Jumat, 06 Maret 2015

Top, Bottom, both or not at all?


Tingkat keakuratan ini sih diragukan karena berdasarkan apa coba astrological sign kita bisa menentukan seperti ini. Yah buat lucu lucuan oke lah yah.

Tapi daftar itu bikin jadi inget satu topik yg sering dilupakan orang, yaitu bahwa gay guy tidak selamanya, top, bottom ataupun versatile. Ada gay yg bukan semuanya alias tidak melakukan anal seks.  Buat yg sudah menganggap anal seks adalah menu utama tentu akan heran. "Trus mereka ngapain?" pikir mereka semua. Tentunya masih banyak stimulasi seksual lain yang bisa dilakukan untuk mencapai orgasme. Yah basically mereka akan melakukan apapun, selama melibatkan penetrasi ke lobang pantat, baik yg melakukan penetrasi maupun yg di penetrasi.

Alasannya? Mulai dari karena alasan hygiene, ataupun pengalaman buruk penuh trauma yg berkaitan dengan urusan kebersihan, sampai ada yg merasa yah emang ga suka aja. Ada juga biseksual yg untuk kegiatan penetrasi dia memilih untuk melakukannya dengan cewek, tetapi non penetrasi yah dengan cowok. Tetapi sebagian besar tidak melakukannya karena stigma "jorok" untuk hubungan anal seks tersebut

Kalau dapat gebetan cakep, pinter, keren tiada banding tiada tanding, tp ga suka anal seks gimana? Padahal kamu termasuk yg kalau ga sampai anal, berasa makan ga pakai nasi alias nanggung. Yah sekalipun seks bukan unsur utama dalam hubungan (buat sebagian orang), tetapi seks adalah unsur penting. Ada baiknya hal seperti ini diobrolin dulu sebelum kamu keburu maksa, ngancem, atau bahkan nangis bombay karena ga dapat jatah yang menurut kamu sepantasnya dan selayaknya. Kalau memang dia tidak bergeming, yah kamu musti mikir kembali apakah untuk jangka panjang kamu bisa tidak melakukannya? Jangan bilang iya di depan demi jadian karena ga tahu kapan lagi bisa nemu gebetan high quality seperti ini, trus setelah beberapa bulan ML tanpa anal, trus kamu diam diam nyari jatah di Grindr mulu jadinya. Kalau memang niatnya untuk long term, better work something out, atau yah move to the next one

Untuk yang membaca tulisan ini dan merasa "yahhh that's me!! I dont love men, I love dick, I love the hairy chest, I just dont like the butt hole" Yah it's your call. Kalau kamu emang ga nyaman dan ga suka, jangan memaksakan diri demi orang lain. Kalau kamu ingin belajar melakukannya agar kamu bisa memberikan kebahagiaan untuk pasangan kamu silahkan. Tapi kalau sampai diancam2 demi membuktikan cinta untuk melakukan sesuatu yg kamu ga suka, yah itu bukan cinta namanya. Itu udah pemaksaan. Dan ga ada hubungan yang bisa berjalan lancar kalau sudah ada unsur pemaksaan.

Jadi apapun yg kamu pilih, mau jadi bot, jadi top, jadi vers, atau jadi no anal, itu semua pilihannya terserah kamu. Tidak ada yg boleh memaksa ataupun dipaksa untuk menjadi sesuatu yg tidak disukainya cuma demi pemuasan nafsu pihak yang lain. Have fun ok:)

2 komentar:

  1. yup! spt halnya jadi straight, jadi biseks, jadi gay atau jadi aseksual pilihannya terserah kamu. kalau kamu gay tapi gak mau ngaku gay jgn mau dipaksa orang utk jujur bahwa kamu gay.. jgn pedulikan bujukan2 "be your self".. :)

    tapi semua ada resikonya.. kalau kamu bottom dan mengaku2 versatile bisa dipastikan kamu hanya akan membuat bottom lain sewot karena kamu buat mereka berasa lesbi.. :)

    BalasHapus
  2. Thanks to admin buat postingannya. A lot of people think kalau gay always make a anal sex. Sex is important for everyone. But that is not the important thing in a relationship.
    Dalam sebuah hubungan yang paling utama adalah kita merasa nyaman dengan pasangan kita. Saling melengkapi diantara kekurangan masing-masing.
    Sex is important but that is not a priority.
    Saling perhatian dan saling menghargai sesama pasangan, will make ours relationship more hapy than having sex ...

    BalasHapus