Minggu, 13 Juli 2014

Ian Thorpe Coming out


Ian Thorpe baru saja mengakui bahwa dia adalah seorang gay dalam sebuah wawancara dengan Sir Michael Parkinson. Rumor mengenai orientasi seksualnya sendiri bukanlah suatu hal yang baru. Dia harus berkali kali menyangkalnya. Bahkan di autobiografinya terakhirnya, dia jelas jelas mengatakan bahwa dia bukan seorang gay. Tetapi akhirnya seorang ian Thorpe mengambil keputusan untuk berhenti menyangkal orientasi seksualnya dan mengumumkannya kepada dunia


Bukan yang belum kenal siapa Ian Thorpe, kita coba ceritain sedikit latar belakangnya yah. Ian adalah seorang atlit renang dari Australi. Bisa dikatakan dia adalah atlit Australi yang paling sukses prestasinya di Olympic. Hingga kini dia telah mengantungi 5 medali emas dari olimpiade. Bahkan pria berumur 32 tahun ini di Olimpiade tahun 2000 dinobatkan sebagai atlit paling berprestasi di ajang tersebut karena mengantungi 3 emas dan 2 perak. Tahun 2006, dia memutuskan untuk mengundurkan diri dari renang. Sempet coba melakukan come-back, tetapi gagal karena cedera sehingga akhirnya dia lebih banyak menjadi komentator olahraga.


Ian Thorpe sama sekali tidak seperti Tom Daley yang ceria dan hobby memakai celana renang ketat di televisi. Dia juga bukan seperti Matthew Mitcham yang hobi mengupload video dan bernyanyi sambil bermain ukelele. Sekalipun mereka bertiga sama sama atlit gay yang sering menghabiskan waktu memakai celana renang ketat setiap hari di kolam renang, Ian memiliki kepribadian yang sangat berbeda. Selain memang umurnya yang lebih dewasa, Ian ini juga terkenal tertutup dan tidak banyak bicara. Bahkan dalam autobiografinya dia bercerita bagaimana dia pernah mau bunuh diri dan depresi sehingga lari ke alkohol.


Baru pada wawancara paling barunya inilah Ian mengakui bahwa semua depresi yang dialaminya itu adalah karena tekanan dalam menyembunyikan orientasi seksualnya. Dan sebenarnya coming-outnya sendiri bukan sesuatu yang direncanakan jauh jauh hari. Dia merasa beberapa minggu terakhir ini lebih tenang dan mulai coming out ke teman teman terdekatnya sampai akhirnya dia memanfaatkan momen wawancara tersebut untuk coming out ke semua orang.


Ian mengakui sejak kecil dia sudah kerap dipanggil "faggot" yang menyebabkan dia tidak pernah mau terbuka mengenai orientasi seksualnya. Apalagi ketika dia menjadi terkenal dan pertanyaan mengenai orientasi seksual itu seolah olah menjadi pertanyaan favorit para wartawan. Semakin dikejar pertanyaan itu membuat Ian semakin menyembunyikan identitas rahasianya jauh jauh. Akibat hidup dibawah lampu sorot sebagai public figure sambil harus tetap menjaga rahasianya, membuat Ian hidup dalam depresi.


Ian berharap dengan coming out dia dapat menginspirasi mereka yang tersiksa dalam rahasia orientasi seksual mereka untuk berusaha lebih jujur pada diri sendiri. Ian mengatakan sekarang dia merasa nyaman dengan seksualitasnya dan juga dia merasa seharusnya dia coming bertahun tahun lalu untuk menghindari semua masa masa gelapnya. Dia ingin memberitahukan pada orang orang bahwa semua orang bisa tumbuh, hidup nyaman dan menjadi gay pada saat yang bersamaan

Good for you Ian the Thorpedo. Welcome to your new life

3 komentar:

  1. kekang aku mas ian, kekang aku! :)))

    BalasHapus
  2. Damn... berita ini gawat banget, karena Ian ini tipe gw banget...
    Waduh, masih single dan terlebih penting suka orang Asia gak yah? #Ngarep

    BalasHapus
  3. Ah,akhirnya..atlet renang favorit gw waktu sekolah ternyata cong juga..������

    BalasHapus