Rabu, 09 Juli 2014

Stop sirik-sirikan dengan teman gay lainnnya


Sebagai manusia, sudah menjadi sifat dasar kita untuk tidak pernah puas. Kita selalu berharap sesuatu yang lebih baik dan lebih besar. Apalagi ketika kita melihat sesuatu yang dimiliki teman gay kita yang lain. Ini ada beberapa hal yang sebaiknya kita berhenti untuk sirik-sirikan dengan teman gay lain dan belajar menerima apa yang kita

1. Siapa yang lebih laku
Bandingin berapa jumlah cowok yang pernah kamu pacarin, atau jumlah cowok yg pernah nembak kamu, jumlah cowok yg pernah kamu tolak. Yang lebih laku bukan berarti lebih baik loh. Barang yang lagi di sale lebih laku sih dibanding barang mahal.

2. Siapa yang bajunya lebih bermerek
Ketika temen make sepatu New Balance baru bukan berarti kamu langsung gesek kartu kredit dan cicil 36 bulan 0%. Belum lagi kalau temen ganti handphone paling baru, langsung juga deh kamu jual motor. Padahal mungkin sang teman emang beli dari hasil nabung, atau hadiah dari siapa gitu. Ngapain juga memiskinkan diri demi ga kalah gaya

3. Siapa yang badannya lebih bagus
Teman punya sixpack dan sering selfie depan kaca gym, trus kamu panas dan ikutan selfie depan kaca dengan badan setengah telanjang setelah 2 minggu hanya makan kacang polong dan garam. Mungkin coba olahraga yang bener, atur makan dan tidur yg bener aja. Nggak perlu kan punya six pack lebih tajam, tp habis itu suka pingsan di jalan karna kelaparan

4. Siapa yang dapat lebih banyak like/love di instagram/facebook/path
Yah ketika teman posting foto seksi dia langsung mendapat ratusan like di Instagram. Atau bahkan ketika dia cuma sekedar "awake" di path, puluhan cowok langsung nge"love" dia. Mungkin memang dia punya pesona lebih dan lebih banyak penggemar. Yah kamu coba cari kelebihan kamu, jangan maksain bersaing di penampilan fisik dengan teman kamu yg model dan turunan brazil ama jepang itu.

5. Siapa yang lebih liar/berani soal seks
Ketika teman cerita kalau dia orgy dengan kumpulan cowok bule atau ML di parkiran mobil, bukan berarti kamu harus mencari petualangan lebih gila biar nggak kalah heboh dibanding dia. Ga semuanya keliaran itu positif loh di "behind the scene"nya. Keliaran tak terkontrol itu berarti resiko yg semakin tinggi loh. Udah siap belum?

6. Siapa yang punya kerjaan lebih keren.
Temanmu kerjanya travel keluar negri terus? Sementara satu lagi kerja di google. Padahal kamu cuma jadi admin di ruko deket pasar? Yang namanya kerjaan itu faktor keberuntungan dan kerja keras memang memiliki pengaruh sama besarnya. Rajin rajin aja mencari pengalaman agar CV kamu bisa menjadi semakin kaya dan kelak bisa mendapat kerjaan lebih keren. Tempat kerja keren bukan berarti gaji lebih tinggi loh btw

7. Siapa yang lebih eksis
Orang sering merasa eksis itu adalah ketika ke tempat keramaian, kita di sapa banyak orang. Atau ketika mendapat undangan-undangan khusus ke acara-acara tertutup. Daripada kamu sirik sirik, mungkin coba liat lingkaran pergaulanmu. Mungkin kamu selama ini menolak teman baru dan cuma mau hang out ama temen lama kamu. Ga ada salahnya ngeluasin networking loh. Banyak kesempatan yang bisa timbul. Daripada sirik, mungkin coba ajak temenan yang bener dan mungkin kamu bisa bertemu orang menarik lainnya.

8. Siapa yang lebih gede "barangnya"
Ini adalah sirik yang paling ga jelas. Ukuran tubuh kita begitu dewasa mah udah nggak bisa berubah. Jadi percuma kita sirik karena pas ngintip barang temen kita waktu pipis bareng. Ukuran itu adalah sesuatu yang musti kita terima apa adanya. Daripada sirik ga jelas, mending kita belajar tehnik untuk menggunakannya dengan baik dan juga meningkatkan stamina agar bisa digeber terus terusan tanpa lelah

4 komentar:

  1. Point no 3 dan 6 bisa dirubah menjadi lebih positif. Mungkin kita bisa lebih aware dan saling mengingatkan tentang pentingnya jaga kesehatan. Trus kalau yang kerjaan itu kan sebenernya bisa dijadikan motivasi untuk kerja lebih bagus lagi kan. Walaupun cuma admin ruko tapi kalo kerjanya bener dan pinter ngatur pendapatan pasti bisa travelling jg ke luar negeri atau invest properti dsb.. :) point2 yg lainnya setuju banget!

    BalasHapus
  2. "model dan turunan brazil ama jepang itu." maksudnya siapa tuh min??

    BalasHapus
  3. Di dunia gay, point 8 itu yang sering bikin ngiri. Tapi sudah saya survey, yang punya tool gede gak lantas bebas galau.

    BalasHapus
  4. di dunia sebelah sana(dunia hetero) jg punya masalah yg sama, krn gw lebih sering berinteraksi dgn mereka. ga cewek ga cowok punya issue masing2 1-8. kl no. 8 buat cewek big/small boob
    gay atau bukan kita kadang memiliki bbrp issue itu

    gw sendiri msh mengalami issue no. 6 . dr bbrp kenalan baru gay, bnyk yg bekerja di dunia yg menurut gw luar biasa, gaya hidup yg wah. gw minder, krn gw seorang guru. pernah jg sih mengalami penolakan krn tau gw guru dlm hal ngedate atau dlm pergaulan.
    emg dirasa pahit sih, tp hal itu membentuk mental diri

    ada masalah yg sering gw temui dr bbrp kenalan gay yg mature, hubungan antara no. 2 dan no. 6. pekerjaan oke, tp uang habis beli barang bermerk, makan makanan bermerk, tp tempat tinggal msh ngontrak, ga punya asset, latar belakang keluarga biasa.

    seperti ada benang merah antara yg belum damai dgn dirinya dgn gaya hidupnya yg tdk terarah.
    masalah mendasar utama dlm stereotype gay sbg individu dan secara umum dunia gay adalah 'berdamai dengan dirinya'

    BalasHapus