Rabu, 14 Januari 2015

Insiden pelecehan seksual di Fitness First malaysia


Di Fitness First Malaysia Menara Summit, seorang remaja pria berusia 17 tahun mengadu bahwa dia dilecehkan oleh dua org pria di ruang sauna. Sepupu sang remaja tersebut mendapati dia dengan mata sembab dan agak bengong jalan keluar dari arah ruang sauna. Remaja pria tersebut mengaku bahwa di dalam ruang sauna, dua pria secara sengaja mendekati dia dan duduk dekatnya. Kemudian salah satu pria memegangi tangannya, sementara pria lain melakukan oral seks padanya.

Sang sepupu yang marah meminta sang remaja untuk menunjukkan pria mana yg telah melakukan itu. Sang remaja menunjuk salah satu pria sebagai salah satu pelakunya. Sang sepupu menghampiri pria tersebut dan menanyakan tersebut pada pria itu. Pria itu mengaku dia bahkan tidak ke ruang sauna barusan. Sang sepupu yang sudah keburu emosi terpaksa membiarkan pria tersebut pergi.

Kemudian dia kembali meminta konfirmasi dari sang remaja apakah pria tadi benar benar merupakan pria yang melakukan pelecehan tersebut. Sang remaja yakin dengan pria itu sehingga sepupunya kembali mengumpulkan 3 orang teman ngegym lainnnya dan mencari pria tersebut di sekitaran tempat fitness. Sang pria yg didapati berada di watson's kembali disamperin dan ditanya apakah dia melakukan hal tersebut. Kali ini cerita sang pria berubah. Dia mengatakan bahwa dia ada di sauna, tetapi tadi ketika dia masuk, ruang sauna tersebut kosong.

Sementara sepupu lain dari sang remaja mengadukan hal ini ke Fitness First. Pihak manajemen Fitness First mengaku terkejut dan berjanji untuk menindaklanjuti hal ini dengan serius.  Pihak keluarga juga melaporkan kejadian ini ke polisi, dan salah satu dari pria tersebut telah berhasil ditahan oleh polisi dengan tuduhan pelecehan seksual


Jadi ingat dengan sebuah kejadian di Indonesia beberapa bulan yang lalu. Seorang remaja pria yang pergi fitness bersama keluarganya di salah satu Fitness first tertangkap oleh pihak Fitness First sedang melakukan kegiatan seksual di dalam ruang shower. Sang remaja dan member yg tertangkap tersebut kabarnya keanggotaannya diberhentikan dan mereka dilarang untuk mendaftar di Fitness First manapun. Selain rasa malu karena ketangkap basah di ruang shower oleh banyak orang, sang remaja sialnya yang sedang pergi fitness bersama salah satu anggota keluarganya terpaksa harus melibatkan sang anggota keluarga dalam proses pencabutan keanggotaannya. Tentu bisa dibayangkan shocknya anggota keluarga yang menemani dia ke tempat fitness karena mendapati bahwa sang remaja ternyata gay dan melakukan hal tidak senonoh di tempat umum seperti ruang shower itu. Ga jelas bagaimana nasib sang remaja, tetapi kabarnya sang remaja membela diri ke keluarganya dengan mengatakan bahwa dia dipaksa untuk melakukannya oleh pria satu lagi.

Terus terang dari sisi keluarganya tentunya akan lebih memilih untuk percaya dengan pembelaan itu. Sang remaja juga apabila keluarganya percaya dengan ceritanya, paling tidak dia masih bisa menyelamatkan namanya di hadapan keluarga. Paling tidak yah dia cuma perlu menghindari dulu tempat gym sementara waktu. Tetapi untungnya kasus itu sepertinya tidak diperpanjang oleh keluarganya sampai seperti kejadian di Malaysia. Kalau tidak, kebayang nggak nasib sang pria satu lagi yang kabarnya terkenal liar dan berani di sauna tempat fitness itu.


Pelajaran penting buat kita semua aja kali yah bahwa tempat fitnes boleh menjadi tempat kenalan, tempat flirting atau bahkan kalau mah yah nakal nakalan ala kadarnya. Tetapi harus di inget semua tempat di sana adalah ruang publik. Salah orang atau ketangkap oleh orang lain melakukan hal tidak senonoh disitu bisa berakibat sangat panjang. Lakukanlah apa yang menurut kamu pantas dilakukan di sana dengan menyadari konsekuensi apapun yg mungkin terjadi. Jangan menjadi bodoh diperbudak nafsu sehingga akal sehat tertutup asap ruang steam dan keringat dari ruang sauna.

1 komentar:

  1. seorang tmn co straght pernah cerita mendapatkan sikap co gay yg godain yg bikin ga nyaman di tempat fitness. dia bilang kl cm lirik atau liatin ga masalahm tp kalo sampe nyenggol dia bakal mukul dan kalo sampe menunjukan diri centil minta perhatian atau pelecehan dia akan lapor ke pihak manajemen tempat fitnes

    tmn gw ini cukup open minded dia tau gw gay, kita cukup berteman baik. gw pikir gay atau bukan suatu tindakan atau perilaku yg ga nyaman dari org lain kita bs bertindak. kita pun mungkin pernah jg mendapatkan perilaku yg ga nyaman oleh co gay lain. tp kdang cukup segan utk bertindak.

    mmg ada perbedaan ketika co straight yg jd korban dia punya keberanian buat bertindak. ketika gay yg menjadi korban kadang sulit krn ada unsur ketakutan. tp kita bisa punya sikap utk menghindar.

    manjadi gay, bukan berarti men-double-kan standar, harus 'bersikap lebih baik' terhadap sesama. kl staight tdk perlu 'bersikap lebih baik'
    gay/straight/lesbian/trans memiliki kewajiban dan hak yg sama untuk bersikap lebih baik pada org tua dan lingkungan

    walau memang beban itu ada, kita msh terikat oleh hal itu :)
    kadang gw pikir hal itu lah yg "menjaga" kita, membuat kita lebih sadar utk manjadi lebih baik lagi

    *kata2 buat diri sendiri

    BalasHapus