Minggu, 06 Juli 2014

Lomba Ciuman Gay di Chengdu China


Berita dari Weibo ini sebenarnya agak agak ga jelas. Tetapi kabarnya ini adalah lomba ciuman gay di Cheng Du. Ga ngerti siapa yang adain, tujuannya apa. Pesertanya sendiri juga nggak banyak. Banyak yang mengutuk, dan banyak yang memuji. Terus terang sama sekali encourage lomba lomba seperti ini di negara asia. Apalagi tanpa tujuan yang jelas selain mencari kehebohan dan eksistensi diri. Image gay sepertinya terlalu dipermainkan sebagai sosok yang mencari kehebohan dan agak agak lebay dalam "mempertunjukan" diri. Toh nggak pernah juga lihat lomba ciuman pasangan straight di tengah jalan di negara asia kan. Kenapa harus ngadain lomba ciuman gaynya di tengah jalan seperti ini.





So, menurut kamu lomba seperti ini gimana? Pantes ga diadain? Kira kira impactnya apa terhadap komunitas kita?

5 komentar:

  1. MENJIJIKKAN.yg bgni malah memprburuk image gay.

    BalasHapus
  2. Ewwwwwww.
    Setelah gay pride yg penuh buka bukaan dan ini itu dan sekarag ini?

    Can't they just be "normal"? :/

    BalasHapus
  3. di jakarta pernah ada kegiatan serupa sih, temanya beda lebih ke cium sbg bentuk kasih sayang, ga ekslusif hanya sesama jenis, dan terlihat lebih buat seru2an, dan ga heboh. tp tetep ada pro kontra
    kalo kyk lomba seperti itu dgn tujuan eksistensi, jd malah ga nyaman buat sebagian besar orang gay atau bukan

    awalnya buka link post ini ikutin TL ini dr twitter @touchemagz ttg eksistensi diri
    pengen sharing agak banyak boleh yah ...^^a

    gw udh open sm ortu 10tahun lalu. setelah open kebutuhan eksistensi diri sbg gay tidak ada lagi. gw lebih fokus sm kuliah, kerja, mengerjar cita2, melakukan hobby, dan kegiatan lain. cerita gw open ada di melela.org

    dan hal itu merubah semua pola pikir org tua ttg gay scr khusus di diri gw dan scr umum melihatnya pada masyarakat. 10 tahun lalu, adalah impian utk apa yg gw capai hr ini. gw skrg guru dan belajar mjd org tua asuh. Dan pencapaian hal yg berhubungan dgn gay. nyokap menginginkan gw ada teman yg menemani hidup gw. walau msh dgn "malu2" nyokap menyebut teman, maksud nyokap menginginkan gw punya suami dgn bahasanya.

    ttg bentuk eksistensi diri yg gw jalani. kita memiliki queer factor. hal ini menjadi unsur membuat kita bisa tampil lebih baik dlm berbagai bidang. kita memiliki queer factor itu dlm berbagai peran sosial dan profesi yg bs dijalani. jgn fokus ekslusif pada gay, kita harus bisa inklusif dlm peran dalam masyarakat. tau kan maksudnya "queer factor" ini, sesuatu yg ada di dalam diri, di dalam hati untuk kita menelaah lingkungan

    kita tentu ingin keluarga dan masyarakat bisa mengerti kita, tp kita pun harus membantu masyarakat utk bisa mengerti kita dgn memberikan kontribusi yg baik pada pertumbuhan mental diri yang berefek pada kontribusi yg baik pada masyarakat. dengan sendirinya masyarakat memahami dan bahkan ada kejutan bentuk reaksi masyarakat terhadap bentuk penerimaan diri kita.
    gw sudah mengalaminya dalam lingkup keluarga.
    gw sangat2 kagum dgn org seperti admin dan yg lainnya yg bs memberikan kontribusi yg baik pada sesama, menjadi inklusif berperan dalam masyarakat

    makasih sudah meluangkan membacanya.
    salam,
    @mahaberlian

    BalasHapus
  4. thks Maha for the sharing:) Right on the point:D

    BalasHapus
  5. sama2 om admin, terima kasih juga sudah melakukan banyak hal, 10-5 tahun lalu hal kyk gini ga ada.

    BalasHapus