukungannya tapi masih di larang oleh ayahnya karena masih ada tante dan omnya yg menentang keras. Setelah Argentina, Brazil, bule latin yg terkenal sebagai salah satu pemimpin di geng latin juga ikut menyuarakan dukungannya. Dengan dua big boy latin ini, terlihat bahwa geng latin mulai tergerak. Sementara di geng eropa bule bulenya semakin banyak yg ikutan mendukung. Bahkan bule yg agak angkuh tp selalu berdandan necis bernama Prancis dan bule kaku pucet yg katanya keturunan bangsawan bernama Inggris. Bule lain seperti Denmark dan Luxemburg ikut memberikan dukungan setelah itu. Uruguay salah satu latin di geng Amerika Latin ikutan kedua big brothernya memberikan dukungan. Begitu juga si New Zealand, bule yg penuh senyum dan bermuka mirip Hobbit

Ini nih murid murid yg di geng yg menentang gay
Sampai saat tersebut suasana di sekolah mulai semakin ramai. Semakin banyak yg mendiskusikan dan membicarakannya. Sekalipun yah ada beberapa anak yg tampaknya tidak akan pernah memberikan dukungan karena jelas jelas memperlihatkan kebenciannya seperti beberapa murid Afrika atau anak geng asia tengah. Banyak yg berasal dari keluarga yg memang terkenal sangat menentang gay atas nama agama. Tetapi banyak anak yg sekalipun berasal dari keluarga yg kaku, mereka mulai berusaha mencari sendiri fakta fakta mengenai gay agar mereka bisa tahu lebih lanjut. Termasuk salah satu bule berbadan besar yg selalu berkompetisi untuk menjadi anak populer di sekolah bernama Rusia yg bermuka cemberut dan menggerutu terus. Dia sih demi terlihat beda terang terangan mengatakan bahwa dia tidak mendukung. Trus ada si India dan Singapura yg orang tuanya jelas jelas melarang mereka untuk terlibat dalam keseluruhan soal gay ini, tetapi mereka jelas jelas berkata ke semua orang mereka mendukung gay. Sementara si Indonesia cuma bisa melihat semuanya sambil makan tahu goreng dari balik jendela karena terlalu takut ancaman orangtuanya kalau dia ikut ambil bagian dalam hal apapun.

Murid Irlandia itu bayangin spt ini aja
Kejutan berikutnya dari si bule tukang mabuk yg berasal dari keluarga yg sangat sangat sangat ketat gerejanya yaitu si Irlandia. Dia mengatakan bahwa keluarganya mendukung gay sepenuhnya. Pada saat itu, dukungan terhadap gay tampaknya menjadi salah topik paling hangat di sekolah. Dan sepertinya menjadi tren sendiri untuk memberikan dukungan. Dan yg mendukung juga semakin terang terangan memperlihatkannya. Sekolah hampir terbagi antara kubu yg mendukung, menentang dan yg tidak berani bersuara. Di kubu yg mendukung sih udah banyak bule bule penting yg berpengaruh di tambah beberapa pendukung dari belakang yg tidak berani terang terangan. Kubu penentang juga semakin memperlihatkan ketidak sukaanya dan mulai mengada ngada seperti mereka yg dari Afrika. Bahkan yg dari Asia tengah mengatakan di rumahnya ada yg menghukum mati gay.

Murid murid asia kurang lebih spt si Yoshi Sudarso di sini. Kacamataan tp manis
Sementara mereka yg masih belum berpendapat cuma bisa duduk dan menonton sambil menunggu hati dan ijin dari keluarga masing masing untuk berpendapat. Kebanyakan yg duduk menunggu itu sih anak anak Asia yg memang dari keluarga ketat semua sehingga tidak berani terlalu bersuara. Tetapi di tengah anak anak asia berbadan kecil yg sedang menonton dan menunggu sikap, ada si anak populer Amerika yg terlihat gelisah. Dia sudah ingin bangun ikut bergabung dengan tim yg mendukung, tp tidak berani maju karena masih inget dengan pesan ayahnya. Ada juga sih temen baik si Amerika bernama Australia yg emang agak agak bebal jalan mondar mandir sok ga peduli karena tidak mau menentukan sikap. Sementara sih terlihat posisi yg mendukung maupun yg menentang sama kuat. Dan dengan posisi seimbang seperti ini, anak anak lain yg melihat juga agak agak belum berani untuk berpendapat. Mereka ingin mendukung, tp ingin memastikan bahwa mereka berada dalam kubu yg benar

Anggap saja si Amerika potongannya seperti si Zac Efron
Sampai tadi pagi si Amerika menerima kabar baik dari rumahnya. Dia mendengar bahwa om-omnya yg kaku kalah debat sama tante tantenya yg mulai terbuka pikirannya. Mereka satu keluarga menyatakan dukungan penuh kepada gay. Si Amerika langsung bersorak sorak dan lari sepanjang hal sekolah sambil berteriak teriak "Aku ikut mendukung gay sepenuhnya!!!".  Satu sekolah yg melihatnya ikut bersorak sorak karena mereka semua tau betapa sulitnya si Amerika menahan diri untuk ikut mendukung selama ini. Anak anak geng asia ikut bersorak karena geng yg mendukung menjadi semakin kuat dengan adanya si Amerika di sana. Sementara geng yg menentang memilih untuk diam dan ga berkomentar karena mereka tahu posisinya sudah beda sekarang. Selain itu si Mexico yg selama ini menjadi teman mabok Amerika juga diam diam telah memperoleh ijin untuk mendukung. Satu sekolah sepanjang hari bersorak sorai merayakan ikut sertanya Amerika dalam kubu yg mendukung

Ini bokapnya si Amerika pas kasih kabar baik ke dia
Sekarang kita bertanya. Dalam situasi seperti itu. Apa untungnya untuk si Indonesia yg melihat si Amerika berlari ke sana kemari sambil teriak teriak kesenangan dari balik jendela kamarnya. Yah si Indonesia ikut bertepuk tangan sih ketika melihatnya, sambil melirik lirik handphone berharap ada message dari bokapnya yg menyatakan "Ayo ikutan Amerika, dukung gay sepenuhnya." Tetapi si Indonesia tahu bahwa bokapnya tidak akan pernah mungkin mengirim message seperti itu. Bokapnya ga seperti bokap Vietnam yg tidak melarang anaknya pacaran dengan cowok, sekalipun belum mengijinkannya menikah. Atau bokapnya taiwan yg tidak pernah komentar tapi membiarkan anaknya mengadakan pesta gay di rumah. Atau paling tidak seperti bokapnya Singapur deh, yg selalu bilang ga boleh, tetapi selalu menutup sebelah mata ketika anaknya mengadakan pesta dengan tema pink di rumah. Atau bahkan seperti bapak si Cina yg ga mau bahas mengenai itu dengan anaknya, tetapi diam saja ketika bertemu dengan anaknya bergandengan tangan dengan cowok.

Bayangin saja Indonesia seperti Ridho Irama aja
Tetapi Indonesia tahu, cepat atau lambat waktunya akan tiba. Mungkin salah satu yg terakhir di banding teman teman Asianya. Pasti sih si cakep jepang, atau si bear lucu taiwan yg duluan. Atau si ceking Vietnam sih pasti duluan. Kalau si Singapur jelas pasti duluan, karena bokapnya terkenal banget suka ikut ikutan geng populer. Bokapnya singapur kalau begitu tahu anaknya ga masuk geng populer di sekolah, pasti akan menyuruh anaknya melakukan apapun demi tetap stay dengan geng populer. Yah kecuali si Malaysia yah. Keluarganya agak aneh. Dari dulu memang keluarganya ga pernah akur dengan keluarga Indonesia.

Hope for all of us
Tapi yg jelas sekarang pasti akan berubah. Murid para pengagum Amerika pasti akan lebih berani menyuarakan dukungannya karena idola mereka sudah jelas dimana posisinya. Yang menentang? akan semakin kenceng protesnya karena mereka tahu posisi mereka sekarang sudah di pihak yg kalah jumlah. Maka jelas mereka harus semakin kencang teriaknya. Indonesia harus bersabar sih sementara waktu. Tetapi yang jelas sekarang dengan bergabungnya si Amerika, murid murid lain pasti akan semakin banyak yg ikutan. Semakin banyak murid akan menyusul dalam waktu dekat. Mungkin paling tidak ketika Bapaknya si Indonesia mendengar bahwa di sekolah anaknya sudah begitu banyak mendukung, dia akan melunak. Kalau bukan karena demi kebaikan anaknya, yah mungkin karena usia. Yang jelas Indonesia harus tahu bahwa yang terjadi di sekolahnya pasti akan merubah semuanya dalam waktu dekat karena skrg yg mendukung gay itu sudah semakin besar di sekolah. Jelas dengan pengaruh mereka, situasi di sekolah ini pasti berubah cepat dalam waktu dekat.

Sabar yah



Update on 29 June 2015 :
Bukti bahwa pengaruh yg terjadi di Amerika terhadap negara lain. 

3 komentar:

  1. hahaha saya ketawa nih sama analogi negara2 di artikel kali ini. iya di beranda medsos saya, semuanya hingar bingar ganti propic, ada yang curcol marah-marah ngga nyangka temennya homofobik, dan seterusnya. trus kayaknya sebelum indonesia, thailand juga termasuk yang duluan ngebolehin pernikahan sesama jenis :))

    BalasHapus
  2. Untuk kesekian kalinya saya setuju dengan pendapat admin dari blog ini. dengan disahkannya pernikahan sesama jenis di amerika ini akan benar-benar mengubah dunia, cepat atau lambat. termasuk Indonesia.

    kemarin, tepat tanggal 27 saya coba iseng update PM di akun BBM dengan tulisan yang intinya berbunyi "Amerika udah, Indonesia kapan mau ikutan?". and you know what, banyak reaksi dari aksi saya tersebut. Ya, dapat ditebak teman-teman saya yang masih sangat, katakanlah 'tradisional', tidak berkomentar mengenai bagaimana hal ini akan terjadi di Indonesia, tapi lebih ke arah "hey, tobat. bulan puasa loh!" dan blaa... bla... blaa.. yang lain.

    sementara itu, komentar dari teman-teman saya yang gay cukup miris. sebagian besar pesimis dan mengatakan saya gila dan utopis karena terlalu optimis berfikiran jika di Indonesia akan bisa melegalkan pernikahan sesama jenis.

    here's the thing : belajar dari beberapa negara yang melegalkan pernikahan sejenis, hal itu tidak akan terwujud kalau mereka nggak berani ngomong kalau mereka menginginkan pernikahan sejenis. memang sih keadaannya berbeda di indonesia. doktrin agama dan nilai-nilai kultural masih sangat besar sekali di sini, sehingga akan membutuhkan usaha yang ekstra kuat. Tapi, dengan kita tau kalau hal-hal tersebut sangat kuat di Indonesia dan kita tau bakal ada usaha ekstra, harusnya kita dapat lebih memutar otak dari kapan tahunnya.

    mungkin permasalahannya ada di kaum gay indonesia itu sendiri. kita sangat beragam. terlalu takut, terlalu malas dan terlalu naif untuk memulai perubahan.

    BalasHapus
  3. Hahaha... Dari Indonesia kenapa harus Ridho Roma? Jadi inget bapaknya ngomong di tipi pas mobilnya nabrak mobil orang. "Bawa cewe gimana? Pacaran aja gak pernah." Okay. Om, anaknya termasuk ganteng loh. Gak pernah punya cewe? Uhuk uhuk. Maap, gossip bener deh gw.

    BalasHapus