Kamis, 27 November 2014

Iklan pasangan Gay dihancurkan di Miami


Sebuah iklan di Miami mendapat tanggapan keras karena dianggap memuat materi yg terlalu "dewasa". Squirt adalah sebuah aplikasi sejenis Grindr (lagi!) yang memasang poster iklan mereka di jalanan Miami. Iklan dengan foto pria telanjang dada saling berdekatan itu memang memiliki intensitas seksual yang cukup tinggi. Di tambah lagi dengan tag line iklannya yang berbunyi "Non Stop Hookups". Belum lagi tag line dari aplikasinya sendiri "Hot and Horny Hookups".

Sebelumnya sudah banyak orang yang memprotes iklan tersebut ke pemerintahan setempat yg bertanggung jawab untuk pemasangan iklan di ruang publik di Miami. Tetapi sepertinya kasusnya menjadi sedikit terlalu ribet dan tertunda-tunda. Masyarakat yang sudah tidak sabar akhirnya melakukan tindakan sendiri untuk menyingkirkan poster itu. Kaca iklan tersebut akhirnya dipecah dan poster tersebut tidak jelas di bawa kemana.

Sebenarnya juga banyak iklan yang menampilkan pasangan straight dalam posisi sejenis. Tetapi mungkin jumlah yang protes lebih dikit kali yah karena masih menggunakan pasangan straight.

Tetapi bagaimana menurut kamu iklan seperti ini? Apakah pantas untuk diperlihatkan ke ruang publik. Iklan untuk produk yg terang terangan "ngajak ML" seperti itu pantas ga sih untuk di tempat umum. Apakah ini sudah merupakan batas "kewajaran" untuk posting bernada seksualitas LGBT?

5 komentar:

  1. Hmmm selalu sedih ya kalau ada intimidasi terhadap sesuatu yang berbau gay atau seseorang yang mempunyai orientasi seksual menyimpang (LGBT). Tapi kalau seperti ini kayak nya juga tidak setuju, memang salah sih kalau menurut saya, dan semakin ngebuat gay tuh seakan2 cuma soal sex sex and sex!

    BalasHapus
  2. ya risih juga sih.

    BalasHapus
  3. Jijik liat iklan itu.. Sebagai gay pun aku gak setuju dan mungkin akan ikutan ngancurin itu iklan.

    BalasHapus
  4. Bahkan apabila aplikasi ini ditujukan untuk pasangan straight, tagline "non-stop hookups" pun rasanya terlalu berlebihan. Apalagi iklan dengan konten LGBT. Mau straight atau LGBT, kalau kontennya menyerempet masalah seksualitas yang vulgar dan obvious rasanya kelewatan juga bila ditempatkan di ruang publik (halte bus, misalnya)

    “The beauty of standing up for your rights is others will see you standing and stand up as well.”

    BalasHapus