Minggu, 15 Maret 2015

D&G dan Anak Sintetik


Memiliki anak lewat surrogate mother dan inseminasi buatan telah menjadi pilihan banyak pasangan gay untuk memiliki anak. Banyak dari mereka yang melakukan pengorbanan yang tidak sedikit untuk memperoleh seorang anak yang merupakan keturunan mereka sendiri. Cara tersebut juga sering digunakan oleh pasangan yang memiliki masalah kesehatan, misalnya ketika rahim sang ibu tidak cukup akomodatif untuk pertumbuhan janin, atau misalnya ketika sang ibu memiliki masalah kesehatan. Pasangan Gay seperti Elton John, Ricky martin ataupun Neil Patrick Harris memiliki anak dengan cara seperti ini

Dalam sebuah wawancara dengan majalah baru baru ini, pasangan perancang Dolce & Gabbana mengeluarkan pernyataan mengejutkan mengenai anak yang berasal dari proses seperti itu. Mereka menyebutkan bahwa anak yang berasal dari proses seperti ini sebagai anak yang sintetik dari proses kimiawi. Proses memilih rahim dan sperma dari katalog dianggap mereka terlalu jauh dari nilai nilai kekeluargaan. Mereka menganggap seorang anak seharusnya berasal dari proses normal yaitu persetubuhan ibu dan ayah sehingga anak tersebut dapat memiliki orang tua ayah dan ibu dengan cara alami. Karena itu mereka juga menolak adopsi oleh pasangan gay karena tidak sesuai dengan nilai kekeluargaan yang mereka anggap benar


Perlu diketahui pasangan Dolce & Gabbana ini mengeluarkan pernyataan ini bukan karena mereka adalah straight homophobic yg benci komunitas gay yang banyak memiliki anak. Mereka berdua sendiri adalah pasangan gay belasan tahun yg akhirnya berpisah di tahun 2005 sambil tetap menjadi pasangan bisnis. Banyak yang terkejut karena mereka sebagai bagian dari komunitas gay, tetapi tetap mencerca keputusan pasangan gay untuk membesarkan anak.


Bahkan ketika Elton John yg memiliki dua anak dari proses inseminasi buatan itu memprotes dan mengajukan boycot terhadap produk D&G, Stefano Gabbana malah menuduh Elton John sebagai Facsist. Semakin banyak dukungan mengalir untuk Elton John. Ngerti banget sih kekesalan seorang Elton John karena selain yg mencercanya adalah gay, dan juga karena anaknya dianggap tidak "alami". Tidak kurang dari Ricky Martin, Courtney Love, Victoria Beckham, John barrowman, Ryan Murphy sampai Martina Navratilova memberikan dukungan kepada Elton John


Sampai skg memang masih banyak yg meragukan apakah dua orang ayah atau dua orang ibu akan memberikan yg terbaik untuk seorang anak untuk tumbuh kembang menjadi dewasa? Tetapi bagaimana dengan anak yatim atau anak yatim piatu yg tidak memiliki orang tua? Apakah mereka serta merta kehilangan kesempatan untuk menjadi manusia seutuhnya tanpa pasangan orang tua yg utuh? Sebagian mengatakan dalam kondisi terpaksa seperti anak yatim itu masih bisa dimaklumi, tetapi apabila ada kesempatan, sebaiknya pasangan orangtua yg sesama jenis sebaiknya dihindari demi kebaikan sang anak sendiri. Benarkan demikian? Apakah kehadiran seorang ibu sedemikian tidak tergantikan oleh ayah, sehingga sebenarnya apabila kita memilih untuk membesarkan seorang anak tanpa sosok ibu sekalipun kita punya dua orang ayah itu adalah salah? Apakah ada kebenaran dibalik pendapat Dolce & Gabbana itu yg memang berasal dari keluarga itali tradisional yang sangat mementingkan nilai kekeluargaan? Apakah sebenarnya gender menjadi bias selama peran orang tua bisa diberikan secara utuh demi kebaikan anak?

7 komentar:

  1. Enggak min, gender ga ada hubungannya sama mendidik anak, pernah ad artikel di TIMES yg bahas pengaruh orang tua gay sama anak yg dibesarkan, yah itu sih D&G nya aj yg sirik, kadang gay jg bisa jd homophobic lho saking besarnya tekanan sosial yg didapat

    BalasHapus
  2. Untuk Idealnya seorang anak 'dibuat',lahir,tumbuh dan berkembang aku setuju dengan pendapat Dolce dan Gabana ini. Anak adalah "Buah Cinta".tentu saja "Buah Cinta" ini hanya bisa terjadi antara persetubuhan Pria(sperma) dan Perempuan(indung telur)(diluar maslah apakah mereka saling mencintai atau one night stand).Hal ini tidak mungkin jika antara Sperma dan Sperma. Itu Idealnya. tapi kenyataan dunia mengatakan berbeda.Karena tumbuh kembang anak juga harus didalam lingkungan yang penuh Cinta..yang terkadang tidak didapatkan dari keluarga normal sekalipun.
    But well...bukankah Gaymen itu adlah manusia yg penuh cinta??...tentunya kita pasti inginkan setiap manusia itu lahir dan tumbuh berkembang secara ideal dan penuh cinta.
    Pendpat D&G gw setuju.Pendpat Elton gw juga setuju.Tapi dengan cara Surrogate gw ga begitu setuju..lebih baik adopsi anak yg jelas asal-usulnya saja.karena masih banyak anak Yatim/piatu atau Yatim piatu yg membutuhkan keluarga hangat dan cinta.

    BalasHapus
  3. Entah knapa gw sependapat dengan d&g, alangkah baiknya anaknya ya memang berasal dr proses hubungan intim... Meskipun tidak Ada ketertarikan, tetapi lebih alamiah... Memang sih sebutan 'anak sintetis' terdengar keterlaluan.
    Hal lain yang membuat gw tertarik, kenapa harus boikot d&g? Padahal d&g tidak melakukan pemboikotan thdp surrogate child, mereka cm mengutarakan pendapat aman kok....
    *coba berpendapat dr sudut pandang yg berbeda

    BalasHapus
  4. HA HA HA.... what a joke!
    D&G mengumbar kata-kata/label : "proses normal", "alami", "nilai2 kekeluargaan yg benar".
    Cuma 1 pertanyaan gw : kalian berdua lahir dari keluarga Itali tradisional yang memiliki semua label di atas, lalu hasilnya apa ? Jadi laki-laki GAY juga toh ?!
    So, masih merasa superior dengan segala label2 itu ? *sigh

    BalasHapus
  5. Kalo menurut gw pasangan gay yg memilih untuk adopsi anak sebaiknya mereka mengasuh anak lelaki, karena setidaknya pasangan gay mengerti bagaimana untuk mendidik anak lelaki mereka. Terlebih pada saat anaknya puber. Kebayang kalo pasangan gay mengasuh anak perempuan & saat pubertas nya tidak tahu bagaimana caranya menggunakan pembalut.

    BalasHapus
  6. Kita lupa banyak banget keluarga straight yang nggak bahagia. Ibu nggak bisa berperan sebagai ibu yang baik dan ayah tidak bisa berperan sebagai ayah yang baik. Banyak anak yatim jadi sangat berkembang karena mereka memiliki satu ayah/ibu yang sangat penuh cinta dan kasih sayang. Meski tidak memiliki salah satu orangtua, namun semua kebutuhan akan cinta dan kasih sayang sudah terpenuhi oleh satu ibu atau satu ayah.

    Bayangkan jika ada dua ibu dan dua ayah seperti itu.

    BalasHapus
  7. Kebayang gak sih, kalau setiap manusia yg berpasangan gay atau lesbi untuk memiliki keturunan dengan cara yg diluar kebiasaan. Mudah-mudahan dimasa depan ada teknologi rahim buatan, rahim sintetik, sel telur buatan atau sel sperma buatan. Dan janin bayi tidak harus berada dalam badan manusia tetapi ia tetap hidup. Hummmm... kapan ya....

    BalasHapus