Minggu, 18 Januari 2015

Masa depan sebagai pasangan gay di Indonesia


Hari ini kebetulan ada yang bertanya mengenai tujuan gay dalam mencari pasangan? Apakah menikah? Atau punya anak seperti kaum straight? Atau memang tujuan kita berpasangan hanya sedangkal demi pemuasn nafsu belaka?

Terus terang ini pertanyaan yang sangat berat. Karena jelas untuk kita yang hidup di Indonesia penikahan gay adalah sebuah hal yang masih sangat panjang untuk realisasinya. Sekalipun semakin banyak negara yang mendukung pernikahan gay, kita kemungkinan akan menjadi salah satu negara terakhir yang melakukannya karena kita adalah negara yang sangat kuat kedekatannya dengan agama. Padahal kita semua tentunya ingin seperti semua orang lain untuk menemukan pasangan hidup kita, melakukan foto prewed, merencanakan pernikahan, membeli rumah bersama hingga membesarkan anak anak bersama dan membentuk keluarga sendiri.


Tetapi tentunya hal itu akan agak susah kita lakukan bukan. Di saat teman teman straightmu mencari pasangan untuk menikah, kita bingung kita mencari pasangan untuk apa jangka panjangnya selain untuk bersayang sayangan sesaat.  Ada sih yang beruntung bertemu dengan pria dari negara dimana pernikahan gay itu legal dan melangsungkan pernikahan di sana. Ada yang tetap melakukan upacara pernikahan di Indonesia tanpa catatan sipil. Atau seperti salah satu pengusaha butik Indonesia yang hidup bersama dan mengangkat anak yg bersama. Ada juga yang beruntung memiliki orang tua yang mengetahui orientasi seksualnya dan mendukung apapun pilihannya.


Tetapi mungkin hanya sebagian kecil dari kita yang beruntung untuk memiliki kondisi di atas. Let alone yang menikah resmi dan hidup bebas seperti Neil Patrick Harris atau come out dan punya anak kembar dari surrogate mother seperti Ricky Martin. Sebagian besar dari kita mungkin akan terpaksa menurut pada tekanan keluarga dan akhirnya menikah dengan seorang wanita. Mungkin ada di antara kita yang berhasil membangun keluarga dengan wanita tersebut dan punya anak. Tetapi karena memang jati diri kita yang sebenarnya tidak bisa disembunyikan, akhirnya setelah menikah kita tetap mencari-cari pria. Ada yang menikah dan akhirnya cerai karena memang tidak bisa berpasangan dengan wanita. Ada juga yang sebagian berhasil menghindari tekanan tersebut untuk menikah, dan akhirnya memilih untuk tidak menikah sambil tetap menikmati kehidupannya sebagai gay diam diam.

Kalau ditanya apakah itu kondisi terbaik yang bisa kita miliki untuk masa depan sebagai seorang gay di Indonesia? Tentunya kita berharap tidak. Kita semua tentunya ingin happily ever after seperti halnya komunitas gay di luar sana. Kisah Yebin dan Anwei di sini mungkin bisa memberikan kita sedikit gambaran kondisi ideal masa depan yang bisa kita peroleh di negara Asia. Tetapi ingat bahwa kisah mereka itu juga butuh perjuangan bertahun tahun. Kata orang sih, semakin susah perjuangannya, maka akan semakin indah hasilnya bukan?


Makanya ketika ditanya apa sih masa depan untuk pasangan gay di Indonesia. Selalu kepikiran jawabannya cuma satu. Untuk memiliki seseorang tumbuh tua bersama agar bisa saling menjaga. Anggaplah sebagian besar kita mungkin berhasil menghindari paksaan menikah. Ataupun menikah, tetapi karena kita tidak memang tidak menyukai wanita akhirnya kita tidak memiliki anak dan cerai. Artinya kita yah end up tanpa keturunan. Trus apa yang ada di masa depannya untuk kita? Paling tidak di saat seperti itu kita punya seseorang yang menemani kita di saat kita mulai ubanan, mulai pikun atau mulai tertatih tatih berjalan sambil memegang tongkat. Di saat seperti itu kita punya seseorang yang sudah begitu mengenal kita, yang siap saling berpegangan tangan dengan kita saat kita naik ke tempat tidur, dan tetap di sana ketika kita bangun. Yang membuat kita tidak merasa kesepian bahkan di saat saat kita sudah begitu rapuh dan renta.


Ga ngerti sih seberapa berat perjuangannya untuk sampai di sana. Tetapi daripada mikir yang aneh aneh dan merasa kita berpasangan tanpa tujuan bersama, mungkin kita bisa menjadikan "tumbuh tua bersama" menjadi semacam tujuan kita ketika memikirkan mencari pasangan sebagai gay di Indonesia. Perjuangannya sendiri tentunya akan panjang. Tetapi memang tidak semua orang "terpilih" untuk menjadi gay. Hanya mereka yang memang lebih kuat dan tangguh yg siap untuk cara hidup yang penuh tantangan ini yang beruntung "dipilih". Yakin kok kita semua cukup kuat untuk menempuh jalan panjang yang penuh dengan improvisasi dan kompromi karena kita semua juga berhak untuk mendapatkan yang terbaik dalam hidup kita tanpa peduli apapun orientasi seksual kita.Kita semua berhak untuk hidup bahagia


Satu lagi sih sebenarnya yang kita butuhkan dalam hidup ini untuk menjalani hidup ini sebagai seorang gay yaitu teman. Pasangan hidup adalah sebuah perjuangan yang harus kita cari, tetapi teman adalah sesuatu yang mungkin sudah ada di samping kita selama ini. Doakan saja semoga blog kita ini juga bisa tetap menjadi teman untuk kita semua, dan semoga kita semua bisa selalu menjalani hidup ini bersama sama sampai kita tua dan terlalu renta untuk bercerita yah:)

12 komentar:

  1. Yups sangat setuju. Untuk gay di indonesia coba jangan berfikir gay itu cuma SEX. Nite all :)

    BalasHapus
  2. Mengharukan ya.. sampai kakek kakek.. semoga mereka dapat kebahagian kekal di dunia ataupun alam sana..

    BalasHapus
  3. Setuju min, kita berpasangan bukan hanya untuk sex saja, tapi saling mengisi dan saling melindungi, susah senang bersama, mungkin terlihat susah awalnya namun kalau sudah di hadapi akan memberikan kekuatan untuk bisa meraih kebahagiaan yang kita inginkan

    BalasHapus
  4. Berdasarkan apa yg telah aku jalani selama 6-7 tahun ini alasan kebersamaan bisa berbeda beda di tahun 1 atau di tahun ke 5

    Tahun tahun kita, Tidak selalu penuh bunga dimana mana, sex tidak menggebu panas menggelora membara lagi, Path atau pekerjaan lebih menyita pikiran tapi kita selalu bersama dalam kekurangan dan kebahagiaan...

    Menua dan perubahan fisik kadang menjadi kekurangan yg terucap dari mulut tapi pada akhirnya kita tetap menghabiskan akhir hari bersama dalam 1 kamar...

    Apapun tujuan pasangan pasangan seperti kita,pada akhirnya kebersamaan menjadi hal yang lebih penting..TEMAN DIHATI & DIJIWA

    BalasHapus
  5. Sampai sekarang sejujurnya masih takut dan ragu ngejalanin hidup sebagai seorang gay,...

    masih ngerasa bersalah dg orangtua, krna blm bsa mnjadi ank yg bisa dibanggakan...

    *Maaf Curhat

    BalasHapus
  6. Di Indonesia, walaupun lambat, tapi orang2 mulai berpikiran terbuka, mau menerima kita apa adanya. Someday Min, someday...

    BalasHapus
  7. Semoga suatu hari pasangan gay di Indonesia bisa hidup layaknya pasangan hetero ^^v

    BalasHapus
  8. dibanding 6-7 tahun lalu kondisi jauh berbeda, bentuk penerimaan pada diri sendiri, kedewasaan bersikap, berbagi pikiran, membawa arus positif(sperti blog ini). udah ga bs dilihat sebagai langkah kecil.
    ada pun masalah personal percintaan dll ttg relationship, di sisi sana ("hetero world") tidak lebih baik jg

    semoga semua dapat pasangan yang baik, aminn... ^^
    dan yang penting semoga kita lebih bisa merasakan kedamaian dan kebebasan di dalam diri spy bs memberi kontribusi yg baik pada sesama, pada lingkungan.

    BalasHapus
  9. Tetaplah bersamaku jadi teman hidupku
    Berdua kita hadapi dunia
    Kau milikku ku milikmu kita satukan tuju
    Bersama arungi derasnya waktu

    -Teman Hidup, Tulus-

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya bro, yg dibutuhkan teman hidup, yg bs menemani, saling menemani ^^

      Hapus
  10. Dan bf menyerah kepada keadaan, ortunya mengharapkan cucu darinya.
    Dan hubungan kami selama 16 tahun harus berakhir.
    Ngenes :(

    BalasHapus
  11. I love ur old template, more classy and elegant.

    Regarding this topic, you got a nice point. Love the way u write. Good job !

    BalasHapus