Selasa, 09 September 2014

5 Stages of Gay Relationship

0 - 12 bulan : Masa masa Honeymoon


Di masa ini semuanya terlihat seperti film hollywood. Setiap kali ketemu selalu saling senyum melepas rindu. Setiap ketemu pintu yg bisa ditutup langsung have sex. Setiap kali kali ada kesempatan pasti curi curi pegangan tangan atau curi curi cium. Dunia serasa milik berdua deh. Yang lain boro-boro ngontrak, dianggap aja nggak. Di masa ini pasanganmu terasa begitu sempurna. Tidak ada hal yang mungkin salah tentangnya. Kalau di sosial media, ini adalah masa masa pamer. Saling sahut-sahutan di twitter, atau saling nge tag di Path. Umbar kata rindu setiap berjauhan di sosial media.

Tetapi di masa ini masing masing belum menjadi diri masing masing. Masing masing masih menjadi sosok lebih baik yang ingin ditonjolkan oleh masing masing ketika sedang flirting-flirtingan. Cowok yg biasa jorok dan jarang mandi, di masa ini akan rajin mandi dan wangi parfum setiap saat. Cowok yg biasanya kalau makan bisa 3 piring, di masa ini makannya cuma salad dan semangkuk kecil sup.

Di masa ini pulalah masing masing berusaha keras untuk menjadi cowok impian satu sama lain. Yang ga suka jadi bottom, demi sang cowok mencoba jadi bottom sambil meringis kesakitan menahan senyum. Yang cowoknya nggak suka badan hairy, jadi rajin cukur bulu tubuh setiap 3 hari sekali.

Di masa ini jarang terjadi selingkuh kalau memang dari awal sama sama tertarik. Di masa ini juga jarang berantem karena masing masing masih saling mengalah karena masing masing masih menikmati "indahnya" kisah cinta dan takut kehilangan cerita cinta indah ini. Kalau sampai putus di masa ini berarti memang sebelum memutuskan pacaran, mereka sama sama saling tidak mengenal satu sama lain. Biasanya kalo putus jadi musuhan di masa ini

1-2 tahun : Masa masa struggle



Masa Honeymoon selesai. Begitu kita mulai nyaman dengan satu sama lain, tingkat kejaim-an berkurang drastis. Masing masing mulai pelan pelan memperlihatkan sifat aslinya karena sudah yakin sang kekasih udah ga akan kemana mana. Tetapi ketika perbedaan mulai terlihat, perdebatanpun dimulai. Yang semula di masa honeymoon nurut aja ke restoran Jepang mulu karena sang cowok suka, skrg mulai maksa maksa sang cowok ke restoran padang favoritnya. Yang semula kalau mau ketemu musti dandan 3 jam, skrg mulai santai ketemuan begitu bangun tidur cuma dengan modal cuci muka. Saling menyesuaikan perbedaan masing masing membuat masa ini sangat "menantang"

Di masa ini pulalah kadang kadang kita setelah melihat "asli"nya setelah topeng jaim dibuka, kita menjadi bertanya-tanya. "Kok beda yah?", "Dulu kayaknya lebih romantis", "Dulu kayaknya lebih seneng manjain deh". Dan mulailah kita mulai berusaha merubah mereka sesuai dengan yang kita ingat di masa masa indah kita. Dan yang ga mau dirubah mulai protes sehingga mulailah berantem-berantem

Di masa ini jugalah orang orang mulai mempertanyakan pilihannya. "Benar ga sih gua mau pacaran ama orang yg ternyata suka ngupil ini?", "Jadi beneran nih gua musti kenalin cowok yg rambutnya berantakan ini sebagai cowok gua ke temen temen gua?". Keraguan tersebut membuat kita mulai banyak yang melirik sosok sempurna lainnya. Mulai deh kita membanding bandingkan cowok lain yg dalam effort penuh jaim tampil sempurna dengan cowok kita yg sudah lebih santai. Belum lagi kalo perbedaan pendapat kecil kecilan yg sekarang bisa menjadi semakin besar karena sama sama tidak mau mengalah karena beranggapan sama sama sudah mengalah setahun kemarin.

Dan disini lah mulai terjadi perselingkuhan. Yang semula sudah setahun terpaksa menjadi bottom, mulai menjadi bottom untuk memuaskan diri menjadi Top. Yang semula senang dimanja-manja, tetapi karena cowoknya mulai jarang manjain, mulai mencari sosok lain. Tetapi karena kita sendiri belum mau melepas pacar kita, kita jadi curiga mereka melakukan hal yg sama dengan kita. Sehingga kecemburuan meningkat tajam

Seks life sendiri masih berjalan. Mungkin sudah lebih teratur dan terjadwal. Apabila di tahun pertama kita lebih tidak egois, dan berusaha untuk memuaskan pasangan sebelum kita. Maka di tahap ini kita mulai berusaha agar kita yang terpuaskan. Kita mulai berusaha agar "You scratch my back, I'll scracth your back" yg membuat pasangan malah merasa kita sudah berbeda. Dan akhirnya banyak yang merasa pasangan sudah tidak tertarik pada tubuh mereka seperti dulu.

Di masa penuh pertanyaan, keraguan, perdebatan ini, banyak pasangan yang tidak bertahan. Banyak yang putus karena merasa rindu dengan masa masa indah. Ahirnya mereka mencari cowok lain untuk mengulangi masa honeymoon sebelum kembali terjebak masa struggle lagi, dan putus lagi, dan cari lagi. Akhirnya mereka cuma bisa mengeluh "susah yah cari cowok yg bener". Padahal ketidakmampuan mereka untuk bertahan di masa penyesuaian inilah yang membuat mereka menjadi cowok yg ga bener. Yang putus di masa ini biasa ga sampai jadi musuh. Tapi beberapa tahun akan sama sama ignore satu sama lain

2-4 tahun : Masa masa stabil


Setelah melewati bersama masa struggle, pasangan yang saling bisa menyesuaikan diri dengan perbedaan dan jati diri masing masing yang sebenarnya akan memasuki masa masa santai. Di masa masa ini masing masing sudah saling mengenal kebiasaan buruk dan baik masing masing. Di masa ini kita sudah tau apa yang mereka mau bahkan sebelum mereka utarakan. Kita sudah bisa saling mengerti kebutuhan masing masing hanya dengan saling melirik.

Mereka yang berhasil sampai di tahap ini bisa menikmati masa pacaran tanpa harus memaksakan diri menjadi seperti mereka yang barusan pacaran. Tidak perlu ada janji waktu khusus untuk menikmati waktu bersama. Tidak perlu ada kompromi berlebihan demi menyenangkan pacar karena sama sama sudah tau apa yang disukai dan tidak disukai pasangannya.

Kecemburuan juga sudah jauh berkurang karena kita mulai berhenti membandingkan pacar kita dengan orang lain. Kita mulai bisa menerima dia apa adanya. Kita mulai sadar bahwa pacar kita mungkin ketika bangun tidur tidak seganteng cowok cowok topless di instagram. Tetapi kita tetap menyadari bahwa kita mencintai dia baik ketika dia jerawatan maupun ketika dia mulus seperti kena efek kamera 360. Ini adalah masa masa comfort zone kita

Sex life juga sudah mulai menyenangkan karena masing masing sudah tidak malu malu memberitahu yang lain apa yang mereka suka. Sudah berhenti masa coba coba dan berusaha keras menyenangkan pasangan dan melupakan kenikmatan sendiri. Tetapi karena pasangan kita sudah mengerti apa yang kita suka, jadinya juga kita tidak perlu berusaha terlalu keras untuk memberi "hint" pada mereka. Frekuensi MLnya juga sudah mulai berkurang karena kadang menghabiskan malam berdua sambil malas malasan nonton TV terasa lebih menyenangkan daripada harus bersih bersih seprei akibat muncrat kemana mana. Di masa ini juga kita juga akan lebih mau mencoba mengeksplor fetish masing masing sambil bereksprimen mencari batas kita tanpa merasa terpaksa.

Yang putus di masa ini biasanya sudah lebih karena masalah sifat atau prinsip. Bukan sekedar karena dia nggak menjawab telpon kamu semalaman, atau karena dia melirik cowok lain waktu jalan jalan di mal. Atau masalah yang lebih serius seperti ketika salah satu harus menikah. Yang putus di masa ini pasti akan sama sama menanggis bombay. Dan akhirnya walaupun sama sama tidak mau ketemuan lagi, tp pasti masih sering diam diam cek apakah mantannya masih baik baik saja

4-8 tahun : masa masa komitmen



Di masa ini kita mulai berbagi tanggung jawab dan melibatkan mereka sepenuhnya dalam hidup kita. Kita mulai berpikir untuk tinggal bareng. Nabung bareng buat liburan. Kita mulai ga sungkan ngeluarin uang kalau dia membutuhkan. Kita mulai mencantumkan dia sebagai nama pewaris kita di polis asuransi. Kita mulai mempercayakan dia untuk melakukan hal hal penting buat kita. Dan kita juga rela melakukan hal hal penting buat dia tanpa pamrih.

Di masa masa ini kita secara sadar bahwa pacar kita adalah pilihan kita tanpa memandang baik atau buruknya. Kita sebagai pribadi dewasa sadar bahwa kita bisa punya pilihan lain, tp kita sama sama memilih untuk memilih satu sama lain sebagai pasangan hidup. Di masa ini kita sama sama sadar bahwa comfort zone belum selesai. Kita sama sama punya seumur hidup untuk dipikirkan. Kita mulai memikirkan bagaimana rasanya menghabiskan hari tua dengan pacar.

Bagi pasangan straight, banyak yg siap menikah di masa ini. Pasangan gay juga mulai merasakan hal yang sama sekalipun kita tahu sebagi orang yg tinggal di Indonesia, pilihan itu tidak ada pada kita. Akhirya banyak pasangan gay di tahap ini yang mulai berandai andai melakukan hal hal yang dilakukan pasangan straight untuk merayakan komitmen mereka.

Hubungan seks dimasa ini mulai semakin jarang sekalipun masih dalam frekuensi yang terjaga. Mereka yang bosanan akan mulai mencoba melirik lirik apa yang ada di luar sana. Tetapi apabila sampai ada perselingkuhan, biasanya cuma yang sekedar fun tanpa melibatkan perasaan karena deep inside mereka masih sangat menghargai perjuangan panjang yang mereka lalui untuk mendapatkan hubungan ini.

Lebih dari 8 tahun : masa masa selamanya


Di masa ini, satu sama lain bukan cuma sekedar mencari cara untuk berkomitmen. Tetapi ini sudah menjadi masa dimana satu sama lain sudah menjadi begitu dekat sehingga sudah menjadi seperti bagian dari hidup yang tidak terpisahkan. Di masa inilah pasangan mulai melakukan sesuatu bersama yang bersifat long term. Misalnya mengangkat anak atau membeli rumah bersama.

Mereka yang sudah sampai di masa ini kadang masih terbersit pikiran mungkinkah hidup mereka berbeda apabila mereka dulunya pacaran dengan cowok yg berbeda. Tetapi pada masa ini mereka sudah terlalu malas untuk mengulang semua fase ini dari awal karena terlalu melelahkan. Kecuali ada penyebab yang benar benar fatal, biasanya pasangan yang sudah sampai di sini tidak akan putus. Bahkan kesalahan kesalahan fatal kerap masih bisa dimaafkan karena mereka sama sama sudah sulit untuk mengganti satu sama lain dengan orang lain. Meminta salah satu dari mereka untuk meninggalkan yang lain itu seperti menyuruh mereka untuk memotong salah satu tangan mereka yang sudah menjadi bagian dari diri mereka

Di masa ini memang hubungan seks menjadi agak monoton. Tetapi karena kepercayaan satu sama lain, di masa ini mereka sudah mulai mencoba bereksperimen bersama misalnya dengan 3some atau open relationship. Tetapi sekalipun mereka tidak mendapatkan cara untuk menghilangkan kemonotonan dalam kehidupan seks mereka, mereka biasanya akan tetap tidak bisa lepas dari satu sama lain dengan gampangnya. Saat ini siapapun yang kenal mereka, sudah harus menganggap mereka sebagai satu paket.

Di masa ini juga para keluarga mereka sudah mulai curiga dan "dont ask, dont tell". Unless ada salah satu yang terpaksa harus menikah, kemungkinan keluarga yang melihat mereka telah bersama sekian lamanya, mulai akan pelan pelan menerima keberadaan pasangan dalam acara keluarga.

Tetapi kalau sampai putus di masa ini sih efeknya bisa parah banget. Kecuali ada pihak yang sedang mid life crisis dan mengalami puber kedua. Mungkin akan melihat itu sebagai sebuah kesempatan. Tetapi kemungkinan untuk kembali setelah putus sangat tinggi sih kalau memang sudah bisa bertahan selama ini

PS : Masa batas waktunya mungkin beda beda untuk pasangan yang berbeda. Tapi fase fasenya hampir sama untuk semua pasangan. Paling bedanya di sampai fase mereka bertahan aja sih

6 komentar:

  1. thx God udh sampe 6 thn. dan emg ada benernya juga walaupun coba2 nakal tetep msh nyaman banget sama pacar sendiri dan nakal sebatas fun aja.

    BalasHapus
  2. Bener banget min...
    aku mengalamin semua fase itu.. saat baru pacaran... selalu saja ML bahkan di mobil pun cari kesempatan untuk ciuman...
    Setelah 2 tahun pacaran, aku pernah selingkuh... dan mencari cari hal yang baru... eh ternyata pacarku juga yang terbaik...
    tapi... setelah 7 thn pacaran, dia mulai berubah... di minta putus dengan alasan dia harus berkeluarga, karena dia anak cowo satu satunya dikeluarganya...
    setelah kami putus, aku masih cari cari informasi tentang dia.. sampai sekarang sudah 3 tahun kami putus, dia masih belum berkeluarga, dan belum punya pacar (katanya)...
    kami masih berhubungan.. kadang kadang bbman, tapi dia sudah menghindar kalau aku sudah mulai ngajak balikan...
    sedih banget rasanya... jalinan asmara 7 tahun harus kandas begitu saja.

    aku sudah coba utk move on.. tapi kok rasanya tetap gak bisa ada yang menggantikan dia di hatiku.. atau mungkin aku yang sudah malas untuk memulai dengan orang lain??

    sorry jadi curhat disini... hehehehehe

    ~jimmy~

    BalasHapus
  3. Berarti skrg masa komitmen ya..makasi ya infonya..
    God bless this site..and our relationship too..:D..cheers..! <3

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. With my better half now, I guess everything is fast-forwarded. We've been together for 19 months, been living together in our small apartment for 16 months and financially joined. Our moms have met each other. We'd talked about our kids' name on our first date. Ppl may think that we are reckless, but we know what we are doing. It is said when you know, you know.

    Good writing, anyway. And I agree on sex life part. Hahahaha...

    Http://olioeaglio.blogspot.com

    BalasHapus
  6. Loving this particular post! So sweet and inspiring (somehow) hahaha :)

    BalasHapus