Minggu, 10 Mei 2015

Movie : Iron Ladies Roar


Film Iron Ladies pertama kali keluar sekitar 10 tahun yang lalu. Ketika itu film yg bercerita tentang sebuah tim voli yang pemainnya terdiri dari gay dan Kathoey (transgender), menjadi underdog karena penampilannya walaupun akhirnya mereka berhasil menjadi juara nasional. Pada saat itu film Iron lady menjadi terkenal dimana mana karena memang film ini diangkat dari kisah nyata.


Ramuan yang sama kembali diangkat dalam prequel/sequel/remake film tentang tim volley ini. Tetapi sungguh agak melelahkan menonton film ini. Kalau bukan karena brondong-brondong thailand yang cakep dan Chaiwat Tongsaeng dengan celana ketatnya sih udah pengen keluar dari bioskop. Menonton film ini seperti menonton film Warkop tahun 80an yang tidak punya jalan cerita selain slapstick dan potongan potongan kisah sepotong demi lucu lucuan. 


Ceritanya sih masih sama seperti yg bisa kita tebak. Tim bola volley yg "unik" dan akhirnya menang. Nothing much to tell. Ada sih bbrp side story yg ga penting. Terus terang dari cerita jangan berharap apa apa. Kisah tentang ibu yg tidak menerima bahwa anaknya gay sampai di usir, kisah cinta terhadap cowok straight sampai kisah lesbian yang konyol. Tapi tetap aja tidak ada alur cerita yang benar benar terbentuk dan mengalir. 


Skrg kalau cari castnya sih jujur ini adalah sekumpulan cowok thailand yg cakep cakep, regarding mereka beneran gay apa bukan yah. Cuma masalahnya sebagian besar dari pemerannya ini sama sekali ga believable sebagai gay atau kathoey. Mereka malah seolah olah seperti sekelompok cowok straight yg ga tahu apa apa soal gay dan disuruh buat jadi gay untuk lucu lucuan. Kalau pada Iron ladies pertama masih ada beberapa pemeran yang benar benar terlihat seperti kathoey dan gay. Sementara di film yg ini seolah olah fokusnya cuma pada bagaimana agar karakternya terlihat lucu sampai pada titik yang agak menyinggung sebenarnya. Penggambaran karakternya suka terlalu berlebihan dan terlihat seperti komedi murahan. Demi mengunakan aktor cakep yg memang terkenal cakep, mereka menggunakan aktor berbadan besar untuk memakai celana ketat pink pendek dengan tank top leopard. 


Dan yang paling kacau adalah ketika mereka menggambarkan bagaimana cowok cowok ini adalah pekerja di dunia hiburan dimana mereka harus tampil lipsync. Tetapi sekalipun dengan panggung dan kostum yg begitu mewah, para cowok cowok straight yg seharusnya menjadi drag queen berlipsync ini sama sekali tidak berusaha untuk lipsync yg benar. Pada dengan sedikit niat aja mereka mau hafalin liriknya, penampilan mereka di panggung pertunjukkan itu akan jauh lebih convincing dan terlihat niat

Brondong yg di tengah cakep:)
Memang film ini tidak dibuat untuk berkompetisi di ajang academy award. Terlihat banget niatnya cuma untuk menghibur lucu lucuan. Memang sih pasangan straight yg duduk di samping ketawa tawa sepanjang film. Sama seperti ketika mereka tertawa melihat tingkah laku pembawa acara fesbuker pastinya. Yah kalau niatnya cuma buat cuci mata sambil ketawa tawa nggak jelas, film ini bisa membantu kok. Ada momen momen slapsticknya yg bener bener lucu kok. Dan jelas banyak banget kok bahan cuci matanya dengan celana volley yg pendek dan ketat itu




1 komentar:

  1. Sepanjang film cuma terpana sama Tom (Pataradanai Setsuwan) xD

    Walau memang keliatan melenceng banget dari Iron Ladies 1 dan 2, film ini cocok buat cuci mata....

    BalasHapus