Sabtu, 27 September 2014

Indo Gay Web Series : Conq Episode 5 - The Enlightenment



Hadir juga nih episode ke 5 yg telah ditunggu-tunggu. Episode ini dilaunch dalam sebuah acara nonton bersama dengan pemain dan direkturnya di ajang Q Film Festival. Dan yg berbeda dengan episode episode sebelumnya, muncul sebuah wanti wanti "For Mature Audience Only" sebelum episode ini dimulai. Ada yg nakal nakal nih berarti adegannya:D Yuk coba kita intip

Cerita di episode ke 5 ini membuat kita semakin membandingkan karakter dalam serial ini dengan karakter dari serial kesayangan kita yang lain seperti Sex and City atauWill & Grace. Dan dia kedua serial lama ini banyak yg lebih suka dengan teman sang karakter utama yg lebih flamboyan, seru, carefree, walaupun diam diam kita juga ikut sedih ketika mereka berada dalam situasi yg tidak menyenangkan. Dan juga biasanya di serial itu, karakter utama selalu sempat membuat kita jadi agak sebel sejenak. Ditambah lagi dengan pasangan sang karakter utama yg biasanya agak "kok gitu sih". Tetapi akhirnya kita lupakan juga tentang sebelnya kita dengan karakter utama ketika dia berinteraksi sang teman serunya. Dan diam diam baru kita mengerti bahwa sang karakter utama ada untuk berbagi cerita cintanya yg penuh drama sebagai jalan cerita utama, sementara sang teman ada untuk berbagi tentang serunya hidup yg kita impi-impikan. Jadi inget kan kisah hidup Carrie Bradshaw yg selalu penuh drama dengan Mr Big nya. Atau Will Truman yg galau terus sepanjang serialnya.  Dan kita pada akhirnya lebih pengen menjadi Samantha atau Jack yg hidupnya lebih seru dan santai dibanding karakter utamanya.

Nah itu juga yang formula yg kita dapetin di sini sih. Timo dengan fuck buddies yg bisa melakukannya sampai 5 kali sehari bahkan sambil cuci piring (!) dibandingkan dengan Lukas dan pacarnya Aghi (yg ga pernah kita suka dari pertama, baca review kita sebelumnya yah), terutama ketika berantem soal hal yg agak agak berat. Itu harusnya menjadi contoh berantem ketika mereka sudah pacaran beberapa tahun sih. Pasangan yg baru jadian biasanya lebih jaim satu sama lain dan kalau sampai berantempun pasti untuk isu yg lebih "dangkal". Setelah melihat kisah Lukas Aghi yg agak agak gimana gitu, akhirnya kita kembali jatuh cinta lagi dengan karakter Lukas ketika dia dikunjungi Timo yg juga habis sedih karena si fuck buddynya ga mau pelukan setelah melakukannya berkali kali. Kebersamaannya dengan Timo membuat kita teringat akan indahnya persahabatan dalam dunia yg penuh perang drama ini. Asal jangan sampai Lukas dan Timo jadian aja yah seperti Emmet dan Ted dalam Queer As Folk. Adegan gulat gulatannya agak agak sedikit berasa incest soalnya hehehe.

Celetukan celetukan cerdas dan percakapan antara Lukas dan Timo serta konflik Lukas dan Aghi yg agak "aneh" sempat membuat kita jadi agak berpikir pikir mengenai sosok penulis serial ini. Sepertinya sang penulis cerita ini memang punya banyak teman dekat yang seru. Keseharian hidupnya juga sepertinya agak berkutat di sekitaran ritual Yoga, party, sastra Rusia dan sepertinya juga cukup mengenai duna NGO walaupun ga terlibat langsung di dalamnya.  Dan terakhir sepertinya belum pernah pacaran serius. Bener gak yah kira kira? Boleh bantu diconfirm tim Conq nya:D? Soalnya percakapan soal klewong dan kering antara Lukas dan Timo mengalir begitu menarik dan natural tanpa beban sebagaimana layaknya keseharian yg dijalaninya. Sementara konflik antara Lukas dan Aghi sepertinya berasa agak berat dan agak di buat-buat sehingga terasa lebih seperti hasil observasi dan imajinasi. Ini cuma tebak tebakan dari kita aja loh. Belum tentu bener juga:D

Btw salut untuk adegan "dewasa" nya hehehe. Itu yg jadi Topnya si Timo sempat di shoot ga pakai celana yah? Dan salut juga untuk adegan cuci piringnya:D Trus niat banget juga nyari cowok cakep buat eye candy di episode ini:)

Jadi nyesel kemarin ga bisa nonton bareng. Kalau nggak, kan mau foto foto ama pemainnya.

Kita tunggu yah episode berikutnya:D

6 komentar:

  1. iya setuju, scene percakapan Lukas n Timo paling santai dari durasi 10 menit. :)

    BalasHapus
  2. Thks Sulung:D Nulisnya itu di atas mobil pakai ipad sih tadi. Ini udah kita coba edit biar lebih bener:D

    BalasHapus
  3. Orang akan bilang kalau adegan dewasanya mungkin sudah umum, terlalu banyak porn clips or movies di internet dan itu juga yang terjadi di dunia hetero. Alasan ini yang selalu saya dengar jika ada yang komentar betapa bebasnya dunia gay.

    Tapi, kalian tidak bisa menyalahkan kalau ada pendapat bahwa dunia gay itu ya this shallow.

    They can do a lot better than that. Tidak perlu terlalu vulgar kalau memang scenes dimaksud harus ditampilkan.

    Mungkin ini pembelaan pribadi, tapi, saya jauh dari seperti yang digambarkan di semua clips Conq.

    Too bad.

    BalasHapus
  4. gw nonton pas premiere nya di fx.
    Acara setelah nonton seru, org yg duduk sebelah gw memberikan apresiasi yg besar di video dan org2 dibalik conq dan dia jg cerita pengalaman pribadinya sampe berkaca2

    BalasHapus
  5. topnya Timo jadi centerpice di film ini kayaknya

    BalasHapus