Minggu, 22 Februari 2015

Hal yang (kemungkinan) akan berbeda dari hidupmu


Seorang gay sudah ditakdirkan untuk memiliki jalan hidup yang berbeda dengan pria straight pada umumnya. Jalur standar itu adalah ketika seorang pria pacaran, menikah, beli rumah, punya anak, sampai akhirnya pensiun dan gendong cucu. Jalur standar yg kadang sering kita pikirkan apakah kita akan menyesal melewatkannya karena kita memiliki jalur yg berbeda, atau apakah kita akan merasa beruntung karena memiliki pilihan berbeda yang unik dibandingkan orang orang pada umumnya.


Ada beberapa fakta yang mungkin harus kita sadari karena mungkin akan kita hadapi. Tetapi mungkin kadang kita memilih untuk tidak memikirkannya. Tetapi tidak ada salahnya sih kita lihat beberapa lebih detail fakta ini agar kita tidak perlu khawatir untuk menghadapinya dan bisa lebih mempersiapkan diri untuk ke depannya

1. Kamu kemungkinan tidak akan pernah menikah dengan orang yang kamu cintai
Yah betul, pernikahan gay terjadi dimana-mana. Baik secara resmi maupun cuma sekedar upacara. Barusan ini ada 3 pria gay di Thailand yang menikah bersama. Sebelumnya ada tentang pasangan gay di India yang menikah secara adat. Yah, memang sih itu semakin dekat ke Indonesia. Tetapi untuk sebuah negara seperti Indonesia hal itu masih akan butuh waktu. Menikah dengan foro prewed, ijab kabul, acara di hotel dimana pasangan pengantin berdiri berjam jam menghadapi antrian orang yang salaman dan foto bareng? Most likely we will never that kind of wedding. Type kawinan yg membosankan yah sepertinya. Tetapi type kawinan seperti itulah yang kasarnya "sah" sebagai penanda bahwa kamu menikah.

Mungkin dalam 10 tahun lagi atau 20 tahun lagi, akan ada yg mulai terang terangan melakukan upacara pernikahan antar pria, mungkin 40 tahun lagi generasi baru DPR dan presiden gay akan meresmikan pernikahan untuk gay. Tetapi mungkin juga di saat itu Indonesia akan menjadi salah satu negara terakhir yang masih tidak akan memperbolehkan pernikahan antar pria.

Mungkin ada yg dari kita yang menikah, tetapi mereka menikah demi keluarga, keturunan. Dan mungkin bukan menikah atas nama cinta. Orang yang kita tatap di pelaminan di saat tamu antri rebutan pempek dan kambing guling itu kemungkinan bukan orang yang kita cintai sepenuh hati dan bukan pilihan kita untuk habiskan waktu tua bersama.

2. Kamu kemungkinan tidak akan punya anak
Sambungan dari no satu. Buat yang akhirnya tidak menikah, kemungkinan besar kamu tidak akan punya anak. Memang sih tidak semua orang suka anak kecil. Dan udah tahu belum harga masuk preschool sekarang ini berapa juta? Belum lagi anak kecil yg menangis tanpa sebab tanpa henti tengah malam. Ga semua orang ingin menghadapi itu. Temen temen straightmu yg sudah ga tidur tiga hari dengan baju bau susu bayi mungkin akan menganggap kamu beruntung karena tidak harus berurusan dengan itu.

Tetapi di lubuk hati kita yang paling dalam, insting kita akan selalu akan bertanya tanya seperti apakah rupa anakku? Seperti apakah manusia yang ku hadirkan di muka bumi ini. Manusia yang hadir membawa genetik ku yang akan menatapku dengan bola mata kecilnya ketika dia belajar berjalan sambil memanggil "Papa".

Mengangkat anak mungkin akan selalu bisa menjadi pilihan. Tetapi untuk kita yang secara kesehatan sebenarnya sanggup memiliki anak sendiri, kita akan akan selalu tetap bertanya tanya, akan semirip apakah anakku dengan diriku. Apakah ketika kita menggendongnya, orang orang akan menghampiri dan memuji betapa gantengnya anak kita seperti bapaknya.

Itu adalah satu hal yang mungkin tidak akan kita miliki sebagai seorang gay. Yah bisa juga sih kita menikah dengan seorang wanita untuk tetap memperolehnya. Tetapi apakah kita akan sanggup menghadapi semuanya demi untuk memperoleh seorang anak secara biologis? Atau bayi tabung dan surrogate mother? Yeah, pilihan yg masih butuh waktu untuk negara kita sih.

3. Kamu kemungkinan akan harus mengurus dirimu sendiri ketika tua
Sambungan dari nomor dua. Ketika kita tidak punya anak, di saat kita berusia 65 nanti, kemungkinan kita sendiri yang harus mengurus diri kita sendiri. Di balik setiap langkah kaki yang mulai tertatih-tatih, kita tidak bisa banyak berharap pada mereka yang lebih muda yg akan menggandeng kita atas nama cinta. Mungkin sih kita akan saling berpegangan dengan pasangan kita. Mungkin sih saat itu kita akan membayar perawat berbadan kekar untuk menggendong kita. Tetapi semua upaya itu tidak bisa kita serahkan pada mereka yang lebih muda di usia produktif yang masih bisa berkarya untuk menyokong hidup kita. Simpanan kita dari hari muda akan menjadi satu satunya penjaga keberlansungan hidup kita.

Bukan berarti kita akan kesepian sendiri sih. Karena pastinya di saat itu apabila kita tetap bersama sama, pasti kita punya pasangan dan teman teman untuk saling menjaga. Mungkin kita bisa bersama sama menghabiskan hari tua berpacu kursi roda sambil mendengarkan lagu lagu di masa muda kita. Tetapi disaat itu kita tidak akan punya siapa siapa yang merupakan keturunan kita yang akan memberi kita cucu yang akan memanggil kita opa.


Selain beberapa fakta yang mungkin bisa membuat agak sedih, kita juga punya beberapa fakta lain yang mungkin bisa menguatkan kita :

1. Kamu kemungkinan akan menjadi bagian dari sejarah penting gay, terutama di Indonesia
Dengan banyaknya perggerakan untuk komunitas gay sekarang ini, bukan tidak mungkin kamu akan menjadi pasangan gay pertama yang menikah dari Indonesia. Ga tahu sih kapan itu akan kejadian, tetapi yang pasti sih sejarah sedang ditulis dan kita menjadi bagian di dalamnya. Setiap langkah kecil yang terjadi membawa kita semaki dekat ke titik momentum penting dalam sejarah itu. Dan apabila saatnya tiba, kita pastinya akan menjadi bagian penting dalam catatannya.

2. Kamu kemungkinan akan punya lebih banyak kesempatan untuk menikmati hidup
Kenikmatan hidup bisa diperoleh dari berbagai hal. Mulai dari makan enak, jalan jalan, sampai dengan melihat anak kita menjadi seseorang yang berhasil. Tidak ada orang yang bisa memperoleh semuanya. Ada jelas berbagai kenikmatan hidup yang akan sulit untuk kita rasakan. Tetapi ada berbagai kenikmatan hidup lain yang akan lebih kita peroleh karena keberadaan kita sebagai seorang gay.

Ketika teman teman seumuranmu menabung untuk biaya persalinan, kamu bisa menggunakan tabunganmu untuk jalan jalan ke Jepang. Ketika temanmu mencari tiket murah untuk liburan keluarganya yang terdiri dari dia, istri dan dua orang anak, kamu dan pasanganmu bisa dengan gampang membeli tiket untuk tujuan yang sama untuk kalian berdua. Ketika temanmu harus terpaksa tetap bekerja di perusahaan yang tidak disukainya karena dia harus menghidupi keluarga besarnya, kamu bisa dengan gampang memutuskan untuk memulai usaha sendiri yang penuh resiko sesuai dengan passion kamu karena kamu tidak memiliki tanggungan atas resiko atas penghidupan orang lain selain dirimu sendiri

3. Kamu kemungkinan akan merasakan menjadi hidup yang unik dan berbeda
Menjadi mainstream itu sangat ditakutkan oleh banyak orang karena di dunia dengan 5 milyar penduduk ini kita selalu membuktikan bahwa kita berbeda, kita itu edisi khusus, kita nggak ada duanya. Tetapi biasanya sebagian besar dari kita akan hidup dengan standar pakem umum yang berlaku. Bukan berarti bahwa yang standar standar aja itu tidak baik sih. Tetapi banyak yang ingin merasakan hidup yang unik dan berbeda.

Kita sebagai gay memiliki kesempatan itu. Dengan menjadi seorang gay saja kita sudah menjadi unik dan berbeda. Setiap langkah dalam kehidupan kita terdiri dari pilihan pilihan yang tidak biasa. Kita dengan sendirinya menjalani sesuatu yang memang terlihat normal untuk kita, tetapi hidup seperti itu adalah pilihan unik di mata yang lain. Kita berkesempatan untuk mengeksplor pilihan pilihan lain dalam hidup yang berbeda. Apalagi untuk kita yang hidup di negara yang begitu kuat budaya timurnya, sudah ada begitu banyak peraturan tidak tertulisa yang memaksakan kita semua untuk mengikuti pakem yang sudah ada. Pilihan yang berbeda itu bagaikan angin segar untuk kita yang ingin melihat dan mengeksplor sisi yang berbeda dari hidup ini.

One last thing sih, sebagai gay juga (katanya) we have more sex compare to straight guy:)

Either way, congrats on your wonderful life. There will be lots of challenge, but there will be lots of fun too. Let's take the ride togather:)

10 komentar:

  1. Admin nya pasrah banget sama keadaan, harusnya dgn ilmu pengetahuan yg makin maju justru pola pikirkan semakin terbuka & semua menjadi mungkin.
    Tapi melihat perkembangan dunia saat ini juga menunjukkan semakin dekatnya tanda2 perang dunia 3 jadi gak usah berharap terlalu cepat tapi jangan juga putus harapan.

    BalasHapus
  2. hehehe bukan pasrah sih, tp coba melihat kemungkinan kemungkinan yang ada. Kita ga pernah tahu sih apa yg terjadi di smasa depan. Bisa saja sih dalam waktu setahun dua tahun semuanya berubah. Tp ga ada salahnya juga kita coba intip the worst scenario

    BalasHapus
  3. I love this article. Especially the "we're gonna be take part in history of gay movement in our country". Hopefully it will come sooner, cause I'm so ready to fight for it.

    BalasHapus
  4. amazing.. benar2 lebih membuka mata n hati kita.. semoga yg lain jg dmk ya

    BalasHapus
  5. Hiii guys need vacation? join Rainbow Bali Ultimate Tour |Ultimate Adventure Ultimate Price Only 2,5jt| Include sport activities diving, banana, parasailing, rafting, villa exclusive, bbq party, seaside dinner n more http://goo.gl/nAJ9ic see u in Bali :D

    BalasHapus
  6. Yg terakhir, LOL
    that's true

    BalasHapus
  7. Bagus banget artikelnya. Both being realistic and optimistic at the same time. Keep up the good work!

    *would love to see the person behind this blog tbh ;)

    BalasHapus