Sabtu, 28 Februari 2015

Being LGBT in Asia


Sebuah panel diskusi sebagai tanda peluncuran fase kedua "Being LGBTI in asia" yang berdiskusi mengenai menjadi LGBTI di Asia diselenggarakan di bangkok tanggal 24 Feb, diikuti oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari lebih dari 30 negara di Asia Pasific dan Afrika seperti Bhutan, Nepal, India, Bangladesh, Sri langka, Pakistan, Iran, Australia  Cambodia, Thailand, Vietnam, Laos, Vanuatu, Fiji, Tonga, Philippines, HK, Malaysia, Brunei, Indonesia, Singapore, PNG, Mongolia dan China. Project senilai US$ 8 juta ini sendiri difasilitasi oleh pemerintahan Swedia, USAID dan UNDP


Para peserta berbagi cerita dan pengalaman mengenai pencapaian maupun tantangan di negara masing masing dalam bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan maupun perlindungan sosial. Salah satu pihak yang ternyata banyak berperan dalam kekerasan dan diskriminasi terhadap komunitas LGBTI adalah dari keluarga sendiri karena di negara negara Asia keluarga menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari hari. Ketika seorang anak dalam keluarga dianggap melakukan sesuatu yang memalukan, seluruh keluarga dianggap ikut harus menanggung akibat kelakuannya tersebut. Karena itulah memang keluarga menjadi salah satu faktor yang paling menahan komunitas LGBTI untuk bebas menjadi dirinya sendiri


Hal penting lain yang menjadi bahan diskusi adalah bahwa "Equal Right, not special right". Yang selalu menjadi harapan kita semua memang adalah kesetaraan dalam hak, bukan hak spesial hanya karena kita berbeda. Yang kita butuhkan hanyalah hak yg sama sekalipun kita berbeda.  Banyak lagi sih cerita menarik dari diskusi ini yang terlihat dari update di sosial media. Ada peserta yang come out, ada yang berdandan heboh. Sepertinya acara seperti ini harus diadain lebih sering agar komunitas LGBTI di negara negara dapat saling mengenal dan belajar dari satu sama lain tentang bagaimana kita semua bisa memperoleh kesetaraan di negara masing masing.

Tim Indonesia di acara panel diskusi






3 komentar:

  1. dear admin,

    saya ingin berperan aktif dalam persamaan gender di indonesia gimana caranya
    thanks

    BalasHapus
  2. kamu bisa coba hubungi beberapa acc twitter seperti @aruspelangi atau @brondongmanis

    BalasHapus
  3. Sinchan Masih Sinchan11 Maret 2015 12.21

    untuk organisasi yang berhubungan dengan LGBTIQ cukup banyak kok. Di daerah juga ada, dan semuanya biasanya gabung di link pusat. Bisa hubungi di semua sosial media. Isunya biasanya HIV/AIDS, HAM, dan SOGIEB.

    Bisa googling aja berikut itu : GWL INA, Suara Kita/Our Voice, Arus Pelangi, OPSI (yang ini isunya pekerja seks), FKWI (arus utamanya adalah waria, Mami Yuli adalah salah satu boardnya).
    Kalau remaja (usia 24 ke bawah) boleh gabung di Aliansi Remaja Independen (ARI), Fokus Muda, atau Brondong Manis (yang Brondong Manis ini bagian dari GWL INA kampanye sosial media).

    Untuk LSM atau instansi yang LGBT friendly bisa hubungi Dinas Kesehatan (khususnya yg ngurus program HIV), Komisi Penanggulangan AIDS tingkat Kota/Kabupaten/Provinsi setempat, PKBI setempat, atau Nahdlatul Ulama (iya, NU. Karena NU juga terlibat dalam program HIV/AIDS). Karena isu HIV lebih mudah menjadi jalan masuk komunitas.

    maaf yah Min posting banyak. Cuma mau kasih info aja. Klw salah gpp di hapus aja...Peace...

    BalasHapus