Minggu, 17 Agustus 2014

Dirgahayu Negaraku


17an lagi nih. Jujur yah, di tahun tahun sebelumnya belum pernah bersemangat seperti ini sih. Mungkin karena tahun ini ngelewatin 17annya lebih bersimbah harapan akan Indonesia yang lebih baik yah.  Somehow setelah pemilu yg seru banget kemarin, melihat begitu banyak penduduk Indonesia adu kreatif hingga adu urat untuk sama sama menemukan harapan terbaik untuk negara ini, jadinya masih agak agak euphoria di 17an ini.

Sebagai warga negara yg baik mungkin selain dengan lomba makan krupuk, kita juga bisa ngerayain 17an  dengan lebih menghayati kemerdekaan yang kita miliki hasil dari perjuangan 69 tahun lalu. Mungkin sebagai seorang gay, kita bahkan belum memiliki kemerdekaan untuk sekedar bergandengan tangan dengan cowokmu di depan umum. Atau kemerdekaan membukan xtube.com akibat dibredel oleh om Tifatul. Tetapi paling tidak perjalanan panjang 69 tahun itu memberikan kita kemerdekaan untuk melakukan keseharian kita seperti sekarang ini. Banyak loh negara lain yang belum memiliki kemerdekaan seperti yang kita miliki. Ga percaya kita punya banyak kemerdekaan yang ga dimiliki negara lain? Nih buktinyaa

1. Kita tidak perlu khawatir akan dipenjara atau dihukum hanya karena ketauan kita adalah gay.
Tau nggak bahwa negara semaju Singapore aja masih punya hukum yg mengatakan bahwa mengatakan bahwa hubungan seks antar pria itu ilegal. Ini artinya kalau ada yg ketangkap sedang berhubungan seks dengan sesama lelaki, mereka bisa langsung dipenjara atau di denda. Kalau di Indonesia sih memang tidak ada hukum khusus yang mengatur itu. Paling kalau lagi sial kegrebek misalnya ML di balik semak semak. Kalau di Singapore atau India, kalau polisinya niat itu bener bener bisa langsung di masukin penjara cuma semata mata karena berhubungan seksual dengan pria. Bersukur kan kita ga ada tertulis seperti itu di undang undang manapun. Atau lebih parahnya lagi misalnya di Afrika yg langsung memenjarakan siapapun ketika ketahuan gay. Atau Rusia yang tidak mempedulikan gay ketika dipukulin oleh orang lain

2. Kita tidak perlu khawatir untuk berpendapat mengenai apapun mengenai status gay kita di sosial media.
Kita bebas tuh mau posting foto titit, atau update status tentang galau ditinggal cowok yg selingkuh dengan cowok lain. Kebebasan kita untuk berekspresi seperti itu tidak dimiliki semua negara loh. Banyak negara yang melarang penggunaan sosial media di negara mereka. Di cina misalnya boro boro kamu bisa follow pemain bokep di twitter karena yang tersedia cuma KW nya twitter buatan Cina. Belum lagi kalau soal tulis menulis di blog. Di beberapa negara tertentu, kita bahkan bisa sampai di kejar kejar hanya karena posting hal hal yang sederhana seperti tentang LGBT dalam kesehariannya

3. Kita tidak perlu khawatir untuk clubbing ke tempat yg khusus gay ataupun punya gay night.
Memang gay club di Indonesia hanya ada di kota kota besar. Ada sih beberapa tempat clubbing straight yg pada malam malam tertentu menyediakan gay night secara terang terangan. Jangan harap deh bisa punya tempat nongkrong seperti itu di negara negara yang ketat seperti di timur tengah. Boro boro ada deretan gay club seperti yg ada di Seminyak Bali

Memang sih kita belum bisa menikah secara resmi sebagai gay di Indonesia, ataupun cuma mengedarkan buku remaja dengan pesan kesetaraan LGBT tanpa membuah heboh orang orang. Tetapi kita harus bisa melihat kelebihan kondisi negara negara lain juga yang lebih tidak beruntung dibanding kita. Dan yakin kok situasi di Indonesia pasti akan menjadi jauh lebih baik karena organisasi kolot galak itu tidak berada di kubu presiden terpilih. Intinya sukuri lah yang kita miliki, karena yang kita miliki dan tidak pedulikan, kadang hanya sanggup menjadi impian untuk LGBT di negara negara lain

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar