Jumat, 08 Agustus 2014

Why Puberty?



Akhir akhir ini lagi heboh mengenai komik "Why Puberty" yang memuat adegan komik yang menyatakan bahwa "LGBT" itu hal biasa. Sampai akhirnya KPAI meminta Elex Media selaku penerbit menarik peredaran buku tersebut. Selain itu Elex juga diminta untuk minta maaf dan cek cek lagi kalau ada buku buku sejenis. Belum lagi caci maki dari banyak banget orang orang di sosial media yang merasa buku itu meracuni anak anak dan merusak moral bangsa.



Komik series "Why" ini adalah saduran dari Korea Selatan yang isinya mengajarkan berbagai macam hal melalui media komik. Salah satunya mengajarkan tentang pubertas dan berbagai hal yang terlibat seputarannya. Komik ini sendiri juga telah di tulis untuk remaja dengan bimbingan orang tua karena isinya mengenai hal hal yang lebih "dewasa". Di salah satu bagian komiknya diceritakan bahwa semua orang punya hak untuk mencintai dan dicintai, dan apabila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan. Jika boleh memilih, tentu saja mereka lebih memilih mencintai lawan jenis

Akibat panel itu, semua orang langsung heboh dan menuduh ini adalah komik cinta sesama jenis, komik yang isinya menghasut anak anak untuk menjadi gay, provokatif untuk anak anak dan remaja, liberalisasi homoseksual lewat media komik,  meresahkan masyarakat dan sebagainya. Sebenarnya agak agak berlebihan sih kalau ini langsung dicap komik cinta sesama jenis, karena itu hanya sebagian kecil dari keseluruhan buku yang bercerita tentang hal yang lebih luas. Dan mungkin kalau mereka mau lebih niat nyari, banyak tuh komik komik yang lebih kacau lagi isinya beredar di kalangan remaja


Sebenarnya isi panel itu tidak ada salahnya sih. Panel tersebut mengajarkan bahwa kita berhak untuk mencintai siapa saja, baik lawan maupun sesama jenis. Bahwa LGBT juga adalah hal yang wajar. Agak ga setuju sih dengan kalimat terakhirnya yang mencap bahwa semua LGBT akan dengan senang hati memilih untuk straight kalau diberi pilihan. Mungkin ga semua juga kali yah

Korea Selatan sebagai tempat asal komik tersebut juga bukan negara yang terkenal akan keramahannya dengan LGBT. Jadi ga heran kalau ada pandangan bahwa semua LGBT sebenarnya pengen menjadi straight. Tetapi paling tidak usaha mereka untuk mengajarkan para remaja bahwa LGBT itu mempunyai hak untuk mencintai dan dicintai seperti semua orang lainnya itu patut dihargai

Sangat disayangkan dengan menggunakan alasan moral dan adat ketimuran, ajaran untuk kesetaraan bagi semua manusia seperti itu dianggap salah oleh banyak orang di Indonesia. Surprisenya banyak banget mereka dari kalangan berpendidikan yang berusia 30-an menganggap buku itu sebagai komik bejad. Yang lebih muda sih ada juga yang berpikiran seperti itu, tetapi banyak juga yang menganggap hal itu biasa saja. Mudah mudahan ini berarti generasi baru Indonesia mempunyai pemikiran yang lebih terbuka dalam menerima kesetaraan ini

Btw jadi penasaran dengan komiknya. Ada yg punya? Pinjem donk

1 komentar:

  1. Gara gara buku Why ini jadi takut setengah mati soalnya yang ngenalin ke sepupu gue yang baru kelas 3 sd itu gue , malah koleksi dia lengkap. Sampai saat ini belom ada kabar dr tante gue wehehehehe. Alasan ngenalin buku ini kesepupu gue tahun 2010 gara gara anaknya genius banget ingin tau banyak hal , jadi tajut ntar dia terjerumus *duh

    BalasHapus